<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menag 'Cium' Ada Upaya Legalkan Perkawinan Sesama Jenis</title><description>Menteri Agama Suryadharma Ali mengaku telah mencium gerakan ingin mengubah undang-undang perkawinan. </description><link>https://news.okezone.com/read/2012/04/10/526/608868/menag-cium-ada-upaya-legalkan-perkawinan-sesama-jenis</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2012/04/10/526/608868/menag-cium-ada-upaya-legalkan-perkawinan-sesama-jenis"/><item><title>Menag 'Cium' Ada Upaya Legalkan Perkawinan Sesama Jenis</title><link>https://news.okezone.com/read/2012/04/10/526/608868/menag-cium-ada-upaya-legalkan-perkawinan-sesama-jenis</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2012/04/10/526/608868/menag-cium-ada-upaya-legalkan-perkawinan-sesama-jenis</guid><pubDate>Selasa 10 April 2012 14:59 WIB</pubDate><dc:creator>Iman Herdiana</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/04/10/526/608868/lwJ3mw7NqB.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi penikahan sejenis (Foto: visiontoamerica.org)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/04/10/526/608868/lwJ3mw7NqB.jpg</image><title>Ilustrasi penikahan sejenis (Foto: visiontoamerica.org)</title></images><description>BANDUNG- Menteri Agama Suryadharma Ali mengaku telah mencium gerakan ingin mengubah undang-undang perkawinan. Ketua Umum PPP ini menyebutkan gerakan tersebut muncul dari berbagai pihak yang setuju perkawinan sesama jenis.&quot;Ada keinginan untuk mengubah UU Perkawinan oleh LSM dan lembaga lain termasuk dari kaum gay, homo, dan lesbian. UU perkawinan dianggap hanya atur laki-laki dan perempuan. Mereka anggap itu diskriminatif karena hanya mewadahi pernikahan bagi laki-laki dan perempuan,&quot; ungkap Menag di Bandung, Selasa (10/4/2012).Pernyataan tersebut disampaikan pria yang kerap disapa SDA itu di acara Mukerwil II dan silaturahim ulama Jawa Barat di Hotel Panghegar, Jalan Merdeka, Bandung. Gerakan tersebut, lanjut dia,&amp;nbsp; memiliki gagasan bahwa perempuan dengan perempuan juga ingin menikah. Begitu juga laki-laki dengan laki-laki. Sehingga muncul wacana mereka juga harus diwadahi.&quot;Ada gerakan seperti itu, gerakan feminisme dan lainnya. Menurut mereka, jika tidak ada UU berarti menghalangi HAM perempuan dengan perempuan dan laki-laki dengan laki-laki, begitu idealismenya,&quot; tuturnya.Gerakan tersebut telah disampaikan kepada alim ulama yang dikunjunginya. Tujuannya untuk menyamakan persepsi.&amp;ldquo;Sekarang apakah kita cukup jaga umat di ponpes dan majelis taklim. Jika dianggap tak penting itu haknya ulama,&quot; katanya.</description><content:encoded>BANDUNG- Menteri Agama Suryadharma Ali mengaku telah mencium gerakan ingin mengubah undang-undang perkawinan. Ketua Umum PPP ini menyebutkan gerakan tersebut muncul dari berbagai pihak yang setuju perkawinan sesama jenis.&quot;Ada keinginan untuk mengubah UU Perkawinan oleh LSM dan lembaga lain termasuk dari kaum gay, homo, dan lesbian. UU perkawinan dianggap hanya atur laki-laki dan perempuan. Mereka anggap itu diskriminatif karena hanya mewadahi pernikahan bagi laki-laki dan perempuan,&quot; ungkap Menag di Bandung, Selasa (10/4/2012).Pernyataan tersebut disampaikan pria yang kerap disapa SDA itu di acara Mukerwil II dan silaturahim ulama Jawa Barat di Hotel Panghegar, Jalan Merdeka, Bandung. Gerakan tersebut, lanjut dia,&amp;nbsp; memiliki gagasan bahwa perempuan dengan perempuan juga ingin menikah. Begitu juga laki-laki dengan laki-laki. Sehingga muncul wacana mereka juga harus diwadahi.&quot;Ada gerakan seperti itu, gerakan feminisme dan lainnya. Menurut mereka, jika tidak ada UU berarti menghalangi HAM perempuan dengan perempuan dan laki-laki dengan laki-laki, begitu idealismenya,&quot; tuturnya.Gerakan tersebut telah disampaikan kepada alim ulama yang dikunjunginya. Tujuannya untuk menyamakan persepsi.&amp;ldquo;Sekarang apakah kita cukup jaga umat di ponpes dan majelis taklim. Jika dianggap tak penting itu haknya ulama,&quot; katanya.</content:encoded></item></channel></rss>
