<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>5 Juta Warga Tinggal di Wilayah Rawan Bencana</title><description>Dijelaskan beberapa titik yang dikatakan rawan itu tersebar diantaranya  di Barat Sumatera, Selatan Jawa, Selatan Bali hingga Nusa Tenggara,  Halmahera, Utara Papua barat, dan utara Sulawesi.</description><link>https://news.okezone.com/read/2012/04/13/337/610700/5-juta-warga-tinggal-di-wilayah-rawan-bencana</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2012/04/13/337/610700/5-juta-warga-tinggal-di-wilayah-rawan-bencana"/><item><title>5 Juta Warga Tinggal di Wilayah Rawan Bencana</title><link>https://news.okezone.com/read/2012/04/13/337/610700/5-juta-warga-tinggal-di-wilayah-rawan-bencana</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2012/04/13/337/610700/5-juta-warga-tinggal-di-wilayah-rawan-bencana</guid><pubDate>Jum'at 13 April 2012 07:07 WIB</pubDate><dc:creator>Bagus Santosa</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/04/13/337/610700/anKiCyCiPJ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Dok Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/04/13/337/610700/anKiCyCiPJ.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: Dok Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Kepala Pusat Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mentakan sedikitnya lima juta warga Indonesia berada di wilayah yang rentan terhadap bencana gempa dan tsunami. &quot;Ada lima juta warga yang rawan terkena tsunami,&quot; katanya kepada okezone, Jumat (13/4/2012).Dijelaskan beberapa titik yang dikatakan rawan itu tersebar diantaranya di Barat Sumatera, Selatan Jawa, Selatan Bali hingga Nusa Tenggara, Halmahera, Utara Papua barat, dan utara Sulawesi.Tsunami di Indonesia, lanjutnya, memiliki tipikal yang unik, yaitu tipikal tsunami lokal. Tipikal tsunami seperti ini, umumnya terjadi hanya di daerah tersebut.&quot;Umumnya itu dari gempa lokal di daerah tersebut, sehingga waktu tsunami itu terjadi singkat setelah waktu gempa. Karena itu, dengan konidisi seperti itu masyarakat harus melakukan antisipasi,&quot; tegasnya.Untuk antisipasi awal terhadap bencana, tambahnya, pemerintah telah membentuk Badan Penanggulangan Bencana Tingkat Daerah (BPBD) yang tersebar di setiap provinsi. Dengan begitu, warga menjadi tanggap terhadap bencana, terutama tsunami. Dengan begitu, diharapkan dapat meminimalisir korban.&quot;BNPB daerah terus melakukan sosialiasi, pendidikan, gladiresik sistem peringatan dini, melakukan pendidikan kearifan lokal,&quot; jelasnya.Dijabarkannya, ciri umum kemungkinan terjadi tsunami ada 4. Pertama, jika gempa terjadi berkekuatan 7 SR. Kedua, berkedalaman kurang dari 70 km. Ketiga, pusat gempa berada di lautan, dan terakhir terjadi sesar naik. &quot;Baru ada sirene peringatan,&quot; tambahnya.Masyarakat juga diminta tidak panik jika ada peringatan dini untuk tsunami. &quot;Jika menghadapi gempa maka keluar rumah. Kecuali jika berada di gedung dengan lantai tinggi maka cari tempat aman, misalnya di bawah meja atau di struktur yang kuat seperti tiang-tiang bangunan atau sudut ruangan,&quot; jelasnya.Kalau sudah seperti itu, lanjut Sutopo, maka 5 juta warga yang berada di lokasi rawan tsunami bisa diminimalisir korbannya. &quot;Masyarakat juga sudah belajar dari kejadian gempa Aceh 2004 dan Mentawai 2011,&quot; tandasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Kepala Pusat Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mentakan sedikitnya lima juta warga Indonesia berada di wilayah yang rentan terhadap bencana gempa dan tsunami. &quot;Ada lima juta warga yang rawan terkena tsunami,&quot; katanya kepada okezone, Jumat (13/4/2012).Dijelaskan beberapa titik yang dikatakan rawan itu tersebar diantaranya di Barat Sumatera, Selatan Jawa, Selatan Bali hingga Nusa Tenggara, Halmahera, Utara Papua barat, dan utara Sulawesi.Tsunami di Indonesia, lanjutnya, memiliki tipikal yang unik, yaitu tipikal tsunami lokal. Tipikal tsunami seperti ini, umumnya terjadi hanya di daerah tersebut.&quot;Umumnya itu dari gempa lokal di daerah tersebut, sehingga waktu tsunami itu terjadi singkat setelah waktu gempa. Karena itu, dengan konidisi seperti itu masyarakat harus melakukan antisipasi,&quot; tegasnya.Untuk antisipasi awal terhadap bencana, tambahnya, pemerintah telah membentuk Badan Penanggulangan Bencana Tingkat Daerah (BPBD) yang tersebar di setiap provinsi. Dengan begitu, warga menjadi tanggap terhadap bencana, terutama tsunami. Dengan begitu, diharapkan dapat meminimalisir korban.&quot;BNPB daerah terus melakukan sosialiasi, pendidikan, gladiresik sistem peringatan dini, melakukan pendidikan kearifan lokal,&quot; jelasnya.Dijabarkannya, ciri umum kemungkinan terjadi tsunami ada 4. Pertama, jika gempa terjadi berkekuatan 7 SR. Kedua, berkedalaman kurang dari 70 km. Ketiga, pusat gempa berada di lautan, dan terakhir terjadi sesar naik. &quot;Baru ada sirene peringatan,&quot; tambahnya.Masyarakat juga diminta tidak panik jika ada peringatan dini untuk tsunami. &quot;Jika menghadapi gempa maka keluar rumah. Kecuali jika berada di gedung dengan lantai tinggi maka cari tempat aman, misalnya di bawah meja atau di struktur yang kuat seperti tiang-tiang bangunan atau sudut ruangan,&quot; jelasnya.Kalau sudah seperti itu, lanjut Sutopo, maka 5 juta warga yang berada di lokasi rawan tsunami bisa diminimalisir korbannya. &quot;Masyarakat juga sudah belajar dari kejadian gempa Aceh 2004 dan Mentawai 2011,&quot; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
