<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Gerindra Lebih Tertarik Bangun Koalisi Masa Depan</title><description>Partai Gerindra tidak tertarik dengan tawaran Partai Demokrat untuk  bergabung dengan koalisi pendukung pemerintah. Gerindra lebih tertarik  merintis koalisi baru.</description><link>https://news.okezone.com/read/2012/04/13/339/610973/gerindra-lebih-tertarik-bangun-koalisi-masa-depan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2012/04/13/339/610973/gerindra-lebih-tertarik-bangun-koalisi-masa-depan"/><item><title>Gerindra Lebih Tertarik Bangun Koalisi Masa Depan</title><link>https://news.okezone.com/read/2012/04/13/339/610973/gerindra-lebih-tertarik-bangun-koalisi-masa-depan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2012/04/13/339/610973/gerindra-lebih-tertarik-bangun-koalisi-masa-depan</guid><pubDate>Jum'at 13 April 2012 13:29 WIB</pubDate><dc:creator>Fiddy Anggriawan </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/04/13/339/610973/B2w6pJb2nE.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Partai Gerindra (Foto: Dok Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/04/13/339/610973/B2w6pJb2nE.jpg</image><title>Partai Gerindra (Foto: Dok Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Partai Gerindra tidak tertarik dengan tawaran Partai Demokrat untuk bergabung dengan koalisi pendukung pemerintah. Gerindra lebih tertarik merintis koalisi baru.Ketua DPP Partai Gerindra, Martin Hutabarat mengatakan, membentuk koalisi masa depan harus dimulai dengan menyiapkan paradigma baru yaitu membangun kabinet masa depan. Dengan bergitu, pemerintah tidak akan tersandera oleh kepentingan partai politik.Menurut Martin, siapapun Presidennya nanti, 70 persen menterinya harus berasal dari kalangan profesional.&quot;Jabatan strategis harus diisi oleh menteri-menteri profesional. 30 persen baru menteri dari partai. Itu yang ingin kita jadikan sebagai suatu wawasan kesepakatan bersama membangun masa depan,&quot; jelas Martin di Gedung DPR, Jumat (13/4/2012).Martin menyayangkan pemerintahan saat ini, menteri-menterinya didominasi kader partai politik. &quot;(Akibatnya) sedikit saja ada gejolak politik, maka akan berpengaruh pada pengurangan menteri,&amp;ldquo; ujarnya.&amp;ldquo;Jadi ngapain kita tertarik masuk pada koalisi ini. Karena ini membingungkan dan terlalu banyak soal-soal kepentingan partai politik di pemerintahan,&amp;rdquo; imbuhnya.Sebab, kata dia, pemerintahan yang efektif dan bersih harus menjadi prioritas. Salah satu syaratnya menteri-menteri harus mewakili keahlian, bukan kepentingan partai.</description><content:encoded>JAKARTA - Partai Gerindra tidak tertarik dengan tawaran Partai Demokrat untuk bergabung dengan koalisi pendukung pemerintah. Gerindra lebih tertarik merintis koalisi baru.Ketua DPP Partai Gerindra, Martin Hutabarat mengatakan, membentuk koalisi masa depan harus dimulai dengan menyiapkan paradigma baru yaitu membangun kabinet masa depan. Dengan bergitu, pemerintah tidak akan tersandera oleh kepentingan partai politik.Menurut Martin, siapapun Presidennya nanti, 70 persen menterinya harus berasal dari kalangan profesional.&quot;Jabatan strategis harus diisi oleh menteri-menteri profesional. 30 persen baru menteri dari partai. Itu yang ingin kita jadikan sebagai suatu wawasan kesepakatan bersama membangun masa depan,&quot; jelas Martin di Gedung DPR, Jumat (13/4/2012).Martin menyayangkan pemerintahan saat ini, menteri-menterinya didominasi kader partai politik. &quot;(Akibatnya) sedikit saja ada gejolak politik, maka akan berpengaruh pada pengurangan menteri,&amp;ldquo; ujarnya.&amp;ldquo;Jadi ngapain kita tertarik masuk pada koalisi ini. Karena ini membingungkan dan terlalu banyak soal-soal kepentingan partai politik di pemerintahan,&amp;rdquo; imbuhnya.Sebab, kata dia, pemerintahan yang efektif dan bersih harus menjadi prioritas. Salah satu syaratnya menteri-menteri harus mewakili keahlian, bukan kepentingan partai.</content:encoded></item></channel></rss>
