<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Demokrat, Gerindra &amp; Hanura Bangun Aliansi, Bukan Koalisi</title><description>Asep menjelaskan, dalam penyusunan koalisi terdapat beberapa tahapan.  Yakni pemilihan presiden, pembentukan kabinet, dan parlemen.</description><link>https://news.okezone.com/read/2012/04/14/339/611575/demokrat-gerindra-hanura-bangun-aliansi-bukan-koalisi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2012/04/14/339/611575/demokrat-gerindra-hanura-bangun-aliansi-bukan-koalisi"/><item><title>Demokrat, Gerindra &amp; Hanura Bangun Aliansi, Bukan Koalisi</title><link>https://news.okezone.com/read/2012/04/14/339/611575/demokrat-gerindra-hanura-bangun-aliansi-bukan-koalisi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2012/04/14/339/611575/demokrat-gerindra-hanura-bangun-aliansi-bukan-koalisi</guid><pubDate>Sabtu 14 April 2012 15:25 WIB</pubDate><dc:creator>Tegar Arief Fadly</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/04/14/339/611575/h8AwxdYIRq.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Dok Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/04/14/339/611575/h8AwxdYIRq.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: Dok Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Pengamat politik dari Universitas Katolik Parahyangan, Asep Warlan Yusuf menilai merapatnya Partai Gerindra dan Hanura ke Partai Demokrat bukan dalam kerangka koalisi, melainkan aliansi.
&amp;nbsp;
&quot;Bukan koalisi. Kalau namanya koalisi itu harus satu idelogi dan platform,&quot; ujarnya kepada wartawan di Warung Daun, Cikini, Jakarta, Sabtu (14/04/2012).
&amp;nbsp;
Asep menjelaskan, dalam penyusunan koalisi terdapat beberapa tahapan. Yakni pemilihan presiden, pembentukan kabinet, dan parlemen. Dalam konteks ini Gerindra dan Hanura hanya terlibat di parlemen saja.
&amp;nbsp;
&quot;Dalam berkoalisi itu ada tiga tahap. Pada saat pemilihan presiden, susun kabinet dan di perlemen. Nah Hanura itu diujung, parlemen,&quot; imbuhnya.
&amp;nbsp;
Lebih lanjut Asep menerangkan hubungan kerjasama antara Demokrat, Gerindra, dan Hanura hanya bisa disebut aliansi. &quot;Di perlemen kan harus bebas atau cair betul. Jadi bukan bahasa koalisi namanya, tapi kerjasama atau aliansi,&quot; tandasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Pengamat politik dari Universitas Katolik Parahyangan, Asep Warlan Yusuf menilai merapatnya Partai Gerindra dan Hanura ke Partai Demokrat bukan dalam kerangka koalisi, melainkan aliansi.
&amp;nbsp;
&quot;Bukan koalisi. Kalau namanya koalisi itu harus satu idelogi dan platform,&quot; ujarnya kepada wartawan di Warung Daun, Cikini, Jakarta, Sabtu (14/04/2012).
&amp;nbsp;
Asep menjelaskan, dalam penyusunan koalisi terdapat beberapa tahapan. Yakni pemilihan presiden, pembentukan kabinet, dan parlemen. Dalam konteks ini Gerindra dan Hanura hanya terlibat di parlemen saja.
&amp;nbsp;
&quot;Dalam berkoalisi itu ada tiga tahap. Pada saat pemilihan presiden, susun kabinet dan di perlemen. Nah Hanura itu diujung, parlemen,&quot; imbuhnya.
&amp;nbsp;
Lebih lanjut Asep menerangkan hubungan kerjasama antara Demokrat, Gerindra, dan Hanura hanya bisa disebut aliansi. &quot;Di perlemen kan harus bebas atau cair betul. Jadi bukan bahasa koalisi namanya, tapi kerjasama atau aliansi,&quot; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
