<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Cak Imin Kritik NU Lewat Lagu Rhoma Irama</title><description>Lirik lagu Rhoma Irama berjudul Yang Kaya Makin Kaya melantun di  tengah ribuan nahdliyin saat mengikuti halaqah kiai dan ulama di Ponpes  Alfadhlu wal Fadhilah, Kaliwungu, Kendal, Jawa Tengah.</description><link>https://news.okezone.com/read/2012/04/15/339/611944/cak-imin-kritik-nu-lewat-lagu-rhoma-irama</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2012/04/15/339/611944/cak-imin-kritik-nu-lewat-lagu-rhoma-irama"/><item><title>Cak Imin Kritik NU Lewat Lagu Rhoma Irama</title><link>https://news.okezone.com/read/2012/04/15/339/611944/cak-imin-kritik-nu-lewat-lagu-rhoma-irama</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2012/04/15/339/611944/cak-imin-kritik-nu-lewat-lagu-rhoma-irama</guid><pubDate>Minggu 15 April 2012 18:02 WIB</pubDate><dc:creator>Muhammad Saifullah </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/04/15/339/611944/jW2MTcSHaN.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Dokumentasi Seputar Indonesia</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/04/15/339/611944/jW2MTcSHaN.jpg</image><title>Dokumentasi Seputar Indonesia</title></images><description>KENDAL - Lirik lagu Rhoma Irama berjudul Yang Kaya Makin Kaya melantun di tengah ribuan nahdliyin saat mengikuti halaqah kiai dan ulama di Ponpes Alfadhlu wal Fadhilah, Kaliwungu, Kendal, Jawa Tengah.Lirik lagu tersebut dilantunkan Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar, menyikapi kondisi nahdliyin yang kurang mengedepankan kesatuan gerak langkah dalam keseharian. Alhasil mayoritas nahdliyin masih berkutat dengan persoalan kemiskinan dan keterbelakangan.&quot;Yang kaya makin kaya, yang miskin makin miskin. Belum ada kebersamaan yang utuh dan dikelola dengan baik,&quot; ujarnya.Halaqah Kiai NU dan Ulama dengan tema Tantangan Aswaja Ditengah Perubahan ini dihadiri Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siraj, Ketua Dewan Syuro PKB KH Azis Mansyur, Masdar Farid Mas'udi, KH Yusuf Chudori, KH Dimyati Rois, serta ulama se-Jawa Tengah.Kurang berdayanya warga NU dalam berbagai aspek kehidupan, dicontohkan Cak Imin di sektor buruh migran. Menurut dia, mayoritas TKI merupakan nahdliyin. &quot;Makanya saya masih kerasan (menjadi Menakertrans), karena mengurusi Fathonah, Fatimah dan Zahra,&quot; candanya.Ke depannya, Cak Imin menegaskan, situasi ini harus berubah. Caranya dengan memperkuat persatuan dan kesatuan warga NU.&quot;Dari pengalaman selama ini perjuangan tak bisa sendiri. Persatuan dan kekeluargaan sudah menjadi harga mati. Peta kekuatan NU 40 persen harus kita evaluasi, apakah sudah bergeser atau belum,&quot; tegasnya.</description><content:encoded>KENDAL - Lirik lagu Rhoma Irama berjudul Yang Kaya Makin Kaya melantun di tengah ribuan nahdliyin saat mengikuti halaqah kiai dan ulama di Ponpes Alfadhlu wal Fadhilah, Kaliwungu, Kendal, Jawa Tengah.Lirik lagu tersebut dilantunkan Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar, menyikapi kondisi nahdliyin yang kurang mengedepankan kesatuan gerak langkah dalam keseharian. Alhasil mayoritas nahdliyin masih berkutat dengan persoalan kemiskinan dan keterbelakangan.&quot;Yang kaya makin kaya, yang miskin makin miskin. Belum ada kebersamaan yang utuh dan dikelola dengan baik,&quot; ujarnya.Halaqah Kiai NU dan Ulama dengan tema Tantangan Aswaja Ditengah Perubahan ini dihadiri Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siraj, Ketua Dewan Syuro PKB KH Azis Mansyur, Masdar Farid Mas'udi, KH Yusuf Chudori, KH Dimyati Rois, serta ulama se-Jawa Tengah.Kurang berdayanya warga NU dalam berbagai aspek kehidupan, dicontohkan Cak Imin di sektor buruh migran. Menurut dia, mayoritas TKI merupakan nahdliyin. &quot;Makanya saya masih kerasan (menjadi Menakertrans), karena mengurusi Fathonah, Fatimah dan Zahra,&quot; candanya.Ke depannya, Cak Imin menegaskan, situasi ini harus berubah. Caranya dengan memperkuat persatuan dan kesatuan warga NU.&quot;Dari pengalaman selama ini perjuangan tak bisa sendiri. Persatuan dan kekeluargaan sudah menjadi harga mati. Peta kekuatan NU 40 persen harus kita evaluasi, apakah sudah bergeser atau belum,&quot; tegasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
