<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Digebukin Satpol PP, Kenapa Joki 3 in 1 Tak Kapok?</title><description>Tiap pekerjaan mempunyai risiko tersendiri, begitu juga risiko yang harus dihadapi seorang joki 3 in 1 di Jakarta. Mereka harus berebut pelanggan, waspada agar tidak menjadi korban kejahatan, hingga uber-uberan dengan Satpol PP.</description><link>https://news.okezone.com/read/2012/04/16/500/612396/digebukin-satpol-pp-kenapa-joki-3-in-1-tak-kapok</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2012/04/16/500/612396/digebukin-satpol-pp-kenapa-joki-3-in-1-tak-kapok"/><item><title>Digebukin Satpol PP, Kenapa Joki 3 in 1 Tak Kapok?</title><link>https://news.okezone.com/read/2012/04/16/500/612396/digebukin-satpol-pp-kenapa-joki-3-in-1-tak-kapok</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2012/04/16/500/612396/digebukin-satpol-pp-kenapa-joki-3-in-1-tak-kapok</guid><pubDate>Senin 16 April 2012 14:24 WIB</pubDate><dc:creator>Isnaini</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/04/16/500/612396/T5CGfNlzFA.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/04/16/500/612396/T5CGfNlzFA.jpg</image><title>Ilustrasi</title></images><description>JAKARTA - Tiap pekerjaan mempunyai risiko tersendiri, begitu juga risiko yang harus dihadapi seorang joki 3 in 1 di Jakarta. Mereka harus berebut pelanggan, waspada agar tidak menjadi korban kejahatan, hingga uber-uberan dengan Satpol PP.Iwan (23), seorang joki 3 in 1 yang sering &amp;rsquo;mencegat&amp;rsquo; mobil di kawasan Senayan menuju Jalan Sudirman bercerita banyak tentang pengalamannya. Dia mengaku pernah dipaksa melayani bapak-bapak perlente di dalam mobil waktu usianya masih 15 tahun. Saat itu, dia baru memulai karirnya sebagai joki 3 in 1.&amp;ldquo;Saya masih kecil waktu itu, diiming-imingi uang seratus ribu, disuruh buka celana, tentu saja saya menolak,&amp;rdquo; katanya, Senin (16/4/2012).Geram karena ditolak, kata Iwan, sang bapak menendang perutn iwan sampai terjengkang keluar dari mobil sedan. Belum lagi saat Satpol PP yang kerap menggelar razia. Semua joki 3 in 1 pasti lari tunggang-langgang karena takut ditangkap. &amp;ldquo;Kalau cuma ditangkap saja enggak apa-apa, tapi digebukin juga, malah dulu pernah ada yang sampai mati digebukin,&amp;rdquo; katanya.&amp;nbsp;Keberadaan para joki 3 in1 merupakan cermin kebijakan mengatasi kemacetan lalu lintas Jakarta yang tidak becus, dan hanya menghasilkan masalah baru. Alih-alih mengurai kemacetan, kebijakan ini malah mengorbankan para pengangguran yang tak punya banyak pilihan guna bertahan hidup.Kata Iwan, kalau bukan karena terpaksa, tentu tak ada satu pun warga Jakarta yang mau berprofesi sebagai Joki. Iwan hanya bisa berharap agar para joki juga diperlakukan manusiawi. Berhenti jadi joki? &amp;ldquo;Memangnya mereka mampu memberikan kita kerjaan yang lebih baik?&amp;rdquo; jawab pemuda yang tak lulus SD ini.</description><content:encoded>JAKARTA - Tiap pekerjaan mempunyai risiko tersendiri, begitu juga risiko yang harus dihadapi seorang joki 3 in 1 di Jakarta. Mereka harus berebut pelanggan, waspada agar tidak menjadi korban kejahatan, hingga uber-uberan dengan Satpol PP.Iwan (23), seorang joki 3 in 1 yang sering &amp;rsquo;mencegat&amp;rsquo; mobil di kawasan Senayan menuju Jalan Sudirman bercerita banyak tentang pengalamannya. Dia mengaku pernah dipaksa melayani bapak-bapak perlente di dalam mobil waktu usianya masih 15 tahun. Saat itu, dia baru memulai karirnya sebagai joki 3 in 1.&amp;ldquo;Saya masih kecil waktu itu, diiming-imingi uang seratus ribu, disuruh buka celana, tentu saja saya menolak,&amp;rdquo; katanya, Senin (16/4/2012).Geram karena ditolak, kata Iwan, sang bapak menendang perutn iwan sampai terjengkang keluar dari mobil sedan. Belum lagi saat Satpol PP yang kerap menggelar razia. Semua joki 3 in 1 pasti lari tunggang-langgang karena takut ditangkap. &amp;ldquo;Kalau cuma ditangkap saja enggak apa-apa, tapi digebukin juga, malah dulu pernah ada yang sampai mati digebukin,&amp;rdquo; katanya.&amp;nbsp;Keberadaan para joki 3 in1 merupakan cermin kebijakan mengatasi kemacetan lalu lintas Jakarta yang tidak becus, dan hanya menghasilkan masalah baru. Alih-alih mengurai kemacetan, kebijakan ini malah mengorbankan para pengangguran yang tak punya banyak pilihan guna bertahan hidup.Kata Iwan, kalau bukan karena terpaksa, tentu tak ada satu pun warga Jakarta yang mau berprofesi sebagai Joki. Iwan hanya bisa berharap agar para joki juga diperlakukan manusiawi. Berhenti jadi joki? &amp;ldquo;Memangnya mereka mampu memberikan kita kerjaan yang lebih baik?&amp;rdquo; jawab pemuda yang tak lulus SD ini.</content:encoded></item></channel></rss>
