<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jelang UN, Siswa Bawa Pensil ke Paranormal</title><description>Puluhan pelajar ramai-ramai mendatangi rumah Abah Hakim (60), seorang  tokoh spiritual di Desa Tambak Beras, Kecamatan Kota Jombang, Jawa  Timur.</description><link>https://news.okezone.com/read/2012/04/16/521/612035/jelang-un-siswa-bawa-pensil-ke-paranormal</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2012/04/16/521/612035/jelang-un-siswa-bawa-pensil-ke-paranormal"/><item><title>Jelang UN, Siswa Bawa Pensil ke Paranormal</title><link>https://news.okezone.com/read/2012/04/16/521/612035/jelang-un-siswa-bawa-pensil-ke-paranormal</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2012/04/16/521/612035/jelang-un-siswa-bawa-pensil-ke-paranormal</guid><pubDate>Senin 16 April 2012 03:15 WIB</pubDate><dc:creator>Mukhtar Bagus (Sindo TV)</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/04/16/521/612035/X27tgtousl.jpg" expression="full" type="image/jpeg">foto: Mukhtar Bagus (Sindo TV)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/04/16/521/612035/X27tgtousl.jpg</image><title>foto: Mukhtar Bagus (Sindo TV)</title></images><description>JAWA TIMUR &amp;ndash; Puluhan pelajar ramai-ramai mendatangi rumah Abah Hakim (60), seorang tokoh spiritual di Desa Tambak Beras, Kecamatan Kota Jombang, Jawa Timur. Mereka ingin meminta doa pada guru spiritual tersebut, karena mulai senin besok para pelajar akan menjalani Ujian Nasional (UN). Para pelajar meminta air dan pensil yang sudah di doakan dan diberi rajah. 
Para pelajar mengaku, meski sudah belajar dengan keras, namun masih ada perasaan cemas. Untuk itu, mereka memilih mendatangi tokoh spiritual agar mendapat ketengangan lahir dan batin.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Abah mengajak berdoa bersama di hadapan air putih dan pensil yang akan di pakai mengerjakan ujian nasional. Setelah di beri rajah, pensil dan air putih tersebut lantas di bagikan,&amp;rdquo; kata salah satu pelajar Jombang, Dedi. Minggu (14/4/2012).
&amp;nbsp;
Mendekati UN seperti sekarang ini, Abah Hakim mengaku rumahnya memang sering di datangi pelajar yang akan mengikuti UN. Untuk melayani para pelajar Abah Hakim mengaku hanya mengajak mereka berdoa bersama agar di beri kelancaran dalam mengerjakan soal ujian.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Berharap tidak ada yang berpikir musyrik, memohon dan berdoa pada allah subhanahu wataala,&amp;rdquo; ucap Abah Hakim  Meski sudah memberi rajah atau jimat pada pensil yang di bawa pelajar, Abah Hakim tetap berpesan pada mereka agar tidak melupakan belajar. Sebab meski sudah di beri air dan di beri rajah, jika tidak belajar maka usaha ini akan sia-sia.</description><content:encoded>JAWA TIMUR &amp;ndash; Puluhan pelajar ramai-ramai mendatangi rumah Abah Hakim (60), seorang tokoh spiritual di Desa Tambak Beras, Kecamatan Kota Jombang, Jawa Timur. Mereka ingin meminta doa pada guru spiritual tersebut, karena mulai senin besok para pelajar akan menjalani Ujian Nasional (UN). Para pelajar meminta air dan pensil yang sudah di doakan dan diberi rajah. 
Para pelajar mengaku, meski sudah belajar dengan keras, namun masih ada perasaan cemas. Untuk itu, mereka memilih mendatangi tokoh spiritual agar mendapat ketengangan lahir dan batin.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Abah mengajak berdoa bersama di hadapan air putih dan pensil yang akan di pakai mengerjakan ujian nasional. Setelah di beri rajah, pensil dan air putih tersebut lantas di bagikan,&amp;rdquo; kata salah satu pelajar Jombang, Dedi. Minggu (14/4/2012).
&amp;nbsp;
Mendekati UN seperti sekarang ini, Abah Hakim mengaku rumahnya memang sering di datangi pelajar yang akan mengikuti UN. Untuk melayani para pelajar Abah Hakim mengaku hanya mengajak mereka berdoa bersama agar di beri kelancaran dalam mengerjakan soal ujian.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Berharap tidak ada yang berpikir musyrik, memohon dan berdoa pada allah subhanahu wataala,&amp;rdquo; ucap Abah Hakim  Meski sudah memberi rajah atau jimat pada pensil yang di bawa pelajar, Abah Hakim tetap berpesan pada mereka agar tidak melupakan belajar. Sebab meski sudah di beri air dan di beri rajah, jika tidak belajar maka usaha ini akan sia-sia.</content:encoded></item></channel></rss>
