<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Gubernur Jabar Minta Disdik Lakukan Kendali Mutu LKS</title><description>Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan menginstruksikan Dinas Pendidikan  Provinsi Jawa Barat (Disdik Jabar) melakukan kendali mutu setiap lembar  kerja siswa (LKS).</description><link>https://news.okezone.com/read/2012/04/16/526/612517/gubernur-jabar-minta-disdik-lakukan-kendali-mutu-lks</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2012/04/16/526/612517/gubernur-jabar-minta-disdik-lakukan-kendali-mutu-lks"/><item><title>Gubernur Jabar Minta Disdik Lakukan Kendali Mutu LKS</title><link>https://news.okezone.com/read/2012/04/16/526/612517/gubernur-jabar-minta-disdik-lakukan-kendali-mutu-lks</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2012/04/16/526/612517/gubernur-jabar-minta-disdik-lakukan-kendali-mutu-lks</guid><pubDate>Senin 16 April 2012 16:16 WIB</pubDate><dc:creator>Iman Herdiana</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/04/16/526/612517/jBlOAja2hn.jpg" expression="full" type="image/jpeg">LKS &quot;Bang Maman dari Kali Pasir&quot; yang menimbulkan polemik (Foto: Kemas I/okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/04/16/526/612517/jBlOAja2hn.jpg</image><title>LKS &quot;Bang Maman dari Kali Pasir&quot; yang menimbulkan polemik (Foto: Kemas I/okezone)</title></images><description>BANDUNG- Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan menginstruksikan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat (Disdik Jabar) melakukan kendali mutu setiap lembar kerja siswa (LKS).&quot;Apa pun yang dibuat harus ada standard kualitas. Tentu Disdik Jabar untuk meneliti LKS tersebut, termasuk peredarannya. Kita harus berlakukan standard mutu,&quot; kata Heryawan di Gedung Sate, Bandung, Senin (16/4/2012).Penerapan standard mutu tersebut diinstruksikan kepada Disdik untuk diteruskan kepada disdik kabupaten/kota, dan diteruskan kepada kepala sekolah masing-masing.Dia mengaku, tidak bisa menginstruksikan jajarannya untuk menindak penerbit. Pasalnya, saat ini penerbit bebas melakukan penerbitan.&quot;Zaman sekarang kan penerbit-penerbit tidak bisa dikendalikan,&quot; ujarnya. Supaya penerbitan terkendali, sambungnya, pihak berwenang seperti disdik dan guru harus melakukan seleksi mutu. Harus dipilah mana yang layak buat siswa dan tidak. &quot;Jika (isinya) membingungkan jangan diambil. Jangan mentang-mentang LKS-nya murah,&quot; ungkapnya.Menurutnya, LKS murah jangan dijadikan ukuran namun standard kualitas harus diutamakan. &quot;Jika belum ada standar kualitas, para guru harus menyeleksi,&quot; katanya.Seperti diberitakan, ditemukan LKS Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) di salah satu SMA di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, menyebutkan bahwa Indonesia berideologi komunis.</description><content:encoded>BANDUNG- Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan menginstruksikan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat (Disdik Jabar) melakukan kendali mutu setiap lembar kerja siswa (LKS).&quot;Apa pun yang dibuat harus ada standard kualitas. Tentu Disdik Jabar untuk meneliti LKS tersebut, termasuk peredarannya. Kita harus berlakukan standard mutu,&quot; kata Heryawan di Gedung Sate, Bandung, Senin (16/4/2012).Penerapan standard mutu tersebut diinstruksikan kepada Disdik untuk diteruskan kepada disdik kabupaten/kota, dan diteruskan kepada kepala sekolah masing-masing.Dia mengaku, tidak bisa menginstruksikan jajarannya untuk menindak penerbit. Pasalnya, saat ini penerbit bebas melakukan penerbitan.&quot;Zaman sekarang kan penerbit-penerbit tidak bisa dikendalikan,&quot; ujarnya. Supaya penerbitan terkendali, sambungnya, pihak berwenang seperti disdik dan guru harus melakukan seleksi mutu. Harus dipilah mana yang layak buat siswa dan tidak. &quot;Jika (isinya) membingungkan jangan diambil. Jangan mentang-mentang LKS-nya murah,&quot; ungkapnya.Menurutnya, LKS murah jangan dijadikan ukuran namun standard kualitas harus diutamakan. &quot;Jika belum ada standar kualitas, para guru harus menyeleksi,&quot; katanya.Seperti diberitakan, ditemukan LKS Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) di salah satu SMA di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, menyebutkan bahwa Indonesia berideologi komunis.</content:encoded></item></channel></rss>
