<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Penerbit Tolak Tarik LKS &quot;Komunis&quot; dari Peredaran</title><description>Direktur CV Media Karya Putra, Saifullah Wali, menolak menarik Lembar  Kerja Siswa (LKS) yang memuat tulisan ideologi Negara Indonesia adalah  Komunis. LKS itu untuk mata pelajar Pendidikan Kewarganegaraan siswa  SMA/MA.</description><link>https://news.okezone.com/read/2012/04/16/526/612571/penerbit-tolak-tarik-lks-komunis-dari-peredaran</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2012/04/16/526/612571/penerbit-tolak-tarik-lks-komunis-dari-peredaran"/><item><title>Penerbit Tolak Tarik LKS &quot;Komunis&quot; dari Peredaran</title><link>https://news.okezone.com/read/2012/04/16/526/612571/penerbit-tolak-tarik-lks-komunis-dari-peredaran</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2012/04/16/526/612571/penerbit-tolak-tarik-lks-komunis-dari-peredaran</guid><pubDate>Senin 16 April 2012 17:17 WIB</pubDate><dc:creator>Bramantyo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/04/16/526/612571/QURkroQAt3.jpg" expression="full" type="image/jpeg">LKS &quot;Bang Maman dari Kali Pasir&quot; yang menimbulkan polemik (Foto: Kemas I/okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/04/16/526/612571/QURkroQAt3.jpg</image><title>LKS &quot;Bang Maman dari Kali Pasir&quot; yang menimbulkan polemik (Foto: Kemas I/okezone)</title></images><description>SOLO- Direktur CV Media Karya Putra, Saifullah Wali, menolak menarik Lembar Kerja Siswa (LKS) yang memuat tulisan ideologi Negara Indonesia adalah Komunis. LKS itu untuk mata pelajar Pendidikan Kewarganegaraan siswa SMA/MA.Menurut Saifullah Wali, LKS terbitan pihaknya berbeda dengan buku pegangan untuk siswa Sekolah Dasar yang memuat Istri Simpanan.Pasalnya, isi buku Pendidikan Kewarganegaraan yang memuat ideologi Negara Indonesia adalah Komunis, bukan diperuntukan untuk para siswa dan bukan terletak pada isi buku tersebut.&quot;Buku tersebut khusus untuk pegangan guru dan bukan pada isi buku, melainkan pada kunci jawaban buku tersebut. Jadi kesalahan ini tidak mungkin beredar di kalangan para siswa, bila tidak ada kesengajaan diedarkan sendiri oleh para gurunya,&quot;jelas Saifullah Wali kepada Okezone di Kartosuro, Sukoharjo, Jawa Tengah, Senin (16/4/2012).Saifullah menjelaskan, kesalahan tersebut terletak pada lembar jawaban guru khusus kelas 10 semester 2 pada poin B nomor 5 halaman 13 yang berbunyi &amp;ldquo;Indonesia mengembangkan sendiri ideologi yang dinilai tepat dengan kondisi bangsa Indonesia&amp;rdquo;.&quot;Dan seharusnya jawaban tersebut adalah pancasila, namun tertukar dengan jawaban di bawahnya yang tercantum komunis,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>SOLO- Direktur CV Media Karya Putra, Saifullah Wali, menolak menarik Lembar Kerja Siswa (LKS) yang memuat tulisan ideologi Negara Indonesia adalah Komunis. LKS itu untuk mata pelajar Pendidikan Kewarganegaraan siswa SMA/MA.Menurut Saifullah Wali, LKS terbitan pihaknya berbeda dengan buku pegangan untuk siswa Sekolah Dasar yang memuat Istri Simpanan.Pasalnya, isi buku Pendidikan Kewarganegaraan yang memuat ideologi Negara Indonesia adalah Komunis, bukan diperuntukan untuk para siswa dan bukan terletak pada isi buku tersebut.&quot;Buku tersebut khusus untuk pegangan guru dan bukan pada isi buku, melainkan pada kunci jawaban buku tersebut. Jadi kesalahan ini tidak mungkin beredar di kalangan para siswa, bila tidak ada kesengajaan diedarkan sendiri oleh para gurunya,&quot;jelas Saifullah Wali kepada Okezone di Kartosuro, Sukoharjo, Jawa Tengah, Senin (16/4/2012).Saifullah menjelaskan, kesalahan tersebut terletak pada lembar jawaban guru khusus kelas 10 semester 2 pada poin B nomor 5 halaman 13 yang berbunyi &amp;ldquo;Indonesia mengembangkan sendiri ideologi yang dinilai tepat dengan kondisi bangsa Indonesia&amp;rdquo;.&quot;Dan seharusnya jawaban tersebut adalah pancasila, namun tertukar dengan jawaban di bawahnya yang tercantum komunis,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
