<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ideologi Indonesia Berubah Jadi Komunis?</title><description>Belum habis permasalahan Lembar Kerja Siswa (LKS) yang menyebut &amp;ldquo;Istri  Simpanan&amp;rdquo;, kini dunia pendidikan digemparkan dengan penggantian ideologi  Indonesia dari Pancasila menjadi Komunis di dalam LKS.</description><link>https://news.okezone.com/read/2012/04/16/527/612260/ideologi-indonesia-berubah-jadi-komunis</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2012/04/16/527/612260/ideologi-indonesia-berubah-jadi-komunis"/><item><title>Ideologi Indonesia Berubah Jadi Komunis?</title><link>https://news.okezone.com/read/2012/04/16/527/612260/ideologi-indonesia-berubah-jadi-komunis</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2012/04/16/527/612260/ideologi-indonesia-berubah-jadi-komunis</guid><pubDate>Senin 16 April 2012 11:56 WIB</pubDate><dc:creator>Wildan Topan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/04/16/527/612260/melLYHaxcr.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Logo LKS SMU (Foto: kusdiyono.wordpress.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/04/16/527/612260/melLYHaxcr.jpg</image><title>Logo LKS SMU (Foto: kusdiyono.wordpress.com)</title></images><description>SUKABUMI- Belum habis permasalahan Lembar Kerja Siswa (LKS) yang menyebut &amp;ldquo;Istri Simpanan&amp;rdquo;, kini dunia pendidikan digemparkan dengan penggantian ideologi Indonesia dari Pancasila menjadi Komunis di dalam LKS.Ini dibuktikan dengan penemuan LKS khusus untuk Sekolah Menengah Umum (SMU) di Sukabumi, Jawa Barat, oleh Didin Jamaludin, Guru Pendidikan Kewarganegaraan SMU Negeri Parakansalak, Senin (16/4/2012).Dia mengatakan, temuan itu pertama kali terlihat saat mengecek buku LKS pegangan guru beberapa waktu lalu. Dalam lembar soal itu terdapat kalimat yang menyatakan &quot;Indonesia mengembangkan sendiri ideologi yang dinilai tepat dengan kondisi bangsa Indonesia yang dinamanya komunis&amp;rdquo;Mendapatkan hal tersebut, Didin melaporkan kasus ini kepada pihak distributor di sukabumi dari penerbit CV Media Karya Putra yang beralamat di Kartasura, Jawa Tengah.Nahasnya, hingga berbulan-bulan keluhan itu sama sekali tidak ditanggapi. Khawatir beredar LKS tersebut membuat keresahan, dirinya akhirnya melaporkan kasus ini kepada pihak sekolah dan dinas pendidikan.Sementara itu, Tatang Sultoni, pengamat sekaligus praktisi pendidikan yang juga dosen pendidikan kewarganegaraan di Sukabumi, Jawa Barat, mengaku peredaran ini dapat menjadi keresahan di kalangan pendidikan.Rencananya, peredaraan buku yang telah dimiliki hampir seratus siswa ini akan ditarik pihak sekolah, namun penarikan tertunda karena sekolah tengah melakukan Ujian Negara.</description><content:encoded>SUKABUMI- Belum habis permasalahan Lembar Kerja Siswa (LKS) yang menyebut &amp;ldquo;Istri Simpanan&amp;rdquo;, kini dunia pendidikan digemparkan dengan penggantian ideologi Indonesia dari Pancasila menjadi Komunis di dalam LKS.Ini dibuktikan dengan penemuan LKS khusus untuk Sekolah Menengah Umum (SMU) di Sukabumi, Jawa Barat, oleh Didin Jamaludin, Guru Pendidikan Kewarganegaraan SMU Negeri Parakansalak, Senin (16/4/2012).Dia mengatakan, temuan itu pertama kali terlihat saat mengecek buku LKS pegangan guru beberapa waktu lalu. Dalam lembar soal itu terdapat kalimat yang menyatakan &quot;Indonesia mengembangkan sendiri ideologi yang dinilai tepat dengan kondisi bangsa Indonesia yang dinamanya komunis&amp;rdquo;Mendapatkan hal tersebut, Didin melaporkan kasus ini kepada pihak distributor di sukabumi dari penerbit CV Media Karya Putra yang beralamat di Kartasura, Jawa Tengah.Nahasnya, hingga berbulan-bulan keluhan itu sama sekali tidak ditanggapi. Khawatir beredar LKS tersebut membuat keresahan, dirinya akhirnya melaporkan kasus ini kepada pihak sekolah dan dinas pendidikan.Sementara itu, Tatang Sultoni, pengamat sekaligus praktisi pendidikan yang juga dosen pendidikan kewarganegaraan di Sukabumi, Jawa Barat, mengaku peredaran ini dapat menjadi keresahan di kalangan pendidikan.Rencananya, peredaraan buku yang telah dimiliki hampir seratus siswa ini akan ditarik pihak sekolah, namun penarikan tertunda karena sekolah tengah melakukan Ujian Negara.</content:encoded></item></channel></rss>
