<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ibu Guru SD Bobol BRI Rp1 Miliar Lebih</title><description>Empat guru SD membobol BRI dengan cara memalsukan surat. BRI mengalami kerugian  Rp1 miliar lebih.</description><link>https://news.okezone.com/read/2012/04/18/340/613593/ibu-guru-sd-bobol-bri-rp1-miliar-lebih</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2012/04/18/340/613593/ibu-guru-sd-bobol-bri-rp1-miliar-lebih"/><item><title>Ibu Guru SD Bobol BRI Rp1 Miliar Lebih</title><link>https://news.okezone.com/read/2012/04/18/340/613593/ibu-guru-sd-bobol-bri-rp1-miliar-lebih</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2012/04/18/340/613593/ibu-guru-sd-bobol-bri-rp1-miliar-lebih</guid><pubDate>Rabu 18 April 2012 09:38 WIB</pubDate><dc:creator>Munir Kumar</dc:creator><media:content url="https://e.okezone.com/error.png" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://e.okezone.com/error.png</image><title></title></images><description>KONAWE - Empat guru membobol Bank Rakyat Indonesia (BRI) di Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, dengan cara memalsukan surat. BRI mengalami kerugian Rp1 miliar lebih.Empat guru sekolah dasar (SD) berinisial RS, NR, HS, dan SR, ditangkap petugas Polres Konawe pada Selasa sore kemarin.Keterangan yang dihimpun, para guru itu dilaporkan ke polisi setelah membuat surat keputusan (SK) guru palsu sebanyak 21 rangkap. Nama-nama yang tercantum dalam SK tersebut ternyata tidak berprofesi sebagai guru.Berbekal 21 SK palsu itu, pelaku kemudian mengajukan kredit ke BRI cabang Unaha, Konawe. Untuk memuluskan pengajuan kredit, mereka melibatkan seorang pria bendahara kecamatan berinisial PT.Kepada petugas bank, PT meyakinkan pihak BRI bahwa 21 orang yang telah mengajukan kredit sudah terdaftar sebagai guru di kecamatan tempat dia bekerja.PT beberapa kali menemui pihak bank agar kredit segera dicairkan. Dia mengaku bertanggung jawab atas angsuran nasabah setiap bulan. Pihak BRI pun mengabulkan permintaan PT dan mencairkan dana kredit tiga bulan lalu.Guna meyakinkan petugas bank, PT juga melakukan dua kali pembayaran angsuran bagi 21 nasabah.Peristiwa ini terungkap setelah BRI cabang Unaha mendapat perintah dari atasanya untuk mengecek semua SK guru yang ada di badan kepegawaian daerah (BKD) setempat. Hasilnya, 21 SK tidak terdaftar di Pemerintah Kabupaten Konawe sehingga pihak BRI melaporkan kasus ini ke polisi.Empa guru SD itu mengakui telah memalsukan surat di depan penyidik. Uang tersebut dibagi untuk empat ibu guru sindikat pemalsu SK itu serta bendahara kecamatan.Akibat kasus penipuan ini, BRI cabang Unaha menderita kerugian sebesar Rp1,047 miliar.Lima orang yang sudah ditetapkan sebagai tersangka itu kini mendekam di sel tahanan Mapolres Konawe untuk mempertanggungjawabkan perbuatan mereka.</description><content:encoded>KONAWE - Empat guru membobol Bank Rakyat Indonesia (BRI) di Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, dengan cara memalsukan surat. BRI mengalami kerugian Rp1 miliar lebih.Empat guru sekolah dasar (SD) berinisial RS, NR, HS, dan SR, ditangkap petugas Polres Konawe pada Selasa sore kemarin.Keterangan yang dihimpun, para guru itu dilaporkan ke polisi setelah membuat surat keputusan (SK) guru palsu sebanyak 21 rangkap. Nama-nama yang tercantum dalam SK tersebut ternyata tidak berprofesi sebagai guru.Berbekal 21 SK palsu itu, pelaku kemudian mengajukan kredit ke BRI cabang Unaha, Konawe. Untuk memuluskan pengajuan kredit, mereka melibatkan seorang pria bendahara kecamatan berinisial PT.Kepada petugas bank, PT meyakinkan pihak BRI bahwa 21 orang yang telah mengajukan kredit sudah terdaftar sebagai guru di kecamatan tempat dia bekerja.PT beberapa kali menemui pihak bank agar kredit segera dicairkan. Dia mengaku bertanggung jawab atas angsuran nasabah setiap bulan. Pihak BRI pun mengabulkan permintaan PT dan mencairkan dana kredit tiga bulan lalu.Guna meyakinkan petugas bank, PT juga melakukan dua kali pembayaran angsuran bagi 21 nasabah.Peristiwa ini terungkap setelah BRI cabang Unaha mendapat perintah dari atasanya untuk mengecek semua SK guru yang ada di badan kepegawaian daerah (BKD) setempat. Hasilnya, 21 SK tidak terdaftar di Pemerintah Kabupaten Konawe sehingga pihak BRI melaporkan kasus ini ke polisi.Empa guru SD itu mengakui telah memalsukan surat di depan penyidik. Uang tersebut dibagi untuk empat ibu guru sindikat pemalsu SK itu serta bendahara kecamatan.Akibat kasus penipuan ini, BRI cabang Unaha menderita kerugian sebesar Rp1,047 miliar.Lima orang yang sudah ditetapkan sebagai tersangka itu kini mendekam di sel tahanan Mapolres Konawe untuk mempertanggungjawabkan perbuatan mereka.</content:encoded></item></channel></rss>
