<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ali Masykur Musa Turun ke Sawah </title><description>Jenuh dengan rutinitas di Ibu Kota, anggota BPK Ali Masykur Musa turun  ke sawah. Dia menanam padi di Kampung Ragas Masigit, Desa Ragas,  Kecamatan Carenang, Kabupaten, Serang, Provinsi Banten, Jumat  (20/4/2012).</description><link>https://news.okezone.com/read/2012/04/20/337/614980/ali-masykur-musa-turun-ke-sawah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2012/04/20/337/614980/ali-masykur-musa-turun-ke-sawah"/><item><title>Ali Masykur Musa Turun ke Sawah </title><link>https://news.okezone.com/read/2012/04/20/337/614980/ali-masykur-musa-turun-ke-sawah</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2012/04/20/337/614980/ali-masykur-musa-turun-ke-sawah</guid><pubDate>Jum'at 20 April 2012 07:04 WIB</pubDate><dc:creator>Muhammad Saifullah </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/04/20/337/614980/iXfkURbLWP.JPG" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/04/20/337/614980/iXfkURbLWP.JPG</image><title></title></images><description>JAKARTA - Jenuh dengan rutinitas di Ibu Kota, anggota BPK Ali Masykur Musa turun ke sawah. Dia menanam padi di Kampung Ragas Masigit, Desa Ragas, Kecamatan Carenang, Kabupaten, Serang, Provinsi Banten, Jumat (20/4/2012).Namun turunnya Ali Masykur ke sawah bukan sekadar untuk melepaskan penat, melainkan dalam rangka melaksanakan program Ikatan Sarjana Nahdatul Ulama (ISNU) yang dipimpinnya. Padi yang ditanamnya merupakan simbolisasi penanaman serentak di lahan seluas 60 hektar.&amp;ldquo;Program ISNU ini langsung menyentuh masyarakat bawah, yaitu petani. Program menanam padi ini juga akan dilakukan di sejumlah daerah lain, di antaranya di Indramayu dan Jember,&amp;rdquo; kata Ketua Umum ISNU, Ali Masykur Musa dalam keterangannya, Jumat (20/4/2012).Program menanam padi ini terlaksana atas kerjasama ISNU dengan Sang Hyang Seri dalam rangka menyukseskan Gerakan Peningkatan Produksi Pangan Berbasis Korporasi (GP3K). &amp;ldquo;Ini awal dari kegiatan ISNU yang akan disusul dengan program-program lain,&amp;rdquo; katanya.Sementara itu, salah satu Ketua ISNU, Nur Hasan mengatakan lahan yang ditanami padi oleh ISNU di Serang cukup luas, yaitu 60 hektar. &amp;ldquo;Ini terkait dengan program Kementerian BUMN yang saat ini tengah mengembangkan GP3K dengan melakukan intensifikasi ekstensifikasi atau perluasan lahan,&amp;rdquo; jelasnya.Pria asal Lumajang ini mengatakan, pemerintah melalui Kementerian BUMN berencana mencetak lahan baru seluas 100.000 hektar mulai tahun ini hingga 2014. &amp;ldquo;Ini untuk menggenjot produksi beras dan guna mencetak lahan baru tersebut dibutuhkan anggaran sebesar Rp9,5 triliun,&amp;rdquo; jelasnya.Lebih lanjut, Nur Hasan menambahkan, saat ini banyak lahan pertanian tidak dikelola dengan baik dan ditelantarkan, sehingga diperlukan rekondisi dari lahan pertanian. Selain itu, juga perlu dilakukan perluasan lahan agar produktivitas petani menjadi lebih tinggi, minimal di atas rata-rata nasional.&amp;ldquo;Melalui pelaksanaan program ini, diharapkan dapat meningkatkan hasil pertanian, membuka lapangan kerja baru untuk tenaga kerja pertanian, dan menekan laju alih fungsi lahan,&amp;rdquo; jelasnya.Acara penanaman padi diawali dengan potong tumpeng dan selamatan untuk kesuksesan program tersebut. Usai melakukan penanaman padi, ISNU memberikan bantuan alat pengairan dan MCK untuk masyarakat setempat. Selain itu, ISNU juga menggelar pengajian dan ceramah agama yang dihadiri tokoh masyarakat setempat. </description><content:encoded>JAKARTA - Jenuh dengan rutinitas di Ibu Kota, anggota BPK Ali Masykur Musa turun ke sawah. Dia menanam padi di Kampung Ragas Masigit, Desa Ragas, Kecamatan Carenang, Kabupaten, Serang, Provinsi Banten, Jumat (20/4/2012).Namun turunnya Ali Masykur ke sawah bukan sekadar untuk melepaskan penat, melainkan dalam rangka melaksanakan program Ikatan Sarjana Nahdatul Ulama (ISNU) yang dipimpinnya. Padi yang ditanamnya merupakan simbolisasi penanaman serentak di lahan seluas 60 hektar.&amp;ldquo;Program ISNU ini langsung menyentuh masyarakat bawah, yaitu petani. Program menanam padi ini juga akan dilakukan di sejumlah daerah lain, di antaranya di Indramayu dan Jember,&amp;rdquo; kata Ketua Umum ISNU, Ali Masykur Musa dalam keterangannya, Jumat (20/4/2012).Program menanam padi ini terlaksana atas kerjasama ISNU dengan Sang Hyang Seri dalam rangka menyukseskan Gerakan Peningkatan Produksi Pangan Berbasis Korporasi (GP3K). &amp;ldquo;Ini awal dari kegiatan ISNU yang akan disusul dengan program-program lain,&amp;rdquo; katanya.Sementara itu, salah satu Ketua ISNU, Nur Hasan mengatakan lahan yang ditanami padi oleh ISNU di Serang cukup luas, yaitu 60 hektar. &amp;ldquo;Ini terkait dengan program Kementerian BUMN yang saat ini tengah mengembangkan GP3K dengan melakukan intensifikasi ekstensifikasi atau perluasan lahan,&amp;rdquo; jelasnya.Pria asal Lumajang ini mengatakan, pemerintah melalui Kementerian BUMN berencana mencetak lahan baru seluas 100.000 hektar mulai tahun ini hingga 2014. &amp;ldquo;Ini untuk menggenjot produksi beras dan guna mencetak lahan baru tersebut dibutuhkan anggaran sebesar Rp9,5 triliun,&amp;rdquo; jelasnya.Lebih lanjut, Nur Hasan menambahkan, saat ini banyak lahan pertanian tidak dikelola dengan baik dan ditelantarkan, sehingga diperlukan rekondisi dari lahan pertanian. Selain itu, juga perlu dilakukan perluasan lahan agar produktivitas petani menjadi lebih tinggi, minimal di atas rata-rata nasional.&amp;ldquo;Melalui pelaksanaan program ini, diharapkan dapat meningkatkan hasil pertanian, membuka lapangan kerja baru untuk tenaga kerja pertanian, dan menekan laju alih fungsi lahan,&amp;rdquo; jelasnya.Acara penanaman padi diawali dengan potong tumpeng dan selamatan untuk kesuksesan program tersebut. Usai melakukan penanaman padi, ISNU memberikan bantuan alat pengairan dan MCK untuk masyarakat setempat. Selain itu, ISNU juga menggelar pengajian dan ceramah agama yang dihadiri tokoh masyarakat setempat. </content:encoded></item></channel></rss>
