<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Harusnya Jadi Teladan, TNI-Polri Malah 'Tawuran'</title><description>Alih-alih menjaga keamanan dan ketertiban, mereka malah berbuat onar.  Aksi ini tak menutup kemungkinan menginspirasi rakyat untuk berbuat hal  serupa.</description><link>https://news.okezone.com/read/2012/04/23/337/616636/harusnya-jadi-teladan-tni-polri-malah-tawuran</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2012/04/23/337/616636/harusnya-jadi-teladan-tni-polri-malah-tawuran"/><item><title>Harusnya Jadi Teladan, TNI-Polri Malah 'Tawuran'</title><link>https://news.okezone.com/read/2012/04/23/337/616636/harusnya-jadi-teladan-tni-polri-malah-tawuran</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2012/04/23/337/616636/harusnya-jadi-teladan-tni-polri-malah-tawuran</guid><pubDate>Senin 23 April 2012 12:50 WIB</pubDate><dc:creator>Tegar Arief Fadly</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/04/23/337/616636/ipZ3RER0PA.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Dok Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/04/23/337/616636/ipZ3RER0PA.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: Dok Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Pertunjukan kekerasan yang dipertontonkan personel Brimob Polri dan prajurit Kostrad TNI di Gorontalo menunjukkan betapa aparat keamanan belum menjalankan fungsinya dengan baik dan benar.
&amp;nbsp;
Alih-alih menjaga keamanan dan ketertiban, mereka malah berbuat onar. Aksi ini tak menutup kemungkinan menginspirasi rakyat untuk berbuat hal serupa.
&amp;nbsp;
&quot;Bentrok itu akan memberikan pembelajaran negatif bagi masyarakat. Ini juga menunjukkan kegagalan pimpinan kesatuan menjaga persatuan dan kesatuan antar kesatuan,&quot; ujar Wakil Ketua Komisi III DPR Nasir Djamil kepada wartawan di Gedung DPR, Jakarta, Senin (23/04/2012).
&amp;nbsp;
Karena itu Komisi III DPR meminta agar insiden bentrok antara Kostrad dan Brimob di Gorontalo ditangani secara serius. Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini, curiga konflik tersebut terjadi karena perebutan lahan bisnis.
&amp;nbsp;
&quot;Biasanya asal muasal bentrok karena berebut &quot;lahan rezeki&quot;. Tentukan sebagai pimpinan komisi III, kami sangat menyesalkan dan meyayangkan kejadian itu,&quot; imbuh Nasir.
&amp;nbsp;
Untuk itu, Nasir menyarankan agar dilakukan pemecatan terhadap siapapun yang terbukti bersalah. &quot;Saya menyarankan pimpinan Kostrad dan Brimob di Gorontalo dievaluasi. Jika ada kelalaian atau berebut &quot;lahan rezeki&quot; segera copot,&quot; tandasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Pertunjukan kekerasan yang dipertontonkan personel Brimob Polri dan prajurit Kostrad TNI di Gorontalo menunjukkan betapa aparat keamanan belum menjalankan fungsinya dengan baik dan benar.
&amp;nbsp;
Alih-alih menjaga keamanan dan ketertiban, mereka malah berbuat onar. Aksi ini tak menutup kemungkinan menginspirasi rakyat untuk berbuat hal serupa.
&amp;nbsp;
&quot;Bentrok itu akan memberikan pembelajaran negatif bagi masyarakat. Ini juga menunjukkan kegagalan pimpinan kesatuan menjaga persatuan dan kesatuan antar kesatuan,&quot; ujar Wakil Ketua Komisi III DPR Nasir Djamil kepada wartawan di Gedung DPR, Jakarta, Senin (23/04/2012).
&amp;nbsp;
Karena itu Komisi III DPR meminta agar insiden bentrok antara Kostrad dan Brimob di Gorontalo ditangani secara serius. Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini, curiga konflik tersebut terjadi karena perebutan lahan bisnis.
&amp;nbsp;
&quot;Biasanya asal muasal bentrok karena berebut &quot;lahan rezeki&quot;. Tentukan sebagai pimpinan komisi III, kami sangat menyesalkan dan meyayangkan kejadian itu,&quot; imbuh Nasir.
&amp;nbsp;
Untuk itu, Nasir menyarankan agar dilakukan pemecatan terhadap siapapun yang terbukti bersalah. &quot;Saya menyarankan pimpinan Kostrad dan Brimob di Gorontalo dievaluasi. Jika ada kelalaian atau berebut &quot;lahan rezeki&quot; segera copot,&quot; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
