<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Masih Diaudit BPK, Proyek Fasilitas DPR Terhenti </title><description>Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) saat ini telah melakukan audit terhadap  keuangan Kesekretariatan DPR. </description><link>https://news.okezone.com/read/2012/04/23/339/616489/masih-diaudit-bpk-proyek-fasilitas-dpr-terhenti</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2012/04/23/339/616489/masih-diaudit-bpk-proyek-fasilitas-dpr-terhenti"/><item><title>Masih Diaudit BPK, Proyek Fasilitas DPR Terhenti </title><link>https://news.okezone.com/read/2012/04/23/339/616489/masih-diaudit-bpk-proyek-fasilitas-dpr-terhenti</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2012/04/23/339/616489/masih-diaudit-bpk-proyek-fasilitas-dpr-terhenti</guid><pubDate>Senin 23 April 2012 10:27 WIB</pubDate><dc:creator>Tegar Arief Fadly</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/04/23/339/616489/5W2EIz59HL.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/04/23/339/616489/5W2EIz59HL.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: okezone)</title></images><description>JAKARTA - Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) saat ini telah melakukan audit terhadap keuangan Kesekretariatan DPR. Audit dilakukan pascapembangunan atau renovasi ruang Badan Anggaran (Banggar) yang menghabiskan biaya Rp20,3 miliar. Biaya sebesar itu karena DPR sengaja mendatangkan kursi dari luar negeri di ruangan tersebut. Tidak hanya kursi pengganti ruang Banggar, DPR juga menghentikan atau menunda pembangunan renovasi beberapa tempat di DPR seperti toilet dan pembangunan lahan parkir. Kemungkinan besar, pembangunan tersebut ditunda karena menunggu penyelesaian audit yang dilakukan oleh BPK.&quot;Iya audit BPK belum selesai,&quot; kata Sekjen DPR Nining Indrasaleh kepada wartawan di DPR, Jakarta, Senin (23/04/2012).Sejumlah toilet di DPR terkesan dibiarkan rusak tanpa renovasi. Seperti terlihat toilet di lantai 1 Gedung Nusantara III DPR yang masih rusak dengan tulisan 'sedang diperbaiki'. Biaya renovasi toilet DPR senilai Rp2 miliar seolah sulit dikucurkan sebelum audit BPK rampung. Selain itu, pembangunan parkiran motor di komplek DPR juga belum selesai hingga saat ini. Padahal sudah lebih dari 6 bulan proyek ini berjalan.Satu-satunya proyek yang selesai adalah pembangunan pagar gedung DPR yang roboh karena demonstran penolakan kenaikan harga BBM beberapa waktu lalu.</description><content:encoded>JAKARTA - Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) saat ini telah melakukan audit terhadap keuangan Kesekretariatan DPR. Audit dilakukan pascapembangunan atau renovasi ruang Badan Anggaran (Banggar) yang menghabiskan biaya Rp20,3 miliar. Biaya sebesar itu karena DPR sengaja mendatangkan kursi dari luar negeri di ruangan tersebut. Tidak hanya kursi pengganti ruang Banggar, DPR juga menghentikan atau menunda pembangunan renovasi beberapa tempat di DPR seperti toilet dan pembangunan lahan parkir. Kemungkinan besar, pembangunan tersebut ditunda karena menunggu penyelesaian audit yang dilakukan oleh BPK.&quot;Iya audit BPK belum selesai,&quot; kata Sekjen DPR Nining Indrasaleh kepada wartawan di DPR, Jakarta, Senin (23/04/2012).Sejumlah toilet di DPR terkesan dibiarkan rusak tanpa renovasi. Seperti terlihat toilet di lantai 1 Gedung Nusantara III DPR yang masih rusak dengan tulisan 'sedang diperbaiki'. Biaya renovasi toilet DPR senilai Rp2 miliar seolah sulit dikucurkan sebelum audit BPK rampung. Selain itu, pembangunan parkiran motor di komplek DPR juga belum selesai hingga saat ini. Padahal sudah lebih dari 6 bulan proyek ini berjalan.Satu-satunya proyek yang selesai adalah pembangunan pagar gedung DPR yang roboh karena demonstran penolakan kenaikan harga BBM beberapa waktu lalu.</content:encoded></item></channel></rss>
