<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>DPP Imbau Kader PDIP Tak Terjebak Polemik Capres</title><description>Petinggi PDI Perjuangan belajar dari konflik internal di Partai Golkar yang dipicu isu pengusungan calon presiden.</description><link>https://news.okezone.com/read/2012/04/23/339/616528/dpp-imbau-kader-pdip-tak-terjebak-polemik-capres</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2012/04/23/339/616528/dpp-imbau-kader-pdip-tak-terjebak-polemik-capres"/><item><title>DPP Imbau Kader PDIP Tak Terjebak Polemik Capres</title><link>https://news.okezone.com/read/2012/04/23/339/616528/dpp-imbau-kader-pdip-tak-terjebak-polemik-capres</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2012/04/23/339/616528/dpp-imbau-kader-pdip-tak-terjebak-polemik-capres</guid><pubDate>Senin 23 April 2012 11:08 WIB</pubDate><dc:creator>Tegar Arief Fadly</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/04/23/339/616528/ux0KXRX1Va.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Tjahjo Kumolo (Foto: Dok Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/04/23/339/616528/ux0KXRX1Va.jpg</image><title>Tjahjo Kumolo (Foto: Dok Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Petinggi PDI Perjuangan belajar dari konflik internal di Partai Golkar yang dipicu isu pengusungan calon presiden. Jangan sampai situasi serupa terjadi di partai berlambang banteng moncong putih itu.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Saya mengimbau seluruh kader dan simpatisan PDI Perjuangan wajib menjaga soliditas partai, bekerja keras untuk rakyat, dan menghindari polemik capres serta cawapres yang berpotensi memecah belah partai,&quot; seru Sekretaris Jenderal PDIP Tjahjo Kumolo saat dihubungi wartawan di DPR, Jakarta, Senin (23/04/2012).
&amp;nbsp;
Isu PDI Perjuangan akan mengusung calon selain Megawati Soekarnoputri mulai muncul akhir-akhir ini. Meski calon lain yang digadang-gadang adalah Puan Maharani, situasi ini bisa memunculkan gejolak di internal partai. Sebab masih banyak kader dan simpatisan PDIP yang menginginkan Mega kembali berlaga di Pilpres 2014.
&amp;nbsp;
Tjahjo sendiri ketika dikonfirmasi mengenai hal ini menyatakan kandidat yang akan diusung oleh partainya dalam Pilpres 2014 mendatang tergantung pada keputusan ketua umum, sebagaimana diamanatkan dalam Rakernas PDIP di Bandung.
&amp;nbsp;
&quot;Pengambilan keputusan diserahkan beliau. Kewenangan yang diberikan kepada Ibu Megawati merupakan keputusan Rakernas PDIP&amp;nbsp;di Bandung pada 12-14 Desember 2011,&quot; ungkapnya.
&amp;nbsp;
Menurut Tjahjo, tidak tertutup kemungkinan Megawati akan kembali maju sebagai capres atau bisa juga Puan Maharani. Semua tergantung pada iklim politik yang ada. &quot;Soal Ibu Mega akan maju kembali atau tidak sebagai capres pada Pemilu 2014 ya kita tunggu saja momentumnya. Dalam arti, bisa Ibu Mega sebagai&amp;nbsp;capres atau figur lainnya, seperti&amp;nbsp; Mbak Puan yang akan jadi kandidat PDI Perjuangan,&quot; imbuhnya.
&amp;nbsp;
Tjahjo menambahkan, partainya akan tetap menjadikan hasil survei sebagai pertimbangan mengusung calon presiden. &quot;Faktor hasil survei menjadi salah satu pertimbangan di samping pertimbangan keputusan&amp;nbsp; politik partai tentunya,&quot; sambungnya.
&amp;nbsp;
Kendati demikian Tjahjo belum dapat memastikan kapan partainya akan menentukan siapa figur yang akan diusung dalam Pilpres 2014. &quot;Adapun waktu momentumnya melihat dinamika politik nasional yang tepat, bisa sebelum atau sesudah Pemilu Anggota DPR, DPD, DPRD 2014, dan bisa mandiri atau koalisi,&quot; tandasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Petinggi PDI Perjuangan belajar dari konflik internal di Partai Golkar yang dipicu isu pengusungan calon presiden. Jangan sampai situasi serupa terjadi di partai berlambang banteng moncong putih itu.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Saya mengimbau seluruh kader dan simpatisan PDI Perjuangan wajib menjaga soliditas partai, bekerja keras untuk rakyat, dan menghindari polemik capres serta cawapres yang berpotensi memecah belah partai,&quot; seru Sekretaris Jenderal PDIP Tjahjo Kumolo saat dihubungi wartawan di DPR, Jakarta, Senin (23/04/2012).
&amp;nbsp;
Isu PDI Perjuangan akan mengusung calon selain Megawati Soekarnoputri mulai muncul akhir-akhir ini. Meski calon lain yang digadang-gadang adalah Puan Maharani, situasi ini bisa memunculkan gejolak di internal partai. Sebab masih banyak kader dan simpatisan PDIP yang menginginkan Mega kembali berlaga di Pilpres 2014.
&amp;nbsp;
Tjahjo sendiri ketika dikonfirmasi mengenai hal ini menyatakan kandidat yang akan diusung oleh partainya dalam Pilpres 2014 mendatang tergantung pada keputusan ketua umum, sebagaimana diamanatkan dalam Rakernas PDIP di Bandung.
&amp;nbsp;
&quot;Pengambilan keputusan diserahkan beliau. Kewenangan yang diberikan kepada Ibu Megawati merupakan keputusan Rakernas PDIP&amp;nbsp;di Bandung pada 12-14 Desember 2011,&quot; ungkapnya.
&amp;nbsp;
Menurut Tjahjo, tidak tertutup kemungkinan Megawati akan kembali maju sebagai capres atau bisa juga Puan Maharani. Semua tergantung pada iklim politik yang ada. &quot;Soal Ibu Mega akan maju kembali atau tidak sebagai capres pada Pemilu 2014 ya kita tunggu saja momentumnya. Dalam arti, bisa Ibu Mega sebagai&amp;nbsp;capres atau figur lainnya, seperti&amp;nbsp; Mbak Puan yang akan jadi kandidat PDI Perjuangan,&quot; imbuhnya.
&amp;nbsp;
Tjahjo menambahkan, partainya akan tetap menjadikan hasil survei sebagai pertimbangan mengusung calon presiden. &quot;Faktor hasil survei menjadi salah satu pertimbangan di samping pertimbangan keputusan&amp;nbsp; politik partai tentunya,&quot; sambungnya.
&amp;nbsp;
Kendati demikian Tjahjo belum dapat memastikan kapan partainya akan menentukan siapa figur yang akan diusung dalam Pilpres 2014. &quot;Adapun waktu momentumnya melihat dinamika politik nasional yang tepat, bisa sebelum atau sesudah Pemilu Anggota DPR, DPD, DPRD 2014, dan bisa mandiri atau koalisi,&quot; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
