<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Penyebab 'Panas-Dingin' Hubungan TNI-Polri </title><description>Cerita mengenai bentrokan antara anggota TNI dengan Polri bukanlah hal  yang baru. Hubungan kedua institusi tersebut kerap panas-dingin,  terutama sejak Polri pisah dari TNI per 1 April 1999.</description><link>https://news.okezone.com/read/2012/04/23/340/616380/penyebab-panas-dingin-hubungan-tni-polri</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2012/04/23/340/616380/penyebab-panas-dingin-hubungan-tni-polri"/><item><title>Penyebab 'Panas-Dingin' Hubungan TNI-Polri </title><link>https://news.okezone.com/read/2012/04/23/340/616380/penyebab-panas-dingin-hubungan-tni-polri</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2012/04/23/340/616380/penyebab-panas-dingin-hubungan-tni-polri</guid><pubDate>Senin 23 April 2012 07:19 WIB</pubDate><dc:creator>Stefanus Yugo Hindarto</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/04/23/340/616380/AG3JnX9Vtn.jpg" expression="full" type="image/jpeg">ilustrasi (Foto:Ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/04/23/340/616380/AG3JnX9Vtn.jpg</image><title>ilustrasi (Foto:Ist)</title></images><description>JAKARTA- Cerita mengenai bentrokan antara anggota TNI dengan Polri bukanlah hal yang baru. Hubungan kedua institusi tersebut kerap panas-dingin, terutama sejak Polri pisah dari TNI per 1 April 1999.Untuk diketahui, Polri secara resmi berpisah dengan TNI sejak 1 April 1999. Namun, Polri tak secara langsung berdiri sendiri. Selama setahun, sejak 1999 hingga 2000 Polri dikelola Departemen Pertahanan (Dephan). Barulah sejak 1 Juli 2000, Polri resmi berpisah dari Dephan dan tertuang dalam Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 89/2000 tertanggal 1 Juli 2000.Sejak periode tersebut, hubungan TNI-Polri kerap panas-dingin. Anggota Polri-TNI di Lapangansering diberitakan terlibat bentrok. Terakhir, Anggota Brimob Polda Gorontalo dan Satuan Yonif 221 Kostrad terlibat bentrok, Minggu 22 April 2012.Belum diketahui penyebab pasti bentrokan tersebut. TNI-Polri berencana untuk membentuk tim gabungan untuk menyelidiki kasus tersebut. Namun, menurut pengamat Kepolisian, Bambang Widodo Umar, hubungan antara TNI-Polri memang agak sedikit berubah sejak pemisahan TNI-Polri dari Angkatan Bersenjata Republik Indonesia(ABRI). Apa penyebabnya?Kata Bambang, faktor kecemburuan merupakan faktor penyebab panas-dinginnya hubungan TNI. &amp;ldquo;Sejak Polri dipisah, memang ada sedikit kecemburuan. Pasalnya, TNI hingga saat ini belum jelas. Misalkan, kata presiden, TNI bertugas mengamankan proyek-proyek vital namun, tidak dijelaskan secara rinci berapa jumlah personel yang menjaga, atau bagaimana tugasnya, itu belum jelas sampai sekarang,&amp;rdquo; kata Bambang kepada okezone, Minggu (22/4/2012).Belum lagi, kata Bambang, saat ini polisi memegang peranan dalam keamanan dalam negeri, dan TNI memegang pertahanan. &amp;ldquo;Tapi, banyak tugas polisi yang tidak beres, seperti maraknya pungli. Polisi langsung bersentuhan dengan masyarakat, tapi TNI tidak. Belum lagi masalah kesejahteraan, TNI hanya mengandalkan gaji. Akibatnya terjadi kecemburuan,&amp;rdquo; katanya.Seharusnya, kata Bambang, Polisi jangan bermewah-mewahan, hidup saja sedehana. Polisi harus membalikan citranya, sehingga tidak menimbulkan kesenjangan. &amp;ldquo;Persoalan bentrokan itu harus segera diatasi oleh masing-masing petinggi, baik TNI maupun Polri, agar ke depannya tidak terjadi hal serupa,&amp;rdquo; katanya.</description><content:encoded>JAKARTA- Cerita mengenai bentrokan antara anggota TNI dengan Polri bukanlah hal yang baru. Hubungan kedua institusi tersebut kerap panas-dingin, terutama sejak Polri pisah dari TNI per 1 April 1999.Untuk diketahui, Polri secara resmi berpisah dengan TNI sejak 1 April 1999. Namun, Polri tak secara langsung berdiri sendiri. Selama setahun, sejak 1999 hingga 2000 Polri dikelola Departemen Pertahanan (Dephan). Barulah sejak 1 Juli 2000, Polri resmi berpisah dari Dephan dan tertuang dalam Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 89/2000 tertanggal 1 Juli 2000.Sejak periode tersebut, hubungan TNI-Polri kerap panas-dingin. Anggota Polri-TNI di Lapangansering diberitakan terlibat bentrok. Terakhir, Anggota Brimob Polda Gorontalo dan Satuan Yonif 221 Kostrad terlibat bentrok, Minggu 22 April 2012.Belum diketahui penyebab pasti bentrokan tersebut. TNI-Polri berencana untuk membentuk tim gabungan untuk menyelidiki kasus tersebut. Namun, menurut pengamat Kepolisian, Bambang Widodo Umar, hubungan antara TNI-Polri memang agak sedikit berubah sejak pemisahan TNI-Polri dari Angkatan Bersenjata Republik Indonesia(ABRI). Apa penyebabnya?Kata Bambang, faktor kecemburuan merupakan faktor penyebab panas-dinginnya hubungan TNI. &amp;ldquo;Sejak Polri dipisah, memang ada sedikit kecemburuan. Pasalnya, TNI hingga saat ini belum jelas. Misalkan, kata presiden, TNI bertugas mengamankan proyek-proyek vital namun, tidak dijelaskan secara rinci berapa jumlah personel yang menjaga, atau bagaimana tugasnya, itu belum jelas sampai sekarang,&amp;rdquo; kata Bambang kepada okezone, Minggu (22/4/2012).Belum lagi, kata Bambang, saat ini polisi memegang peranan dalam keamanan dalam negeri, dan TNI memegang pertahanan. &amp;ldquo;Tapi, banyak tugas polisi yang tidak beres, seperti maraknya pungli. Polisi langsung bersentuhan dengan masyarakat, tapi TNI tidak. Belum lagi masalah kesejahteraan, TNI hanya mengandalkan gaji. Akibatnya terjadi kecemburuan,&amp;rdquo; katanya.Seharusnya, kata Bambang, Polisi jangan bermewah-mewahan, hidup saja sedehana. Polisi harus membalikan citranya, sehingga tidak menimbulkan kesenjangan. &amp;ldquo;Persoalan bentrokan itu harus segera diatasi oleh masing-masing petinggi, baik TNI maupun Polri, agar ke depannya tidak terjadi hal serupa,&amp;rdquo; katanya.</content:encoded></item></channel></rss>
