<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Waketum Golkar: Konvensi, Money Politics-nya Gila-gilaan</title><description>Partai Golkar memilih menggunakan metode survei ketimbang konvensi guna  menentukan siapa yang memperoleh 'tiket' calon presiden dalam Pemilu  2014. Hal itu karena pengalaman masa lalu Partai Golkar.</description><link>https://news.okezone.com/read/2012/04/24/339/617610/waketum-golkar-konvensi-money-politics-nya-gila-gilaan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2012/04/24/339/617610/waketum-golkar-konvensi-money-politics-nya-gila-gilaan"/><item><title>Waketum Golkar: Konvensi, Money Politics-nya Gila-gilaan</title><link>https://news.okezone.com/read/2012/04/24/339/617610/waketum-golkar-konvensi-money-politics-nya-gila-gilaan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2012/04/24/339/617610/waketum-golkar-konvensi-money-politics-nya-gila-gilaan</guid><pubDate>Selasa 24 April 2012 15:59 WIB</pubDate><dc:creator>Susi Fatimah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/04/24/339/617610/ztRrPPgLAm.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Agung Laksono (Foto: Koran SI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/04/24/339/617610/ztRrPPgLAm.jpg</image><title>Agung Laksono (Foto: Koran SI)</title></images><description>JAKARTA - Partai Golkar memilih menggunakan metode survei ketimbang konvensi guna menentukan siapa yang memperoleh 'tiket' calon presiden dalam Pemilu 2014. Hal itu karena pengalaman masa lalu Partai Golkar.&quot;Yang pasti sistem konvensi dua kali enggak berhasil, bahkan terkotak-kotak, money politics-nya enggak tahan, parah sekali, gila-gilaan. Makanya kita enggak pakai lagi,&quot; ujar Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Agung Laksono di Kantor Presiden Jakarta, Selasa (24/4/2012).Penggunaan metode survei, lanjut Agung, akan dikukuhkan dalam rapat pimpinan nasional khusus pada Juli mendatang. &quot;Sekarang sistem survei, hasilnya akan dikukuhkan di Rapimnas nanti,&quot; katanya.Terkait dengan menggunakan metode survei yang tidak sesuai tradisi Partai Golkar, Agung mengatakan dengan survei dirasa lebih baik ketimbang sistem konvensi. Selain itu, metode survei juga bukanlah sesuatu yang baru.&quot;Kalau lebih bagus survei, ya pakai survei, karena money politics-nya (konvensi) yang enggak tahan, ngajarin yang enggak benar ke bawah-bawah, makanya enggak usah dech, sudah benar sistem survei,&quot; tegasnya.(ful)</description><content:encoded>JAKARTA - Partai Golkar memilih menggunakan metode survei ketimbang konvensi guna menentukan siapa yang memperoleh 'tiket' calon presiden dalam Pemilu 2014. Hal itu karena pengalaman masa lalu Partai Golkar.&quot;Yang pasti sistem konvensi dua kali enggak berhasil, bahkan terkotak-kotak, money politics-nya enggak tahan, parah sekali, gila-gilaan. Makanya kita enggak pakai lagi,&quot; ujar Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Agung Laksono di Kantor Presiden Jakarta, Selasa (24/4/2012).Penggunaan metode survei, lanjut Agung, akan dikukuhkan dalam rapat pimpinan nasional khusus pada Juli mendatang. &quot;Sekarang sistem survei, hasilnya akan dikukuhkan di Rapimnas nanti,&quot; katanya.Terkait dengan menggunakan metode survei yang tidak sesuai tradisi Partai Golkar, Agung mengatakan dengan survei dirasa lebih baik ketimbang sistem konvensi. Selain itu, metode survei juga bukanlah sesuatu yang baru.&quot;Kalau lebih bagus survei, ya pakai survei, karena money politics-nya (konvensi) yang enggak tahan, ngajarin yang enggak benar ke bawah-bawah, makanya enggak usah dech, sudah benar sistem survei,&quot; tegasnya.(ful)</content:encoded></item></channel></rss>
