<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Video Mesum Mirip Anggota DPR Bisa Bermotif Politik</title><description>Video ini harus segera dikroscek dan dipastikan keasliannya. Jika  memang bukan anak Carolis, maka Carolis masih dalam keadaan aman sebagai  calon incumbent pada pilgub tersebut.</description><link>https://news.okezone.com/read/2012/04/26/339/618644/video-mesum-mirip-anggota-dpr-bisa-bermotif-politik</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2012/04/26/339/618644/video-mesum-mirip-anggota-dpr-bisa-bermotif-politik"/><item><title>Video Mesum Mirip Anggota DPR Bisa Bermotif Politik</title><link>https://news.okezone.com/read/2012/04/26/339/618644/video-mesum-mirip-anggota-dpr-bisa-bermotif-politik</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2012/04/26/339/618644/video-mesum-mirip-anggota-dpr-bisa-bermotif-politik</guid><pubDate>Kamis 26 April 2012 08:01 WIB</pubDate><dc:creator>Bagus Santosa</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/04/26/339/618644/nfTDDJDc5K.jpg" expression="full" type="image/jpeg">ilustrasi</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/04/26/339/618644/nfTDDJDc5K.jpg</image><title>ilustrasi</title></images><description>JAKARTA - Polemik soal beredarnya video mirip Karolin anggota komisi IX DPR, bisa saja dijadikan alat untuk melakukan black-campaign. Apalagi bila video tersebut adalah video asli dan diperankan oleh Karolin, anak Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar), Cornelis MH.&quot;Kalau video itu asli, itu bisa jadi black-campaign (untuk pilgub Kalbar). Tapi itu perlu pembuktian kebenarannya dan harus cepat membuktikannya. Kalau tidak segera dipulihkan, itu akan menguntungkan pihak lawan. Ada agenda dari lawan untuk melakukan cara-cara yang tidak etis,&quot; kata pengamat politik Universitas Indonesia, Andrinof Chaniago pada Okezone, Rabu (25/4/2012) malam.Ditambahkannya, video ini harus segera dikroscek dan dipastikan keasliannya. Jika memang bukan anak Cornelis, maka Cornelis masih dalam keadaan aman sebagai calon incumbent pada pilgub tersebut.Menurutnya, cara-cara politik dengan menyerang pribadi lawannya memang kerap terjadi di Indonesia tapi cara seperti ini jelas cara yang salah. &quot;Itu cara politik yang tidak etis, murahan dan rendah. Harusnya politik tidak seperti itu. Itu sesuatu yang salah. itu politik yang enggak pakai dan enggak tahu etika,&quot; terang Adrinof.Adrinof menjelaskan, black-campaign biasa digunakan oleh orang-orang yang haus jabatan namun mementingkan segala cara. &quot;Tapi diluar soal politik, kalau memang ada pelanggaran hukum dalam video itu ya tetap harus dihukum pemain dan penyebar luas videonya,&quot; jelasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Polemik soal beredarnya video mirip Karolin anggota komisi IX DPR, bisa saja dijadikan alat untuk melakukan black-campaign. Apalagi bila video tersebut adalah video asli dan diperankan oleh Karolin, anak Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar), Cornelis MH.&quot;Kalau video itu asli, itu bisa jadi black-campaign (untuk pilgub Kalbar). Tapi itu perlu pembuktian kebenarannya dan harus cepat membuktikannya. Kalau tidak segera dipulihkan, itu akan menguntungkan pihak lawan. Ada agenda dari lawan untuk melakukan cara-cara yang tidak etis,&quot; kata pengamat politik Universitas Indonesia, Andrinof Chaniago pada Okezone, Rabu (25/4/2012) malam.Ditambahkannya, video ini harus segera dikroscek dan dipastikan keasliannya. Jika memang bukan anak Cornelis, maka Cornelis masih dalam keadaan aman sebagai calon incumbent pada pilgub tersebut.Menurutnya, cara-cara politik dengan menyerang pribadi lawannya memang kerap terjadi di Indonesia tapi cara seperti ini jelas cara yang salah. &quot;Itu cara politik yang tidak etis, murahan dan rendah. Harusnya politik tidak seperti itu. Itu sesuatu yang salah. itu politik yang enggak pakai dan enggak tahu etika,&quot; terang Adrinof.Adrinof menjelaskan, black-campaign biasa digunakan oleh orang-orang yang haus jabatan namun mementingkan segala cara. &quot;Tapi diluar soal politik, kalau memang ada pelanggaran hukum dalam video itu ya tetap harus dihukum pemain dan penyebar luas videonya,&quot; jelasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
