<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Demokrat Persilahkan Kadernya Diperiksa Soal Transaksi Mencurigakan </title><description>Ketua DPP Partai Demokrat, Andi Nurpati, mengatakan, transaksi  mencurigakan tidak hanya dilakukan kader Partai Demokrat saja tetapi  juga bisa dilakukan siapa pun. </description><link>https://news.okezone.com/read/2012/04/26/339/618815/demokrat-persilahkan-kadernya-diperiksa-soal-transaksi-mencurigakan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2012/04/26/339/618815/demokrat-persilahkan-kadernya-diperiksa-soal-transaksi-mencurigakan"/><item><title>Demokrat Persilahkan Kadernya Diperiksa Soal Transaksi Mencurigakan </title><link>https://news.okezone.com/read/2012/04/26/339/618815/demokrat-persilahkan-kadernya-diperiksa-soal-transaksi-mencurigakan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2012/04/26/339/618815/demokrat-persilahkan-kadernya-diperiksa-soal-transaksi-mencurigakan</guid><pubDate>Kamis 26 April 2012 11:26 WIB</pubDate><dc:creator>Tegar Arief Fadly</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/04/26/339/618815/70MPRLJHQp.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kepala PPATK M. Yusuf (foto:okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/04/26/339/618815/70MPRLJHQp.jpg</image><title>Kepala PPATK M. Yusuf (foto:okezone)</title></images><description>JAKARTA - Ketua DPP Partai Demokrat, Andi Nurpati, mengatakan, transaksi mencurigakan tidak hanya dilakukan kader Partai Demokrat saja tetapi juga bisa dilakukan siapa pun. &quot;Karena PPATK nyatakan ada banyak transaksi yang mencurigakan, jadi tidak menutup kemungkinan juga terjadi pada siapa pun termasuk kader-kader partai di luar Partai Demokrat,&quot; ungkapnya saat dihubungi wartawan di DPR, Jakarta, Kamis (26/04/2012).Kendati demikian, menurut Andi, partainya akan selalu menghormati dan menjalankan prosedur hukum sesuai dengan mekanisme yang berjalan.&quot;Sikap Partai Demokrat tentu akan menghormati dan mempersilakan proses hukum berjalan sesuai aturan dan mekanisme. Berharap proses hukum berjalan secara adil,&quot; imbuhnya.Jika dalam kasus tersebut memang terdapat kader Partai Demokrat yang terlibat, maka Andi berharap agar semua pihak tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah.&quot;PD meminta kepada kader-kader PD apabila menjalani proses agar patuhi dan indahkan proses hukum yang berjalan. Semua pihak agar tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah kepada siapapun,&quot; pungkasnya.Sebelumnya, Pusat Pelaporan Analisis dan Transaksi Keuangan (PPATK) mengungkapkan telah ditemukan berbagai transaksi mencurigakan di dalam rekening milik anggota dewan. Namun sampai saat ini PPATK belum juga mengutarakan nama-nama yang dianggap mencurigakan tersebut.(crl)</description><content:encoded>JAKARTA - Ketua DPP Partai Demokrat, Andi Nurpati, mengatakan, transaksi mencurigakan tidak hanya dilakukan kader Partai Demokrat saja tetapi juga bisa dilakukan siapa pun. &quot;Karena PPATK nyatakan ada banyak transaksi yang mencurigakan, jadi tidak menutup kemungkinan juga terjadi pada siapa pun termasuk kader-kader partai di luar Partai Demokrat,&quot; ungkapnya saat dihubungi wartawan di DPR, Jakarta, Kamis (26/04/2012).Kendati demikian, menurut Andi, partainya akan selalu menghormati dan menjalankan prosedur hukum sesuai dengan mekanisme yang berjalan.&quot;Sikap Partai Demokrat tentu akan menghormati dan mempersilakan proses hukum berjalan sesuai aturan dan mekanisme. Berharap proses hukum berjalan secara adil,&quot; imbuhnya.Jika dalam kasus tersebut memang terdapat kader Partai Demokrat yang terlibat, maka Andi berharap agar semua pihak tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah.&quot;PD meminta kepada kader-kader PD apabila menjalani proses agar patuhi dan indahkan proses hukum yang berjalan. Semua pihak agar tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah kepada siapapun,&quot; pungkasnya.Sebelumnya, Pusat Pelaporan Analisis dan Transaksi Keuangan (PPATK) mengungkapkan telah ditemukan berbagai transaksi mencurigakan di dalam rekening milik anggota dewan. Namun sampai saat ini PPATK belum juga mengutarakan nama-nama yang dianggap mencurigakan tersebut.(crl)</content:encoded></item></channel></rss>
