<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pos Penjagaan TNI AL di Aceh Dirusak Massa</title><description>Massa melempari pos TNI AL dengan batu dan membakar sebuah kapal speedboat dinas yang bisa digunakan para prajurit.</description><link>https://news.okezone.com/read/2012/04/29/340/620480/pos-penjagaan-tni-al-di-aceh-dirusak-massa</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2012/04/29/340/620480/pos-penjagaan-tni-al-di-aceh-dirusak-massa"/><item><title>Pos Penjagaan TNI AL di Aceh Dirusak Massa</title><link>https://news.okezone.com/read/2012/04/29/340/620480/pos-penjagaan-tni-al-di-aceh-dirusak-massa</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2012/04/29/340/620480/pos-penjagaan-tni-al-di-aceh-dirusak-massa</guid><pubDate>Minggu 29 April 2012 12:50 WIB</pubDate><dc:creator>Salman Mardira</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/04/29/340/620480/93vHxdkPzT.jpg" expression="full" type="image/jpeg">ilustrasi</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/04/29/340/620480/93vHxdkPzT.jpg</image><title>ilustrasi</title></images><description>BANDA ACEH &amp;ndash; Ratusan nelayan di Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Peudada, Kabupaten Bireun, Aceh, menyerbu pos penjagaan TNI Angkatan Laut (TNI AL), Minggu (29/4/2012). Massa melempari pos TNI AL dengan batu dan membakar sebuah kapal speedboat dinas yang bisa digunakan para prajurit.Aksi perusakan pos ini dilakukan lantaran para nelayan itu tidak terima salah satu temannya di aniaya oknum anggota TNI AL hingga babak belur. Peristiwa berawal dari dua oknum TNI Angkatan Laut menganiaya seorang nelayan bernama Jafaruddin (35). Penganiayaan diduga lantaran kesal tak diberikan ikan sesuai keinginan kedua pelaku. Korban yang merupakan warga Gampong Pulo, Kecamatan Peudada mengalami luka serius di sekujur tubuhnya, setelah dianiaya pelaku berinisial Praka AS dan Kopda ASP yang bertugas di Pos TNI AL Peudada. &quot;Kejadiannya pada Sabtu kemarin, kita sangat sesalkan kejadian ini. Mereka (oknum TNI) sudah sangat sering meminta ikan ke nelayan, tanpa mau kesulitan nelayan,&quot; kata Panglima Laut Aceh Teuku Bustamam kepada Okezone, Minggu (29/4/2012).Saat itu, korban Jafaruddin membawa pulang hasil tangkapan, sesampai di muara kedua pelaku menghadangnya dengan menggunakan speedboat dinas, untuk meminta ikan.Diduga karena ikan yang diberikan tak sesuai keinginannya, kedua pelaku kemudian menganiaya korban. Penganiayaan terhadap Jafaruddin mengundang amarah rekan sepekerjaannya. Sehingga mereka nekat mendatangi markas TNI AL dan melakukan pelemparan batu.Aksi massa baru reda setelah Dandim Biruen dan Kepala Subdenpom setempat turun ke lokasi dan berjanji akan menindak pelaku. Kedua pelaku kemudian dibawa ke Markas Subdenpom.</description><content:encoded>BANDA ACEH &amp;ndash; Ratusan nelayan di Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Peudada, Kabupaten Bireun, Aceh, menyerbu pos penjagaan TNI Angkatan Laut (TNI AL), Minggu (29/4/2012). Massa melempari pos TNI AL dengan batu dan membakar sebuah kapal speedboat dinas yang bisa digunakan para prajurit.Aksi perusakan pos ini dilakukan lantaran para nelayan itu tidak terima salah satu temannya di aniaya oknum anggota TNI AL hingga babak belur. Peristiwa berawal dari dua oknum TNI Angkatan Laut menganiaya seorang nelayan bernama Jafaruddin (35). Penganiayaan diduga lantaran kesal tak diberikan ikan sesuai keinginan kedua pelaku. Korban yang merupakan warga Gampong Pulo, Kecamatan Peudada mengalami luka serius di sekujur tubuhnya, setelah dianiaya pelaku berinisial Praka AS dan Kopda ASP yang bertugas di Pos TNI AL Peudada. &quot;Kejadiannya pada Sabtu kemarin, kita sangat sesalkan kejadian ini. Mereka (oknum TNI) sudah sangat sering meminta ikan ke nelayan, tanpa mau kesulitan nelayan,&quot; kata Panglima Laut Aceh Teuku Bustamam kepada Okezone, Minggu (29/4/2012).Saat itu, korban Jafaruddin membawa pulang hasil tangkapan, sesampai di muara kedua pelaku menghadangnya dengan menggunakan speedboat dinas, untuk meminta ikan.Diduga karena ikan yang diberikan tak sesuai keinginannya, kedua pelaku kemudian menganiaya korban. Penganiayaan terhadap Jafaruddin mengundang amarah rekan sepekerjaannya. Sehingga mereka nekat mendatangi markas TNI AL dan melakukan pelemparan batu.Aksi massa baru reda setelah Dandim Biruen dan Kepala Subdenpom setempat turun ke lokasi dan berjanji akan menindak pelaku. Kedua pelaku kemudian dibawa ke Markas Subdenpom.</content:encoded></item></channel></rss>
