<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Berburu Burung , Seorang Bocah Hilang Terseret Arus Sungai</title><description>Pencarian terhadap siswa kelas IV SDN 240 tersebut oleh tim SAR dari  Yayasan Baramuli di bantu Basarnas Makassar dan warga setempat pun terus  dilakukan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2012/04/30/340/620632/berburu-burung-seorang-bocah-hilang-terseret-arus-sungai</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2012/04/30/340/620632/berburu-burung-seorang-bocah-hilang-terseret-arus-sungai"/><item><title>Berburu Burung , Seorang Bocah Hilang Terseret Arus Sungai</title><link>https://news.okezone.com/read/2012/04/30/340/620632/berburu-burung-seorang-bocah-hilang-terseret-arus-sungai</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2012/04/30/340/620632/berburu-burung-seorang-bocah-hilang-terseret-arus-sungai</guid><pubDate>Senin 30 April 2012 02:03 WIB</pubDate><dc:creator>Darwiaty H Ambo Dalle (KoranSindo)</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/04/29/340/620632/zyMMBAlh3h.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/04/29/340/620632/zyMMBAlh3h.jpg</image><title>Ilustrasi (Okezone)</title></images><description>PINRANG - Zainal bocah berumur 11 tahun, warga Kelurahan Benteng Sawitto, Kecamatan Paleteang, Kabupaten Pinrang, hilang setelah terseret arus di sungai Carawali. Hingga Minggu (29/4/2012) sore, korban belum juga ditemukan.Pencarian terhadap siswa kelas IV SDN 240 tersebut oleh tim SAR dari Yayasan Baramuli di bantu Basarnas Makassar dan warga setempat pun terus dilakukan.Aldi, adik korban yang terakhir bersama korban sebelum kejadian mengatakan, dia bersama kakaknya tengah berburu burung diatas jembatan Carawali. Saat hendak membidik burung dengan ketapel itulah, kata Aldi, kaki korban tergelincir dan terjatuh ke sungai berarus deras tersebut.&quot;Saya sempat teriak ji, tapi kakakku sudah jauh diseret air,&quot; kata dia, Minggu (29/4/2012) malam.Sementara Hj Ati, warga setempat yang mendengar teriakan adik korban saat kejadian, langsung memanggil warga lain untuk membantu. Tapi derasnya arus air yang dengan cepat menyeret tubuh korban, membuat warga gagal menolong korban. &quot;Waktu warga sudah di atas jembatan, korban sudah tidak terlihat,&quot; sambungnya.Sementara itu, anggota tim SAR Yayasan Baramuli, Fauzan yang memimpin jalannya pencarian korban mengatakan, bersama 10 orang tim SAR dibantu petugas Basarnas Makassar terus melakukan pencarian terhadap korban. Pencarian dilakukan dengan menyisir lokasi hingga radius 500 meter. Fuazan mengaku timnya mengalami kesulitan dalam pencarian korban karena selain&amp;nbsp; derasnya arus bawah sungai sedalam dua meter, pihaknya juga terkendala pada peralatan.&quot;Diperlukan perahu karet untuk bisa menyisir lokasi sungai lebih jauh lagi. Sementara fasilitas kami kurang. Tapi pencarian terus kami upayakan hingga korban berhasil ditemukan,&quot; kata Fauzan.Orangtua korban, Kadang dan Ramlah, langsung syok begitu mengetahui putra mereka hilang terseret arus sungai. Ramlah menuturkan, korban bersama adiknya, meninggalkan rumah sekitar pukul 07.00 WIB pagi.&quot;Saya tidak tahu kalau mereka pergi untuk berburu burung. Karena mereka hanya pamit untuk bermain. Semoga anak kami segera ditemukan,&quot; harapnya.</description><content:encoded>PINRANG - Zainal bocah berumur 11 tahun, warga Kelurahan Benteng Sawitto, Kecamatan Paleteang, Kabupaten Pinrang, hilang setelah terseret arus di sungai Carawali. Hingga Minggu (29/4/2012) sore, korban belum juga ditemukan.Pencarian terhadap siswa kelas IV SDN 240 tersebut oleh tim SAR dari Yayasan Baramuli di bantu Basarnas Makassar dan warga setempat pun terus dilakukan.Aldi, adik korban yang terakhir bersama korban sebelum kejadian mengatakan, dia bersama kakaknya tengah berburu burung diatas jembatan Carawali. Saat hendak membidik burung dengan ketapel itulah, kata Aldi, kaki korban tergelincir dan terjatuh ke sungai berarus deras tersebut.&quot;Saya sempat teriak ji, tapi kakakku sudah jauh diseret air,&quot; kata dia, Minggu (29/4/2012) malam.Sementara Hj Ati, warga setempat yang mendengar teriakan adik korban saat kejadian, langsung memanggil warga lain untuk membantu. Tapi derasnya arus air yang dengan cepat menyeret tubuh korban, membuat warga gagal menolong korban. &quot;Waktu warga sudah di atas jembatan, korban sudah tidak terlihat,&quot; sambungnya.Sementara itu, anggota tim SAR Yayasan Baramuli, Fauzan yang memimpin jalannya pencarian korban mengatakan, bersama 10 orang tim SAR dibantu petugas Basarnas Makassar terus melakukan pencarian terhadap korban. Pencarian dilakukan dengan menyisir lokasi hingga radius 500 meter. Fuazan mengaku timnya mengalami kesulitan dalam pencarian korban karena selain&amp;nbsp; derasnya arus bawah sungai sedalam dua meter, pihaknya juga terkendala pada peralatan.&quot;Diperlukan perahu karet untuk bisa menyisir lokasi sungai lebih jauh lagi. Sementara fasilitas kami kurang. Tapi pencarian terus kami upayakan hingga korban berhasil ditemukan,&quot; kata Fauzan.Orangtua korban, Kadang dan Ramlah, langsung syok begitu mengetahui putra mereka hilang terseret arus sungai. Ramlah menuturkan, korban bersama adiknya, meninggalkan rumah sekitar pukul 07.00 WIB pagi.&quot;Saya tidak tahu kalau mereka pergi untuk berburu burung. Karena mereka hanya pamit untuk bermain. Semoga anak kami segera ditemukan,&quot; harapnya.</content:encoded></item></channel></rss>
