<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sarjana NU Deklarasi Gerakan Wakaf Buku</title><description>Pengurus Pusat Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) mendeklarasikan  gerakan wakaf buku dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional.</description><link>https://news.okezone.com/read/2012/05/02/337/622677/sarjana-nu-deklarasi-gerakan-wakaf-buku</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2012/05/02/337/622677/sarjana-nu-deklarasi-gerakan-wakaf-buku"/><item><title>Sarjana NU Deklarasi Gerakan Wakaf Buku</title><link>https://news.okezone.com/read/2012/05/02/337/622677/sarjana-nu-deklarasi-gerakan-wakaf-buku</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2012/05/02/337/622677/sarjana-nu-deklarasi-gerakan-wakaf-buku</guid><pubDate>Rabu 02 Mei 2012 19:03 WIB</pubDate><dc:creator>Muhammad Saifullah </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/05/02/337/622677/YMlVEo2H83.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ali Masykur Musa (Foto: Dok Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/05/02/337/622677/YMlVEo2H83.jpg</image><title>Ali Masykur Musa (Foto: Dok Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Pengurus Pusat Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) mendeklarasikan gerakan wakaf buku dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional di Pesantren Al-Hakim, Perum Mahkota Indah blok GC, Desa Mangunjaya, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi.
&amp;nbsp;
Ketua Umum ISNU, Ali Masykur Musa, mengatakan pendidikan adalah kunci kemajuan bangsa. Karena itu, bangsa yang ingin maju harus mengutamakan pendidikan. &quot;Pendidikan untuk membuka jendela dunia. Untuk melakukan apa saja butuh ilmu,&quot; kata Ali Masykur Musa dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (2/5/2012).
&amp;nbsp;
Dalam kesempatan ini, ISNU memberikan sumbangan 300 buku kepada Pesantren Al-Hakim dan dana renovasi gedung pesantren yang belum tuntas proses pembangunannya.
&amp;nbsp;
Menurut Ali Masykur, ada dua aspek yang perlu diperhatikan terkait pengembangan pendidikan Indonesia. Yaitu aspek fisik dan aspek kualitas pendidikan yang harus diajarkan kepada anak didik.
&amp;nbsp;
&quot;Pada Hari Pendidikan Nasional ini, ISNU membantu dana untuk pembangunan fisik dan membuat gerakan wakaf buku untuk memperbaiki kualitas pendidikan,&quot; ungkapnya.
&amp;nbsp;
Sekjen ISNU, Kholid Syeirazi mengatakan, gerakan wakaf buku yang dilakukan ISNU merupakan bagian dari upaya meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. &quot;Orientasi pendidikan adalah memuliakan manusia, menjunjung harkat kemanusiaan untuk membentuk manusia paripurna atau insan kamil,&quot; katanya.
&amp;nbsp;
Soal pelaksanaan Ujian Nasional, Kholid mengatakan,&amp;nbsp; Ujian Nasional cenderung mereduksi parameter pendidikan, dengan menempatkan nilai sejumlah mata pelajaran sebagai ukuran keberhasilan.
&amp;nbsp;
&quot;Pendidikan tidak boleh menjadi teror untuk siswa, orangtua, dan guru. Konsentrasi siswa, orangtua, dan guru, bahkan pejabat birokrasi pndidikan tereduksi kepada jumlah kelulusan Ujian Nasional,&quot; katanya.
&amp;nbsp;
Lebih lanjut, dia mengatakan, pendidikan bukanlah sekadar alat untuk menyiapkan SDM dan memasok kebutuhan industri dan pasar.
&amp;nbsp;
&quot;Pendidikan adalah wahana untuk memanusiakan manusia, memuliakan manusia, meluhurkan dan menghaluskan budi pekerti manusia untuk mencapai kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat,&quot; tandasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Pengurus Pusat Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) mendeklarasikan gerakan wakaf buku dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional di Pesantren Al-Hakim, Perum Mahkota Indah blok GC, Desa Mangunjaya, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi.
&amp;nbsp;
Ketua Umum ISNU, Ali Masykur Musa, mengatakan pendidikan adalah kunci kemajuan bangsa. Karena itu, bangsa yang ingin maju harus mengutamakan pendidikan. &quot;Pendidikan untuk membuka jendela dunia. Untuk melakukan apa saja butuh ilmu,&quot; kata Ali Masykur Musa dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (2/5/2012).
&amp;nbsp;
Dalam kesempatan ini, ISNU memberikan sumbangan 300 buku kepada Pesantren Al-Hakim dan dana renovasi gedung pesantren yang belum tuntas proses pembangunannya.
&amp;nbsp;
Menurut Ali Masykur, ada dua aspek yang perlu diperhatikan terkait pengembangan pendidikan Indonesia. Yaitu aspek fisik dan aspek kualitas pendidikan yang harus diajarkan kepada anak didik.
&amp;nbsp;
&quot;Pada Hari Pendidikan Nasional ini, ISNU membantu dana untuk pembangunan fisik dan membuat gerakan wakaf buku untuk memperbaiki kualitas pendidikan,&quot; ungkapnya.
&amp;nbsp;
Sekjen ISNU, Kholid Syeirazi mengatakan, gerakan wakaf buku yang dilakukan ISNU merupakan bagian dari upaya meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. &quot;Orientasi pendidikan adalah memuliakan manusia, menjunjung harkat kemanusiaan untuk membentuk manusia paripurna atau insan kamil,&quot; katanya.
&amp;nbsp;
Soal pelaksanaan Ujian Nasional, Kholid mengatakan,&amp;nbsp; Ujian Nasional cenderung mereduksi parameter pendidikan, dengan menempatkan nilai sejumlah mata pelajaran sebagai ukuran keberhasilan.
&amp;nbsp;
&quot;Pendidikan tidak boleh menjadi teror untuk siswa, orangtua, dan guru. Konsentrasi siswa, orangtua, dan guru, bahkan pejabat birokrasi pndidikan tereduksi kepada jumlah kelulusan Ujian Nasional,&quot; katanya.
&amp;nbsp;
Lebih lanjut, dia mengatakan, pendidikan bukanlah sekadar alat untuk menyiapkan SDM dan memasok kebutuhan industri dan pasar.
&amp;nbsp;
&quot;Pendidikan adalah wahana untuk memanusiakan manusia, memuliakan manusia, meluhurkan dan menghaluskan budi pekerti manusia untuk mencapai kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat,&quot; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
