<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Guru Besar UI Minta Sesepuh Golkar Mengingatkan Ical</title><description>Lebih baik merapatkan barisan membahas mekanisme yang lebih mengadopsi semua kepentingan, baru dilakukan penetapan capres.</description><link>https://news.okezone.com/read/2012/05/02/339/622546/guru-besar-ui-minta-sesepuh-golkar-mengingatkan-ical</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2012/05/02/339/622546/guru-besar-ui-minta-sesepuh-golkar-mengingatkan-ical"/><item><title>Guru Besar UI Minta Sesepuh Golkar Mengingatkan Ical</title><link>https://news.okezone.com/read/2012/05/02/339/622546/guru-besar-ui-minta-sesepuh-golkar-mengingatkan-ical</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2012/05/02/339/622546/guru-besar-ui-minta-sesepuh-golkar-mengingatkan-ical</guid><pubDate>Rabu 02 Mei 2012 16:50 WIB</pubDate><dc:creator>Fahmi Firdaus </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/05/02/339/622546/psVSQDNbWK.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Koran SI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/05/02/339/622546/psVSQDNbWK.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: Koran SI)</title></images><description>JAKARTA - Guru Besar Ilmu Politik Universitas Indonesia (UI), Iberamsjah, menanganggapi keinginan kuat Aburizal Bakrie untuk segera ditetapkan sebagai Capres Partai Golkar dalam Rapat Pimpinan Nasional Khusus (Rapimnasus ) yang dipercepat pada Juni-Juli mendatang.
&amp;nbsp;
Menurutnya, oligarki atau penguasaan sekelompok kecil elit di partai politik dapat membahayakan partai politik dan pentas politik nasional. Begitu juga oligarki di Partai Golkar di bawah pimpinan Aburizal Bakrie, dapat membahayakan eksistensi partai berlambang pohon beringin itu.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Kenapa? Sebab Ical merasa paling benar dan paling berhak memutuskan sesuatu, termasuk proses pencalonan presiden di partainya,&amp;rdquo; kata Iberamsjah dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (2/5/2012).
&amp;nbsp;
Iberamsjah menjelaskan, kalangan kader dan pimpinan Golkar mesti mengingatkan oligarki yang ditujukan hanya untuk kepentingan kelompok kecil elite dengan figur utama Ical. Sebab jika tidak, predikat Golkar sebagai partai yang demokratis dan punya banyak kader, akan hancur karena calon yang diajukan hanya calon tunggal.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Saya sangat menyayangkan sikap Ical yang makin ngotot dan tidak mempedulikan potensi tokoh lain di Golkar. Jika Ical hebat dan punya elektabilitas di internal Golkar, pasti dia akan terpilih, tapi secara demokratis, bukan dengan cara pemaksaan yang akan dilegitimasi di forum Rapimnasus,&amp;rdquo; ujarnya.
&amp;nbsp;
Apalagi, kata Iberamsjah, Ical mulai panik dengan mengancam akan memecat pengurus daerah seperti Muntasir dari Aceh. Sikap ini justru memperlihatkan Ical tidak percaya diri. &amp;ldquo;Cara-cara seperti itu hanya akan membuka peluang konflik lebih besar dan akan dijauhkan kader dan pimpinan daerah. Masak mau maju Capres malah memperbanyak musuh di dalam,&amp;rdquo; sesalnya.
&amp;nbsp;
Terkait tingkat keterpilihan atau elektabilitas Ical, Iberamsjah menjelaskan, dalam banyak survei,&amp;nbsp; elektablitas Ical kalah dengan Jusuf Kalla. Bekas Wapres itu justru menempati peringkat pertama.
&amp;nbsp;
&amp;rdquo;Lembaga kami Pusat Kajian Pembangunan Sosial di FISIP UI sudah dua kali melakukan survei. Hasilnya, Jusuf Kalla tertinggi, baru disusul Ical dan tokoh lain,&amp;rdquo; ungkapnya.
&amp;nbsp;
Karena itu, dia mengimbau semua pimpinan Golkar untuk mengkaji ulang penetapan Ical sebagai capres pada Rapimnasus mendatang. Lebih baik merapatkan barisan membahas mekanisme yang lebih mengadopsi semua kepentingan, baru dilakukan penetapan capres.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Penetapan yang tergesa-gesa dan mengabaikan suara Dewan Pertimbangan dan juga suara DPD II, hanya akan merugikan dan menjerumuskan Ical dalam kekalahan,&amp;rdquo; tandasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Guru Besar Ilmu Politik Universitas Indonesia (UI), Iberamsjah, menanganggapi keinginan kuat Aburizal Bakrie untuk segera ditetapkan sebagai Capres Partai Golkar dalam Rapat Pimpinan Nasional Khusus (Rapimnasus ) yang dipercepat pada Juni-Juli mendatang.
&amp;nbsp;
Menurutnya, oligarki atau penguasaan sekelompok kecil elit di partai politik dapat membahayakan partai politik dan pentas politik nasional. Begitu juga oligarki di Partai Golkar di bawah pimpinan Aburizal Bakrie, dapat membahayakan eksistensi partai berlambang pohon beringin itu.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Kenapa? Sebab Ical merasa paling benar dan paling berhak memutuskan sesuatu, termasuk proses pencalonan presiden di partainya,&amp;rdquo; kata Iberamsjah dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (2/5/2012).
&amp;nbsp;
Iberamsjah menjelaskan, kalangan kader dan pimpinan Golkar mesti mengingatkan oligarki yang ditujukan hanya untuk kepentingan kelompok kecil elite dengan figur utama Ical. Sebab jika tidak, predikat Golkar sebagai partai yang demokratis dan punya banyak kader, akan hancur karena calon yang diajukan hanya calon tunggal.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Saya sangat menyayangkan sikap Ical yang makin ngotot dan tidak mempedulikan potensi tokoh lain di Golkar. Jika Ical hebat dan punya elektabilitas di internal Golkar, pasti dia akan terpilih, tapi secara demokratis, bukan dengan cara pemaksaan yang akan dilegitimasi di forum Rapimnasus,&amp;rdquo; ujarnya.
&amp;nbsp;
Apalagi, kata Iberamsjah, Ical mulai panik dengan mengancam akan memecat pengurus daerah seperti Muntasir dari Aceh. Sikap ini justru memperlihatkan Ical tidak percaya diri. &amp;ldquo;Cara-cara seperti itu hanya akan membuka peluang konflik lebih besar dan akan dijauhkan kader dan pimpinan daerah. Masak mau maju Capres malah memperbanyak musuh di dalam,&amp;rdquo; sesalnya.
&amp;nbsp;
Terkait tingkat keterpilihan atau elektabilitas Ical, Iberamsjah menjelaskan, dalam banyak survei,&amp;nbsp; elektablitas Ical kalah dengan Jusuf Kalla. Bekas Wapres itu justru menempati peringkat pertama.
&amp;nbsp;
&amp;rdquo;Lembaga kami Pusat Kajian Pembangunan Sosial di FISIP UI sudah dua kali melakukan survei. Hasilnya, Jusuf Kalla tertinggi, baru disusul Ical dan tokoh lain,&amp;rdquo; ungkapnya.
&amp;nbsp;
Karena itu, dia mengimbau semua pimpinan Golkar untuk mengkaji ulang penetapan Ical sebagai capres pada Rapimnasus mendatang. Lebih baik merapatkan barisan membahas mekanisme yang lebih mengadopsi semua kepentingan, baru dilakukan penetapan capres.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Penetapan yang tergesa-gesa dan mengabaikan suara Dewan Pertimbangan dan juga suara DPD II, hanya akan merugikan dan menjerumuskan Ical dalam kekalahan,&amp;rdquo; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
