<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Endang: Kanker Itu Anugerah</title><description>Dalam pengantar berjudul Berdamai dengan Kanker, Endang Rahayu Sedyaningsih menyebut kanker yang dideritanya sebagai anugerah dari Tuhan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2012/05/03/337/622853/endang-kanker-itu-anugerah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2012/05/03/337/622853/endang-kanker-itu-anugerah"/><item><title>Endang: Kanker Itu Anugerah</title><link>https://news.okezone.com/read/2012/05/03/337/622853/endang-kanker-itu-anugerah</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2012/05/03/337/622853/endang-kanker-itu-anugerah</guid><pubDate>Kamis 03 Mei 2012 08:30 WIB</pubDate><dc:creator>Misbahol Munir</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/05/03/337/622853/UhvSReMtfD.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Endang Rahayu Sedyaningsih (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/05/03/337/622853/UhvSReMtfD.jpg</image><title>Endang Rahayu Sedyaningsih (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Mantan Menteri Kesehatan (Menkes) Endang Rahayu Sedyaningsih meninggal dunia pada Rabu siang kemarin. Dia wafat setelah bertarung melawan kanker paru-paru yang dideritanya beberapa bulan terakhir.Meski sakit parah, Endang tetap menjalankan tugas dan sabar menyikapi penyakitnya. Dia juga tak pernah mengeluh.Perempuan jebolan Universitas Indonesia dan Harvard School of Public Health itu mencurahkan pengalaman hidup bersama kanker yang dideritanya dalam sebuah buku Ikhlas dan Tegar. Dia memilih judul tulisan pengantar itu Berdamai dengan Kanker.Berikut tulisan Endang di pengantar itu:Saya sendiri belum bisa disebut sebagai survivor kanker. Diagnose kanker paru stadium 4 baru ditegakkan lima bulan lalu. Sampai kata sambutan ini saya tulis, saya masih berjuang untuk mengatasinya. Tetapi saya tidak bertanya, &amp;lsquo;Why me?&amp;rsquo; Saya menganggap ini adalah salah satu anugerah dari Allah Swt. Sudah begitu banyak anugerah yang saya terima dalam hidup ini. Hidup di negara yang indah, tidak dalam peperangan, diberi keluarga besar yang pandai-pandai, dengan sosial ekonomi lumayan, dianugerahi suami yang sangat sabar dan baik hati, dengan dua putra dan satu putri yang Alhamdulillah sehat, cerdas, dan berbakti kepada orangtua. Hidup saya penuh dengan kebahagiaan. &amp;lsquo;So .... why not? Mengapa tidak? Tuhan menganugerahi saya kanker paru. Tuhan pasti mempunyai rencana-Nya yang belum saya ketahui, tetapi saya merasa SIAP untuk menjalankannya. Insya Allah. Setidaknya saya menjalani sendiri penderitaan yang dialami pasien kanker, sehingga bisa memperjuangkan program pengendalian kanker dengan lebih baik.Endang meninggalkan seorang suami dan tiga anak. Pagi ini, almarhumah dimakamkan secara kenegaraan di Sandiego Hills, Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akan menjadi inspektur upacara.</description><content:encoded>JAKARTA - Mantan Menteri Kesehatan (Menkes) Endang Rahayu Sedyaningsih meninggal dunia pada Rabu siang kemarin. Dia wafat setelah bertarung melawan kanker paru-paru yang dideritanya beberapa bulan terakhir.Meski sakit parah, Endang tetap menjalankan tugas dan sabar menyikapi penyakitnya. Dia juga tak pernah mengeluh.Perempuan jebolan Universitas Indonesia dan Harvard School of Public Health itu mencurahkan pengalaman hidup bersama kanker yang dideritanya dalam sebuah buku Ikhlas dan Tegar. Dia memilih judul tulisan pengantar itu Berdamai dengan Kanker.Berikut tulisan Endang di pengantar itu:Saya sendiri belum bisa disebut sebagai survivor kanker. Diagnose kanker paru stadium 4 baru ditegakkan lima bulan lalu. Sampai kata sambutan ini saya tulis, saya masih berjuang untuk mengatasinya. Tetapi saya tidak bertanya, &amp;lsquo;Why me?&amp;rsquo; Saya menganggap ini adalah salah satu anugerah dari Allah Swt. Sudah begitu banyak anugerah yang saya terima dalam hidup ini. Hidup di negara yang indah, tidak dalam peperangan, diberi keluarga besar yang pandai-pandai, dengan sosial ekonomi lumayan, dianugerahi suami yang sangat sabar dan baik hati, dengan dua putra dan satu putri yang Alhamdulillah sehat, cerdas, dan berbakti kepada orangtua. Hidup saya penuh dengan kebahagiaan. &amp;lsquo;So .... why not? Mengapa tidak? Tuhan menganugerahi saya kanker paru. Tuhan pasti mempunyai rencana-Nya yang belum saya ketahui, tetapi saya merasa SIAP untuk menjalankannya. Insya Allah. Setidaknya saya menjalani sendiri penderitaan yang dialami pasien kanker, sehingga bisa memperjuangkan program pengendalian kanker dengan lebih baik.Endang meninggalkan seorang suami dan tiga anak. Pagi ini, almarhumah dimakamkan secara kenegaraan di Sandiego Hills, Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akan menjadi inspektur upacara.</content:encoded></item></channel></rss>
