<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sebelum Berpulang, Endang Jelaskan tentang Namru 2</title><description>Saat terbaring sakit, tak banyak yang tahu jika mantan Menteri Kesehatan  Endang Rahayu Sedyaningsih diam-diam menulis sebuah buku bertajuk Untaian Garnet dalam Hidupku.</description><link>https://news.okezone.com/read/2012/05/03/337/622912/sebelum-berpulang-endang-jelaskan-tentang-namru-2</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2012/05/03/337/622912/sebelum-berpulang-endang-jelaskan-tentang-namru-2"/><item><title>Sebelum Berpulang, Endang Jelaskan tentang Namru 2</title><link>https://news.okezone.com/read/2012/05/03/337/622912/sebelum-berpulang-endang-jelaskan-tentang-namru-2</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2012/05/03/337/622912/sebelum-berpulang-endang-jelaskan-tentang-namru-2</guid><pubDate>Kamis 03 Mei 2012 09:55 WIB</pubDate><dc:creator>Fahmi Firdaus </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/05/03/337/622912/ndusRKpwV5.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Mantan Menkes Endang Rahayu Sedyaningsih (Foto: Dok Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/05/03/337/622912/ndusRKpwV5.jpg</image><title>Mantan Menkes Endang Rahayu Sedyaningsih (Foto: Dok Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Saat terbaring sakit, tak banyak yang tahu jika mantan Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih diam-diam menulis sebuah buku bertajuk Untaian Garnet dalam Hidupku.Dalam buku tersebut, Endang menjelaskan seluruh kisah hidupnya, termasuk tudingan bahwa dirinya punya hubungan khusus dengan dengan Naval Medical Research Unit (Namru 2).Berikut petikan penjelasan Endang dalam buku yang ditulisnya sebelum wafat:&amp;ldquo;Banyak orang mengira, saya bekas pegawai Namru. Ini sama sekali tidak benar. Saya tidak pernah bekerja di Namru 2, Jakarta. Kalau berkolaborasi, mungkin hampir setiap peneliti senior Badan Litbangkes pernah berkolaborasi dengan Namru 2,&amp;rdquo; ujarnya.Namru 2, jelas Endang, masuk ke Indonesia atas undangan Pemerintah untuk mengatasi masalah Pes. &amp;ldquo;Keterlibatan saya yang pertama terjadi dalam investigasi KLB Hepatitis E di Bondowoso. Saya ditangani dokter Corwin yang meminta saya memimpin investigasi tersebut. Saya berangkat membawa staf Badan Litbangkes dan Namru 2,&amp;rdquo; beber Endang.Menurut dia, banyak hal tidak benar yang disampaikan ke publik mengenai pengiriman spesimen flu burung ke luar negeri. Endang menegaskan, seluruh bukti tersimpan dan semua orang bebas menginvestigasi apa yang terjadi sebenarnya.&amp;ldquo;Tuduhan heboh lain adalah bahwa saya mengambil darah peternakan Sukabumi dan mengirimnya ke Belanda. Namun tuduhan ini lebih mudah dibantah karena saya sama sekali tidak pernah muncul di Sukabumi,&amp;rdquo; tegasnya.Kendati, Endang tak menampik hubungan perkawanan dirinya dengan Namru 2 cukup baik. Termasuk, saat dia menjabat sebagai Menkes dan harus memutuskan menutup Namru atau tidak.&amp;ldquo;Dalam pikiran saya adalah sebagai berikut. Saya dikritik orang karena terlalu Pro- Namru. Tak dapat saya bayangkan kalau saya memilih opsi tidak menutup Namru. Karena itu saya berkomunikasi dengan rekan-rekan Namru untuk menjelaskan keputusan saya tersebut. Tentu saja, banyak yang tidak suka terutama dari pihak Amerika, tapi saya kira sekarang sudah berlalu,&amp;rdquo; jelasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Saat terbaring sakit, tak banyak yang tahu jika mantan Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih diam-diam menulis sebuah buku bertajuk Untaian Garnet dalam Hidupku.Dalam buku tersebut, Endang menjelaskan seluruh kisah hidupnya, termasuk tudingan bahwa dirinya punya hubungan khusus dengan dengan Naval Medical Research Unit (Namru 2).Berikut petikan penjelasan Endang dalam buku yang ditulisnya sebelum wafat:&amp;ldquo;Banyak orang mengira, saya bekas pegawai Namru. Ini sama sekali tidak benar. Saya tidak pernah bekerja di Namru 2, Jakarta. Kalau berkolaborasi, mungkin hampir setiap peneliti senior Badan Litbangkes pernah berkolaborasi dengan Namru 2,&amp;rdquo; ujarnya.Namru 2, jelas Endang, masuk ke Indonesia atas undangan Pemerintah untuk mengatasi masalah Pes. &amp;ldquo;Keterlibatan saya yang pertama terjadi dalam investigasi KLB Hepatitis E di Bondowoso. Saya ditangani dokter Corwin yang meminta saya memimpin investigasi tersebut. Saya berangkat membawa staf Badan Litbangkes dan Namru 2,&amp;rdquo; beber Endang.Menurut dia, banyak hal tidak benar yang disampaikan ke publik mengenai pengiriman spesimen flu burung ke luar negeri. Endang menegaskan, seluruh bukti tersimpan dan semua orang bebas menginvestigasi apa yang terjadi sebenarnya.&amp;ldquo;Tuduhan heboh lain adalah bahwa saya mengambil darah peternakan Sukabumi dan mengirimnya ke Belanda. Namun tuduhan ini lebih mudah dibantah karena saya sama sekali tidak pernah muncul di Sukabumi,&amp;rdquo; tegasnya.Kendati, Endang tak menampik hubungan perkawanan dirinya dengan Namru 2 cukup baik. Termasuk, saat dia menjabat sebagai Menkes dan harus memutuskan menutup Namru atau tidak.&amp;ldquo;Dalam pikiran saya adalah sebagai berikut. Saya dikritik orang karena terlalu Pro- Namru. Tak dapat saya bayangkan kalau saya memilih opsi tidak menutup Namru. Karena itu saya berkomunikasi dengan rekan-rekan Namru untuk menjelaskan keputusan saya tersebut. Tentu saja, banyak yang tidak suka terutama dari pihak Amerika, tapi saya kira sekarang sudah berlalu,&amp;rdquo; jelasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
