<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Perusahaan Media Harus Bertanggungjawab Atas Keselamatan Jurnalisnya</title><description>Hal senada diungkapkan Ketua AJI Indonesia, Eko Maryadi, saat ini Indonesia masih berada dalam kebebasan pers yang semu.</description><link>https://news.okezone.com/read/2012/05/04/337/624028/perusahaan-media-harus-bertanggungjawab-atas-keselamatan-jurnalisnya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2012/05/04/337/624028/perusahaan-media-harus-bertanggungjawab-atas-keselamatan-jurnalisnya"/><item><title>Perusahaan Media Harus Bertanggungjawab Atas Keselamatan Jurnalisnya</title><link>https://news.okezone.com/read/2012/05/04/337/624028/perusahaan-media-harus-bertanggungjawab-atas-keselamatan-jurnalisnya</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2012/05/04/337/624028/perusahaan-media-harus-bertanggungjawab-atas-keselamatan-jurnalisnya</guid><pubDate>Jum'at 04 Mei 2012 19:11 WIB</pubDate><dc:creator>Isnaini</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/05/04/337/624028/Jwn4yaNoI0.jpg" expression="full" type="image/jpeg">ilustrasi (okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/05/04/337/624028/Jwn4yaNoI0.jpg</image><title>ilustrasi (okezone)</title></images><description>JAKARTA - Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia mencatat sedikitnya ada delapan kasus pembunuhan jurnalis yang tidak diusut tuntas dan pelakunya hingga kini belum diadili. Para pembunuh jurnalis luput dari penyelidikan, penyidikan, dan proses hukum di pengadilan.Kekerasan terhadap wartawan kerap terjadi saat menjalankan tugasnya dan terkadang saat para jurnalis tersandung kasus kekerasan,media yang menaunginya turut melakukan impunitas dengan melepas tangan tidak mau turut campur.Terkait hal ini, Ketua Komisi Pengaduan Masyarakat Dewan Pers, Agus Sudibyo mengatakan, jika terjadi sesuatu dengan jurnalis, media harus bertanggungjawab, tanpa melihat status kekaryawanan jurnalis tersebut.&quot;Jurnalis sering dipaksa menanggung risiko yang seharusnya menjadi tanggungjawab medianya,&quot; ujarnya di Jakarta, Jumat (4/5/2012).Hal senada diungkapkan Ketua AJI Indonesia, Eko Maryadi, saat ini Indonesia masih berada dalam kebebasan pers yang semu.&quot;Kita bisa bebas menyiarkan informasi kepada publik, tetapi tidak dijamin keselamatannya,&quot; cetus dia.</description><content:encoded>JAKARTA - Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia mencatat sedikitnya ada delapan kasus pembunuhan jurnalis yang tidak diusut tuntas dan pelakunya hingga kini belum diadili. Para pembunuh jurnalis luput dari penyelidikan, penyidikan, dan proses hukum di pengadilan.Kekerasan terhadap wartawan kerap terjadi saat menjalankan tugasnya dan terkadang saat para jurnalis tersandung kasus kekerasan,media yang menaunginya turut melakukan impunitas dengan melepas tangan tidak mau turut campur.Terkait hal ini, Ketua Komisi Pengaduan Masyarakat Dewan Pers, Agus Sudibyo mengatakan, jika terjadi sesuatu dengan jurnalis, media harus bertanggungjawab, tanpa melihat status kekaryawanan jurnalis tersebut.&quot;Jurnalis sering dipaksa menanggung risiko yang seharusnya menjadi tanggungjawab medianya,&quot; ujarnya di Jakarta, Jumat (4/5/2012).Hal senada diungkapkan Ketua AJI Indonesia, Eko Maryadi, saat ini Indonesia masih berada dalam kebebasan pers yang semu.&quot;Kita bisa bebas menyiarkan informasi kepada publik, tetapi tidak dijamin keselamatannya,&quot; cetus dia.</content:encoded></item></channel></rss>
