<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Motif Pembunuhan Sekeluarga di Palembang Terungkap</title><description>Pelaku sengaja membakar rumah korban. Satu keluarga, terdiri dari empat orang, tewas mengenaskan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2012/05/04/340/623949/motif-pembunuhan-sekeluarga-di-palembang-terungkap</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2012/05/04/340/623949/motif-pembunuhan-sekeluarga-di-palembang-terungkap"/><item><title>Motif Pembunuhan Sekeluarga di Palembang Terungkap</title><link>https://news.okezone.com/read/2012/05/04/340/623949/motif-pembunuhan-sekeluarga-di-palembang-terungkap</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2012/05/04/340/623949/motif-pembunuhan-sekeluarga-di-palembang-terungkap</guid><pubDate>Jum'at 04 Mei 2012 16:48 WIB</pubDate><dc:creator>Deddy Pranata</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/05/04/340/623949/AKlnzjIx1d.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (dalje.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/05/04/340/623949/AKlnzjIx1d.jpg</image><title>Ilustrasi (dalje.com)</title></images><description>PALEMBANG - Pelaku pembunuhan satu keluarga di Jalan Pangeran Antasari RT 06/02, Kelurahan 14 Ilir, Kecamatan IT I, Kota Palembang, Sumatera Selatan, berhasil ditangkap jajaran Polresta Palembang. Pelaku diketahui bernama Asep.Pelaku dibekuk petugas di dekat Kantor TVRI Palembang, Jalan Balap Sepeda. Dia langsung dibawa petugas untuk melakukan olah TKP. Motif pembunuhan lantaran korban meminta pertanggungjawaban dari tersangka Asep yang mengaku sebagai dukun pengganda uang.&amp;ldquo;Pelaku membunuh korban sekeluarga, karena tersangka Asep tidak mampu menggandakan uang korban sebesar Rp5 juta. Tersangka kemudian membunuh satu per satu korban sekeluarga,&amp;rdquo; ujar Kapolresta Palembang, Kombes Pol Sabaruddin Ginting, usai olah TKP, Jumat (4/5/2012).Penyelidikan kasus ini dilakukan setelah polisi menerima hasil autopsi. Dokter forensik RSMH Palembang menyatakan, Mukkong sekeluarga tewas karena dibunuh dengan cara dibakar.&amp;ldquo;Yang diautopsi hanya dua jenazah, yakni suami dan istri, sedangkan dua jenazah anaknya tidak diautopsi. Berdasarkan hasil autopsi, korban tewas bukan karena kebakaran atau pun bunuh diri, melainkan dibunuh karena terdapat tindak kekerasan,&amp;rdquo; jelas Binsar Silalahi, dokter forensik RSMH.Seperti diketahui, Mukkong, bersama istrinya, Afen, serta dua anaknya, Sherli dan Ranti, ditemukan tewas mengenaskan setelah rumah mereka di Jalan Pangeran Antasari terbakar pada Rabu, 2 Mei lalu sekira pukul 05.30 WIB.Sementara Luis (10), anak bungsu Mukkong, berhasil diselamatkan warga dari peristiwa kebakaran.</description><content:encoded>PALEMBANG - Pelaku pembunuhan satu keluarga di Jalan Pangeran Antasari RT 06/02, Kelurahan 14 Ilir, Kecamatan IT I, Kota Palembang, Sumatera Selatan, berhasil ditangkap jajaran Polresta Palembang. Pelaku diketahui bernama Asep.Pelaku dibekuk petugas di dekat Kantor TVRI Palembang, Jalan Balap Sepeda. Dia langsung dibawa petugas untuk melakukan olah TKP. Motif pembunuhan lantaran korban meminta pertanggungjawaban dari tersangka Asep yang mengaku sebagai dukun pengganda uang.&amp;ldquo;Pelaku membunuh korban sekeluarga, karena tersangka Asep tidak mampu menggandakan uang korban sebesar Rp5 juta. Tersangka kemudian membunuh satu per satu korban sekeluarga,&amp;rdquo; ujar Kapolresta Palembang, Kombes Pol Sabaruddin Ginting, usai olah TKP, Jumat (4/5/2012).Penyelidikan kasus ini dilakukan setelah polisi menerima hasil autopsi. Dokter forensik RSMH Palembang menyatakan, Mukkong sekeluarga tewas karena dibunuh dengan cara dibakar.&amp;ldquo;Yang diautopsi hanya dua jenazah, yakni suami dan istri, sedangkan dua jenazah anaknya tidak diautopsi. Berdasarkan hasil autopsi, korban tewas bukan karena kebakaran atau pun bunuh diri, melainkan dibunuh karena terdapat tindak kekerasan,&amp;rdquo; jelas Binsar Silalahi, dokter forensik RSMH.Seperti diketahui, Mukkong, bersama istrinya, Afen, serta dua anaknya, Sherli dan Ranti, ditemukan tewas mengenaskan setelah rumah mereka di Jalan Pangeran Antasari terbakar pada Rabu, 2 Mei lalu sekira pukul 05.30 WIB.Sementara Luis (10), anak bungsu Mukkong, berhasil diselamatkan warga dari peristiwa kebakaran.</content:encoded></item></channel></rss>
