<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kekerasan Senpi Marak, Komisi III Panggil Kapolri</title><description>Tindak kriminal dengan menggunakan senjata api kembali marak. Komisi III  DPR berencana memanggil Kapolri, Jenderal Polisi Timur Pradopo untuk  meminta keterangan terkait banyaknya senjata yang beredar di masyarakat.</description><link>https://news.okezone.com/read/2012/05/05/339/624449/kekerasan-senpi-marak-komisi-iii-panggil-kapolri</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2012/05/05/339/624449/kekerasan-senpi-marak-komisi-iii-panggil-kapolri"/><item><title>Kekerasan Senpi Marak, Komisi III Panggil Kapolri</title><link>https://news.okezone.com/read/2012/05/05/339/624449/kekerasan-senpi-marak-komisi-iii-panggil-kapolri</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2012/05/05/339/624449/kekerasan-senpi-marak-komisi-iii-panggil-kapolri</guid><pubDate>Sabtu 05 Mei 2012 19:44 WIB</pubDate><dc:creator>Tri Kurniawan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/05/05/339/624449/qdg3CHxvSV.jpg" expression="full" type="image/jpeg">ilustrasi (Foto:okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/05/05/339/624449/qdg3CHxvSV.jpg</image><title>ilustrasi (Foto:okezone)</title></images><description>JAKARTA- Tindak kriminal dengan menggunakan senjata api kembali marak. Komisi III DPR berencana memanggil Kapolri, Jenderal Polisi Timur Pradopo untuk meminta keterangan terkait banyaknya senjata yang beredar di masyarakat.Hal itu dikatakan nggota Komisi III DPR Fraksi PKS, Indra. Namun, Indra mengaku belum bisa memutuskan waktu pemanggilan. &quot;Mungkin habis masa reses, karena ini kan (pemanggilan Kapolri) bukan keputusan pimpinan saja tapi kolektif,&quot; katanya di Jakarta, Sabtu (5/5/2012).Menurut Indra, tindak kejahatan dengan menodongkan senjata api sudah sangat meresahkan warga. Bahkan, pelaku tidak segan meletuskan peluru hanya karena masalah sepele. Seperti yang terjadi beberapa waktu lalu, dua anggota TNI tewas diberondong peluru milik pengendara Toyota Yaris di Matraman, Jakarta Timur.Selain itu, ada juga aksi penodongan senjata api oleh oknum anggota TNI di Palmerah, Jakarta Pusat. Kasus lainnya yakni ancaman dengan senjata salah satu pakar ekonomi di sebuah restoran di Grand Indonesia. &quot;Memang dengan adanya kejadian terakhir ini rasa kemanan dan rasa tenteram publik ternodai,&quot; ujarnya.Dia mendesak, Kapolri untuk segera mengevaluasi peredaran senpi di masyarakat. Jangan sampai, tambahnya, orang yang tidak punya hak tidak jelas peruntukannya membawa senjata api. Menurutnya, bukan hanya senjata api yang ada di tangan masyarakat sipil tapi juga termasuk yang ada di tangan kepolisian dan TNI jika memang dirasa tidak siap mental harus ditertibkan. &quot;Ini rawan penyimpangan. Orang emosi sedikit mentang-mentang nantinya. Kapolri harus serius menangani masalah ini. Jangan sampai ketentraman masyarakat ternodai,&quot; cetusnya.</description><content:encoded>JAKARTA- Tindak kriminal dengan menggunakan senjata api kembali marak. Komisi III DPR berencana memanggil Kapolri, Jenderal Polisi Timur Pradopo untuk meminta keterangan terkait banyaknya senjata yang beredar di masyarakat.Hal itu dikatakan nggota Komisi III DPR Fraksi PKS, Indra. Namun, Indra mengaku belum bisa memutuskan waktu pemanggilan. &quot;Mungkin habis masa reses, karena ini kan (pemanggilan Kapolri) bukan keputusan pimpinan saja tapi kolektif,&quot; katanya di Jakarta, Sabtu (5/5/2012).Menurut Indra, tindak kejahatan dengan menodongkan senjata api sudah sangat meresahkan warga. Bahkan, pelaku tidak segan meletuskan peluru hanya karena masalah sepele. Seperti yang terjadi beberapa waktu lalu, dua anggota TNI tewas diberondong peluru milik pengendara Toyota Yaris di Matraman, Jakarta Timur.Selain itu, ada juga aksi penodongan senjata api oleh oknum anggota TNI di Palmerah, Jakarta Pusat. Kasus lainnya yakni ancaman dengan senjata salah satu pakar ekonomi di sebuah restoran di Grand Indonesia. &quot;Memang dengan adanya kejadian terakhir ini rasa kemanan dan rasa tenteram publik ternodai,&quot; ujarnya.Dia mendesak, Kapolri untuk segera mengevaluasi peredaran senpi di masyarakat. Jangan sampai, tambahnya, orang yang tidak punya hak tidak jelas peruntukannya membawa senjata api. Menurutnya, bukan hanya senjata api yang ada di tangan masyarakat sipil tapi juga termasuk yang ada di tangan kepolisian dan TNI jika memang dirasa tidak siap mental harus ditertibkan. &quot;Ini rawan penyimpangan. Orang emosi sedikit mentang-mentang nantinya. Kapolri harus serius menangani masalah ini. Jangan sampai ketentraman masyarakat ternodai,&quot; cetusnya.</content:encoded></item></channel></rss>
