<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Mantan PSK harus terus diawasi</title><description>Pengawasan terhadap mantan Pekerja Seks Komersial (PSK) dinilai harus  dilakukan. hal tersebut dilakukan agar mantan PSK tersebut tidak terjun  lagi ke dunia prostitusi.</description><link>https://news.okezone.com/read/2012/05/05/447/624289/mantan-psk-harus-terus-diawasi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2012/05/05/447/624289/mantan-psk-harus-terus-diawasi"/><item><title>Mantan PSK harus terus diawasi</title><link>https://news.okezone.com/read/2012/05/05/447/624289/mantan-psk-harus-terus-diawasi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2012/05/05/447/624289/mantan-psk-harus-terus-diawasi</guid><pubDate>Sabtu 05 Mei 2012 13:09 WIB</pubDate><dc:creator>Nurul Arifin (okezone)</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/05/05/447/624289/7rtszquIgB.jpg" expression="full" type="image/jpeg">foto: Dok. okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/05/05/447/624289/7rtszquIgB.jpg</image><title>foto: Dok. okezone</title></images><description>Sindonews.com - Pengawasan terhadap mantan Pekerja Seks Komersial (PSK) dinilai harus dilakukan. hal tersebut dilakukan agar mantan PSK tersebut tidak terjun lagi ke dunia prostitusi.Komisi E (Bidang Kesejahteraan Rakyat) DPRD Jawa Timur mendesak kepada Dinas Sosial Pemprov untuk membentuk Pokja pengawasan Mantan Pekerja Seks Komersial (PSK) lokalisasi Bangunsari, Surabaya.Menurut Ketua Komisi E DPRD Jatim Sugiri Sancoko, pengentasan PSK itu akan berlanjut di sejumlah lokalisasi di Surabaya, seperti Kawasan Gang Dolly dan Moroseneng. &quot;Kita meminta ada pengawasan dari Dinsos dengan membentuk Pokja-Pokja di sekitar mantan pekerja seks komersial tersebut. Termasuk melakukan pembinaan terhadap mereka,&quot; kata politisi dari Fraksi Partai Demokrat, Sabtu (5/5/2012). Ia juga mengatakan, besaran anggaran yang alokasikan sebesar Rp12 Milliar. Jumlah tersebut untuk program pengentasan PSK. Menurut Sugiri, jumlah tersebut sangatlah efektif. Sebab, beradasrkan data di Dinsos&amp;nbsp; dari jumlah 414 PSK di lokalisasi Bangunsari saat ini tinggal tujuh PSK. &quot;Bicara persoalan sosial jangan menggunakan rumus efisien. Jadi program tersebut sudah berjalan cukup maksimal,&quot; tambah Sugiri SancokoSementara itu, Anggota Komisi E Hery Prasetyo menambahkan, pengawasan mantan PSK ini sangat penting agar program pengentasan PSK tidak sia-sia. &quot;Setelah semua PSK di lokalisasi Bangunsari berhasil dipulangkan, maka kawasan tersebut harus steril. Dan untuk saat ini jangan sampai ada penambahan PSK agar program mulia ini bisa berjalan dengan baik,&quot; tegasnya. Untuk program ini, Komisi E dan Dinsos Jatim tengah mengajukan sejumlah anggaran untuk bantuan permodalan atau uang saku bagi PSK melalui PAK APBD 2012.(azh)</description><content:encoded>Sindonews.com - Pengawasan terhadap mantan Pekerja Seks Komersial (PSK) dinilai harus dilakukan. hal tersebut dilakukan agar mantan PSK tersebut tidak terjun lagi ke dunia prostitusi.Komisi E (Bidang Kesejahteraan Rakyat) DPRD Jawa Timur mendesak kepada Dinas Sosial Pemprov untuk membentuk Pokja pengawasan Mantan Pekerja Seks Komersial (PSK) lokalisasi Bangunsari, Surabaya.Menurut Ketua Komisi E DPRD Jatim Sugiri Sancoko, pengentasan PSK itu akan berlanjut di sejumlah lokalisasi di Surabaya, seperti Kawasan Gang Dolly dan Moroseneng. &quot;Kita meminta ada pengawasan dari Dinsos dengan membentuk Pokja-Pokja di sekitar mantan pekerja seks komersial tersebut. Termasuk melakukan pembinaan terhadap mereka,&quot; kata politisi dari Fraksi Partai Demokrat, Sabtu (5/5/2012). Ia juga mengatakan, besaran anggaran yang alokasikan sebesar Rp12 Milliar. Jumlah tersebut untuk program pengentasan PSK. Menurut Sugiri, jumlah tersebut sangatlah efektif. Sebab, beradasrkan data di Dinsos&amp;nbsp; dari jumlah 414 PSK di lokalisasi Bangunsari saat ini tinggal tujuh PSK. &quot;Bicara persoalan sosial jangan menggunakan rumus efisien. Jadi program tersebut sudah berjalan cukup maksimal,&quot; tambah Sugiri SancokoSementara itu, Anggota Komisi E Hery Prasetyo menambahkan, pengawasan mantan PSK ini sangat penting agar program pengentasan PSK tidak sia-sia. &quot;Setelah semua PSK di lokalisasi Bangunsari berhasil dipulangkan, maka kawasan tersebut harus steril. Dan untuk saat ini jangan sampai ada penambahan PSK agar program mulia ini bisa berjalan dengan baik,&quot; tegasnya. Untuk program ini, Komisi E dan Dinsos Jatim tengah mengajukan sejumlah anggaran untuk bantuan permodalan atau uang saku bagi PSK melalui PAK APBD 2012.(azh)</content:encoded></item></channel></rss>
