<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kampus Jangan Urusin Proyek Melulu!</title><description>Seluruh kampus di Indonesia diminta serius untuk fokus di dunia akademik  pendidikan. Namun kenyataannya, banyak kampus yang saat ini mengurus  proyek pembangunan di mana-mana.</description><link>https://news.okezone.com/read/2012/05/07/373/625381/kampus-jangan-urusin-proyek-melulu</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2012/05/07/373/625381/kampus-jangan-urusin-proyek-melulu"/><item><title>Kampus Jangan Urusin Proyek Melulu!</title><link>https://news.okezone.com/read/2012/05/07/373/625381/kampus-jangan-urusin-proyek-melulu</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2012/05/07/373/625381/kampus-jangan-urusin-proyek-melulu</guid><pubDate>Senin 07 Mei 2012 19:25 WIB</pubDate><dc:creator>Marieska Harya Virdhani</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/05/07/373/625381/8jJir5J6vu.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi : Corbis</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/05/07/373/625381/8jJir5J6vu.jpg</image><title>Ilustrasi : Corbis</title></images><description>DEPOK &amp;ndash; Seluruh kampus di Indonesia diminta serius untuk fokus di dunia akademik pendidikan. Namun kenyataannya, banyak kampus yang saat ini mengurus proyek pembangunan di mana-mana.Hal itu disampaikan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Marzuki Ali dalam {Sarasehan Pendidikan} di Kampus Universitas Indonesia (UI) Depok. Menurut Marzuki, interval panjang pembangunan Indonesia tergantung pada sejauh mana kontribusi perguruan tinggi mencerdaskan kehidupan bangsa.&amp;nbsp;&amp;ldquo;Harus dapat perhatian serius. Kampus harus diupgrade terus ilmunya. Kami tidak tutup mata juga, universitas sekarang banyak yang mengurusi proyek dan ilmu tidak diasah. Sudah lupa, ilmunya enggak tajam lagi. Gurunya tumpul, bagaimana dengan muridnya? Ini tantangan untuk Dirjen Dikti untuk mampu hasilkan pendidikan berkualitas,&amp;rdquo; kata Marzuki, Senin (7/5/2012).Selain itu, katanya, salah satu permasalahan mendasar yang dihadapi perguruan tinggi adalah relevansi kualitas lulusan sarjana. Tidak hanya itu, banyak pula kampus yang belum mampu menghasilkan mahasiswa berakhlak mulia.&amp;ldquo;Banyak sarjana, tapi kita kurang Sumber Daya Manusia (SDM) dan belum sepenuhnya berakhlak mulia. Ini karena kita enggak punya keteladanan, bersifat subjektif. Maka, harus ada contoh yang berpikir positif,&amp;rdquo; paparnya.Karena itu, lanjutnya, pemerintah bersama DPR tengah serius menyusun Rancangan Undang-Undang Perguruan Tinggi (RUU PT). &amp;ldquo;Karena masalah ini, kita susun RUU PT agar pendidikan kita mampu menghadapi globalisasi dan sebagai kunci berlangsungnya generasi kita. Kehadiran RUU PT diharapkan mampu menjadi solusi,&amp;rdquo; tandasnya.(mrg)</description><content:encoded>DEPOK &amp;ndash; Seluruh kampus di Indonesia diminta serius untuk fokus di dunia akademik pendidikan. Namun kenyataannya, banyak kampus yang saat ini mengurus proyek pembangunan di mana-mana.Hal itu disampaikan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Marzuki Ali dalam {Sarasehan Pendidikan} di Kampus Universitas Indonesia (UI) Depok. Menurut Marzuki, interval panjang pembangunan Indonesia tergantung pada sejauh mana kontribusi perguruan tinggi mencerdaskan kehidupan bangsa.&amp;nbsp;&amp;ldquo;Harus dapat perhatian serius. Kampus harus diupgrade terus ilmunya. Kami tidak tutup mata juga, universitas sekarang banyak yang mengurusi proyek dan ilmu tidak diasah. Sudah lupa, ilmunya enggak tajam lagi. Gurunya tumpul, bagaimana dengan muridnya? Ini tantangan untuk Dirjen Dikti untuk mampu hasilkan pendidikan berkualitas,&amp;rdquo; kata Marzuki, Senin (7/5/2012).Selain itu, katanya, salah satu permasalahan mendasar yang dihadapi perguruan tinggi adalah relevansi kualitas lulusan sarjana. Tidak hanya itu, banyak pula kampus yang belum mampu menghasilkan mahasiswa berakhlak mulia.&amp;ldquo;Banyak sarjana, tapi kita kurang Sumber Daya Manusia (SDM) dan belum sepenuhnya berakhlak mulia. Ini karena kita enggak punya keteladanan, bersifat subjektif. Maka, harus ada contoh yang berpikir positif,&amp;rdquo; paparnya.Karena itu, lanjutnya, pemerintah bersama DPR tengah serius menyusun Rancangan Undang-Undang Perguruan Tinggi (RUU PT). &amp;ldquo;Karena masalah ini, kita susun RUU PT agar pendidikan kita mampu menghadapi globalisasi dan sebagai kunci berlangsungnya generasi kita. Kehadiran RUU PT diharapkan mampu menjadi solusi,&amp;rdquo; tandasnya.(mrg)</content:encoded></item></channel></rss>
