<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Konvensi Capres Partai Demokrat Ditentang Kader</title><description>Partai Demokrat dikabarkan akan menggunakan metode konvensi untuk menentukan calon presiden 2014. Namun hal itu ditentang oleh sejumlah kader.</description><link>https://news.okezone.com/read/2012/05/09/339/626515/konvensi-capres-partai-demokrat-ditentang-kader</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2012/05/09/339/626515/konvensi-capres-partai-demokrat-ditentang-kader"/><item><title>Konvensi Capres Partai Demokrat Ditentang Kader</title><link>https://news.okezone.com/read/2012/05/09/339/626515/konvensi-capres-partai-demokrat-ditentang-kader</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2012/05/09/339/626515/konvensi-capres-partai-demokrat-ditentang-kader</guid><pubDate>Rabu 09 Mei 2012 14:13 WIB</pubDate><dc:creator>Fahmi Firdaus </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/05/09/339/626515/D4tYKRjQV3.jpg" expression="full" type="image/jpeg">ilustrasi (Foto:okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/05/09/339/626515/D4tYKRjQV3.jpg</image><title>ilustrasi (Foto:okezone)</title></images><description>JAKARTA- Partai Demokrat dikabarkan akan menggunakan metode konvensi untuk menentukan calon presiden 2014. Pernyataan tersebut diungkapkan anggota dewan pembina Partai Demokrat Ahmad Mubarok.Namun, pernyataan Mubarok tersebut menuai kritik dari internal partai berlambang Mercy tersebut. &quot;Soal capres dan metode penentuan capres haruslah mengikuti AD/ART Partai. Sementara AD/ART PD menegaskan bahwa pencapresan akan ditentukan oleh keputusan Majelis Tinggi Partai yang diketuai Presiden SBY,&quot; kata Sekretaris Departemen Polhukam Partai Demokrat, Rachlan Nasidik, dalam keterangannya. Rabu (9/5/2012).Rachlan mengatakan, berdasarkan pertemuan dengan Dewan Pembina dan Majelis Tinggi, tak sekali pun ada keinginan konvensi. &quot;Kemungkinan dia memiliki calon tertentu yang ingin dipromosikan, yang dalam pikiran dia si calon ini akan terlempar apabila melalui rapat petinggi partai. Makanya harus ada konvensi,&quot; kata dia.Menurut Rachlan, berdasarkan pengalaman pelaksanaan metode konvensi di partai lain, terbukti penuh dengan politik uang dan sangat transaksional. Metode konvensi merupakan pintu masuk adanya {money politics} orang yang punya uang bisa maju dan memenangkannya.&quot;Parpol di Indonesia, saya kira tidak keball dari money politic. Makanya kami berharap dan memilih untuk mencegah politik uang terjadi,&quot; tuturnya.Apabila Partai Demokrat menggunakan metode konvensi, kata Rachland, ujung-ujungnya tokoh koruptor dan otoriter bisa muncul. &quot;Jadi saya kira setiap partai harus bisa memastikan dulu politik uang tak bisa terjadi, maka baru bisa kita bilang konvensi layak digunakan,&quot; tandasnya.Rachlan mengaku, bahwa dia adalah pendukung metode yang saat ini dipakai oleh para pimpinan teras PD, yakni aktif memantau calon-calon beredar secara rutin dan menguji secara obyektif melalui survei.&quot;Itu jalan yang lebih baik dan saya setuju dengan cara itu. Apabila faktor determinatif pemilihan capres adalah uang, maka anda tak punya harapan apapun tehadap calon yang muncul. Nanti ujung-ujungnya koruptor dan otoriter bisa muncul,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA- Partai Demokrat dikabarkan akan menggunakan metode konvensi untuk menentukan calon presiden 2014. Pernyataan tersebut diungkapkan anggota dewan pembina Partai Demokrat Ahmad Mubarok.Namun, pernyataan Mubarok tersebut menuai kritik dari internal partai berlambang Mercy tersebut. &quot;Soal capres dan metode penentuan capres haruslah mengikuti AD/ART Partai. Sementara AD/ART PD menegaskan bahwa pencapresan akan ditentukan oleh keputusan Majelis Tinggi Partai yang diketuai Presiden SBY,&quot; kata Sekretaris Departemen Polhukam Partai Demokrat, Rachlan Nasidik, dalam keterangannya. Rabu (9/5/2012).Rachlan mengatakan, berdasarkan pertemuan dengan Dewan Pembina dan Majelis Tinggi, tak sekali pun ada keinginan konvensi. &quot;Kemungkinan dia memiliki calon tertentu yang ingin dipromosikan, yang dalam pikiran dia si calon ini akan terlempar apabila melalui rapat petinggi partai. Makanya harus ada konvensi,&quot; kata dia.Menurut Rachlan, berdasarkan pengalaman pelaksanaan metode konvensi di partai lain, terbukti penuh dengan politik uang dan sangat transaksional. Metode konvensi merupakan pintu masuk adanya {money politics} orang yang punya uang bisa maju dan memenangkannya.&quot;Parpol di Indonesia, saya kira tidak keball dari money politic. Makanya kami berharap dan memilih untuk mencegah politik uang terjadi,&quot; tuturnya.Apabila Partai Demokrat menggunakan metode konvensi, kata Rachland, ujung-ujungnya tokoh koruptor dan otoriter bisa muncul. &quot;Jadi saya kira setiap partai harus bisa memastikan dulu politik uang tak bisa terjadi, maka baru bisa kita bilang konvensi layak digunakan,&quot; tandasnya.Rachlan mengaku, bahwa dia adalah pendukung metode yang saat ini dipakai oleh para pimpinan teras PD, yakni aktif memantau calon-calon beredar secara rutin dan menguji secara obyektif melalui survei.&quot;Itu jalan yang lebih baik dan saya setuju dengan cara itu. Apabila faktor determinatif pemilihan capres adalah uang, maka anda tak punya harapan apapun tehadap calon yang muncul. Nanti ujung-ujungnya koruptor dan otoriter bisa muncul,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
