<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Beri Penghargaan Polisi Malaysia, Sensitifitas Polri Dipertaruhkan</title><description>Mabes Polri dikabarkan berencana akan memberikan gelar Bintang Bhayangkara Utama kepada Kepala Polisi Kerajaan Malaysia.</description><link>https://news.okezone.com/read/2012/05/11/339/628007/beri-penghargaan-polisi-malaysia-sensitifitas-polri-dipertaruhkan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2012/05/11/339/628007/beri-penghargaan-polisi-malaysia-sensitifitas-polri-dipertaruhkan"/><item><title>Beri Penghargaan Polisi Malaysia, Sensitifitas Polri Dipertaruhkan</title><link>https://news.okezone.com/read/2012/05/11/339/628007/beri-penghargaan-polisi-malaysia-sensitifitas-polri-dipertaruhkan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2012/05/11/339/628007/beri-penghargaan-polisi-malaysia-sensitifitas-polri-dipertaruhkan</guid><pubDate>Jum'at 11 Mei 2012 15:17 WIB</pubDate><dc:creator>Tegar Arief Fadly</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/05/11/339/628007/4YtICvYdHR.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: (dok okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/05/11/339/628007/4YtICvYdHR.jpg</image><title>Foto: (dok okezone)</title></images><description>JAKARTA - Mabes Polri dikabarkan berencana akan memberikan gelar Bintang Bhayangkara Utama kepada Kepala Polisi Kerajaan Malaysia. Pemberian gelar tersebut dirasa aneh, mengingat tidak jarang Indonesia berselisih paham dengan Malaysia.
&amp;nbsp;
Terlebih, beberapa waktu lalu aparat kepolisian Malaysia diduga telah melakukan kekerasan terhadap tiga orang Tenaga Kerja Indonesia (TKI).
&amp;nbsp;
Menanggapi hal tersebut, anggota DPR dari fraksi Partai Demokrat Saan Mustopa, menyayangkan rencana Polri tersebut.
&amp;nbsp;
&quot;Mestinya Polri memperhatikan psikologis masyarakat kita yang sedang terusik oleh Malaysia terkait dengan berbagai peristiwa kekerasan yang dilakukan polisi Malaysia,&quot; kata Saan melalui pesan singkatnya kepada wartawan di DPR, Jakarta, Jumat (11/05/2012).
&amp;nbsp;
Selain itu, Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat ini mempertanyakan sensifitas pihak kepolisian. Harusnya Polri benar-benar mempertimbangkan keputusan yang akan menimbulkan kontroversi itu.
&amp;nbsp;
&quot;Kalau Polri sensitif dengan kondisi tersebut mesti Polri mempertimbangkan ulang pemberian penghargaan tersebut,&quot; sambung Saan.
&amp;nbsp;
Kendati demikian, Saan menambahkan bahwa Polri tidak perlu didesak oleh siapapun untuk mempertimbangkan rencana tersebut. Hal ini juga untuk membuktikan bagaimana kepekaan Polri terhadap psikologi masyarakat jika dihadapkan dengan Malaysia.
&amp;nbsp;
&quot;Mestinya tidak perlu didesak. Kalau (Polri) sensitif sih,&quot; tutup politikus Partai Demokrat ini.</description><content:encoded>JAKARTA - Mabes Polri dikabarkan berencana akan memberikan gelar Bintang Bhayangkara Utama kepada Kepala Polisi Kerajaan Malaysia. Pemberian gelar tersebut dirasa aneh, mengingat tidak jarang Indonesia berselisih paham dengan Malaysia.
&amp;nbsp;
Terlebih, beberapa waktu lalu aparat kepolisian Malaysia diduga telah melakukan kekerasan terhadap tiga orang Tenaga Kerja Indonesia (TKI).
&amp;nbsp;
Menanggapi hal tersebut, anggota DPR dari fraksi Partai Demokrat Saan Mustopa, menyayangkan rencana Polri tersebut.
&amp;nbsp;
&quot;Mestinya Polri memperhatikan psikologis masyarakat kita yang sedang terusik oleh Malaysia terkait dengan berbagai peristiwa kekerasan yang dilakukan polisi Malaysia,&quot; kata Saan melalui pesan singkatnya kepada wartawan di DPR, Jakarta, Jumat (11/05/2012).
&amp;nbsp;
Selain itu, Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat ini mempertanyakan sensifitas pihak kepolisian. Harusnya Polri benar-benar mempertimbangkan keputusan yang akan menimbulkan kontroversi itu.
&amp;nbsp;
&quot;Kalau Polri sensitif dengan kondisi tersebut mesti Polri mempertimbangkan ulang pemberian penghargaan tersebut,&quot; sambung Saan.
&amp;nbsp;
Kendati demikian, Saan menambahkan bahwa Polri tidak perlu didesak oleh siapapun untuk mempertimbangkan rencana tersebut. Hal ini juga untuk membuktikan bagaimana kepekaan Polri terhadap psikologi masyarakat jika dihadapkan dengan Malaysia.
&amp;nbsp;
&quot;Mestinya tidak perlu didesak. Kalau (Polri) sensitif sih,&quot; tutup politikus Partai Demokrat ini.</content:encoded></item></channel></rss>
