<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tidak Wajar Banyak Pesawat Jatuh di Gunung Salak</title><description>Anggota Komisi V DPR dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP)  Arwani Tomafi menilai banyaknya pesawat yang jatuh disekitar Gunung  Salak tidak wajar.</description><link>https://news.okezone.com/read/2012/05/12/501/628428/tidak-wajar-banyak-pesawat-jatuh-di-gunung-salak</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2012/05/12/501/628428/tidak-wajar-banyak-pesawat-jatuh-di-gunung-salak"/><item><title>Tidak Wajar Banyak Pesawat Jatuh di Gunung Salak</title><link>https://news.okezone.com/read/2012/05/12/501/628428/tidak-wajar-banyak-pesawat-jatuh-di-gunung-salak</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2012/05/12/501/628428/tidak-wajar-banyak-pesawat-jatuh-di-gunung-salak</guid><pubDate>Sabtu 12 Mei 2012 11:59 WIB</pubDate><dc:creator>Susi Fatimah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/05/12/501/628428/B0lP6Lji4G.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Sukhoi Superjet 100 (Foto:Wikipedia)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/05/12/501/628428/B0lP6Lji4G.jpg</image><title>Sukhoi Superjet 100 (Foto:Wikipedia)</title></images><description>JAKARTA - Anggota Komisi V DPR dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Arwani Tomafi menilai banyaknya pesawat yang jatuh disekitar Gunung Salak tidak wajar.&quot;10 tahun terakhir ada enam itu tidak wajar,&quot; ujar Arwani dalam diskusi Polemik Sindo Radio di Warung Daun Cikini Jakarta, Sabtu (12/5/2012).Dengan melihat kondisi demikian, dia menilai perlu adanya penguatan badan pelayanan navigasi. Dengan adanya badan ini maka akan mengukuhkan keselamatan penerbangan di negara kita.&quot;Perlu diperkuat navigasi penerbangan,&quot; tuturnya.Lebih lanjut, Arwani menambahkan dengan jatuhnya pesawat Sukhoi Superjet-100 ini menjadi momen pemerintah untuk melakukan perbaikan baik dari kelembagaan bandara, kelaiakan infrastruktur yang mengalami banyak ketertinggalan.&quot;Kelaiakan infrastruktur memang terus terang harus mengejar ketertinggalan. Kita punya banyak bandara yang tentu kurang kelaiakan dalam melakukan tugas dan fungsinya,&quot; paparnya.Berikut ini sejumlah pesawat yang pernah jatuh di Gunung Salak yang dihimpun dari berbagai sumber.1. Tanggal 10 Oktober 2002. Pesawat Trike bermesin PKS 098 jatuh di Lido, Bogor. 1 tewas2. Tanggal 29 Oktober 2003. Helikopter Sikorsky S-58T Twinpac TNI AU jatuh di Kecamatan Kemang, Kabupaten&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Bogor, 7 tewas3. Tanggal 15 April 2004. Pesawat Paralayang Red Baron GT 500 milik Lido Aero Sport, jatuh di Desa Wates Jaya, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor. Korban 3 orang tewas. 4. Tanggal 20 Juni 2004. Pesawat Cessna 185 Skywagon, jatuh di Danau Lido, Cijeruk, Bogor. 5 orang tewas.5. Juni 2008. Pesawat Casa 212 TNI AU jatuh di Gunung Salak di ketinggian 4.200 kaki dari&amp;nbsp; permukaan laut. 18 orang tewas.6. 30 April 2009. Pesawat latih Donner milik Pusat Pelatihan Penerbangan Curug jatuh di Kampung Cibunar, Desa Tenjo, Kecamatan Tenjo, Kabupaten Bogor. Korban: 3 tewas7. 9 April 2012. Pesawat Sukhoi Superjet 100 buatan Rusia jatuh di Gunung Salak. Jumlah penumpang 46 orang. </description><content:encoded>JAKARTA - Anggota Komisi V DPR dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Arwani Tomafi menilai banyaknya pesawat yang jatuh disekitar Gunung Salak tidak wajar.&quot;10 tahun terakhir ada enam itu tidak wajar,&quot; ujar Arwani dalam diskusi Polemik Sindo Radio di Warung Daun Cikini Jakarta, Sabtu (12/5/2012).Dengan melihat kondisi demikian, dia menilai perlu adanya penguatan badan pelayanan navigasi. Dengan adanya badan ini maka akan mengukuhkan keselamatan penerbangan di negara kita.&quot;Perlu diperkuat navigasi penerbangan,&quot; tuturnya.Lebih lanjut, Arwani menambahkan dengan jatuhnya pesawat Sukhoi Superjet-100 ini menjadi momen pemerintah untuk melakukan perbaikan baik dari kelembagaan bandara, kelaiakan infrastruktur yang mengalami banyak ketertinggalan.&quot;Kelaiakan infrastruktur memang terus terang harus mengejar ketertinggalan. Kita punya banyak bandara yang tentu kurang kelaiakan dalam melakukan tugas dan fungsinya,&quot; paparnya.Berikut ini sejumlah pesawat yang pernah jatuh di Gunung Salak yang dihimpun dari berbagai sumber.1. Tanggal 10 Oktober 2002. Pesawat Trike bermesin PKS 098 jatuh di Lido, Bogor. 1 tewas2. Tanggal 29 Oktober 2003. Helikopter Sikorsky S-58T Twinpac TNI AU jatuh di Kecamatan Kemang, Kabupaten&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Bogor, 7 tewas3. Tanggal 15 April 2004. Pesawat Paralayang Red Baron GT 500 milik Lido Aero Sport, jatuh di Desa Wates Jaya, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor. Korban 3 orang tewas. 4. Tanggal 20 Juni 2004. Pesawat Cessna 185 Skywagon, jatuh di Danau Lido, Cijeruk, Bogor. 5 orang tewas.5. Juni 2008. Pesawat Casa 212 TNI AU jatuh di Gunung Salak di ketinggian 4.200 kaki dari&amp;nbsp; permukaan laut. 18 orang tewas.6. 30 April 2009. Pesawat latih Donner milik Pusat Pelatihan Penerbangan Curug jatuh di Kampung Cibunar, Desa Tenjo, Kecamatan Tenjo, Kabupaten Bogor. Korban: 3 tewas7. 9 April 2012. Pesawat Sukhoi Superjet 100 buatan Rusia jatuh di Gunung Salak. Jumlah penumpang 46 orang. </content:encoded></item></channel></rss>
