<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Rekrutmen Anggota DKPP Tidak Memakai Sistem Terbuka</title><description>Wakil Ketua Komisi II DPR, Ganjar Pranowo menegaskan pihaknya tidak akan  membuka lowongan untuk mengisi posisi tiga anggota Dewan Kehormatan  Penyelenggara Pemilu (DKPP) dari unsur tokoh masyarakat.</description><link>https://news.okezone.com/read/2012/05/15/339/630075/rekrutmen-anggota-dkpp-tidak-memakai-sistem-terbuka</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2012/05/15/339/630075/rekrutmen-anggota-dkpp-tidak-memakai-sistem-terbuka"/><item><title>Rekrutmen Anggota DKPP Tidak Memakai Sistem Terbuka</title><link>https://news.okezone.com/read/2012/05/15/339/630075/rekrutmen-anggota-dkpp-tidak-memakai-sistem-terbuka</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2012/05/15/339/630075/rekrutmen-anggota-dkpp-tidak-memakai-sistem-terbuka</guid><pubDate>Selasa 15 Mei 2012 17:43 WIB</pubDate><dc:creator>Tegar Arief Fadly</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/05/15/339/630075/xRbuUFrNyt.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Dok Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/05/15/339/630075/xRbuUFrNyt.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: Dok Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Wakil Ketua Komisi II DPR, Ganjar Pranowo menegaskan pihaknya tidak akan membuka lowongan untuk mengisi posisi tiga anggota Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) dari unsur tokoh masyarakat.
&amp;nbsp;
&quot;Ini pengalaman pertama Komisi II. Kalau open recruitment akan membludak, kita tidak akan gunakan open recruitment. Ini bukan mencari kerja, DKPP lebih mencari hakim etik,&quot; kata Ganjar kepada wartawan di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (15/05/2012).
&amp;nbsp;
Untuk itu, Komisi II akan menentukan ketiga orang tersebut dengan menggunakan mekanisme fit and proper test. Dalam kaitan ini, beberapa anggota Komisi II telah mengusulkan beberapa nama dari kalangan akademisi.
&amp;nbsp;
&quot;Di DPR hanya satu mekanisme, yaitu fit and proper test. Pola perekrutan bisa terbuka atau mencari bakat. Sebenarnya &amp;nbsp;teman-teman sudah mulai melempar beberapa nama akademisi dan sebagainya,&quot; imbuhnya.
&amp;nbsp;
Demikian juga jika Komisi II menentukan nama anggota DKPP dengan mekanisme voting. Menurut politikus PDIP ini, dengan menggunakan mekanisme voting justru akan semakin membuat kegaduhan yang dirasa tidak bermanfaat.
&amp;nbsp;
&quot;Kalau mekanisme fraksi yang usulkan nama dan voting ramai-ramai, pasti akan ramai. Suka tidak suka, fit and proper test. Publik akan disuguhkan sebuah tontotan knowledge, skill and ability. Hal itu yang menjadi standar umum orang menduduki jabatan,&quot; terangnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Wakil Ketua Komisi II DPR, Ganjar Pranowo menegaskan pihaknya tidak akan membuka lowongan untuk mengisi posisi tiga anggota Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) dari unsur tokoh masyarakat.
&amp;nbsp;
&quot;Ini pengalaman pertama Komisi II. Kalau open recruitment akan membludak, kita tidak akan gunakan open recruitment. Ini bukan mencari kerja, DKPP lebih mencari hakim etik,&quot; kata Ganjar kepada wartawan di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (15/05/2012).
&amp;nbsp;
Untuk itu, Komisi II akan menentukan ketiga orang tersebut dengan menggunakan mekanisme fit and proper test. Dalam kaitan ini, beberapa anggota Komisi II telah mengusulkan beberapa nama dari kalangan akademisi.
&amp;nbsp;
&quot;Di DPR hanya satu mekanisme, yaitu fit and proper test. Pola perekrutan bisa terbuka atau mencari bakat. Sebenarnya &amp;nbsp;teman-teman sudah mulai melempar beberapa nama akademisi dan sebagainya,&quot; imbuhnya.
&amp;nbsp;
Demikian juga jika Komisi II menentukan nama anggota DKPP dengan mekanisme voting. Menurut politikus PDIP ini, dengan menggunakan mekanisme voting justru akan semakin membuat kegaduhan yang dirasa tidak bermanfaat.
&amp;nbsp;
&quot;Kalau mekanisme fraksi yang usulkan nama dan voting ramai-ramai, pasti akan ramai. Suka tidak suka, fit and proper test. Publik akan disuguhkan sebuah tontotan knowledge, skill and ability. Hal itu yang menjadi standar umum orang menduduki jabatan,&quot; terangnya.</content:encoded></item></channel></rss>
