<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tak Punya Pori-Pori, Syamsudin Harus Mandi 17 Kali Sehari</title><description>Secara fisik Syamsudin tidak berbeda dengan anak seusianya. Namun siapa  yang menyangka bahwa bocah berusia 12 tahun itu tidak memiliki  pori-pori.</description><link>https://news.okezone.com/read/2012/05/15/521/629964/tak-punya-pori-pori-syamsudin-harus-mandi-17-kali-sehari</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2012/05/15/521/629964/tak-punya-pori-pori-syamsudin-harus-mandi-17-kali-sehari"/><item><title>Tak Punya Pori-Pori, Syamsudin Harus Mandi 17 Kali Sehari</title><link>https://news.okezone.com/read/2012/05/15/521/629964/tak-punya-pori-pori-syamsudin-harus-mandi-17-kali-sehari</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2012/05/15/521/629964/tak-punya-pori-pori-syamsudin-harus-mandi-17-kali-sehari</guid><pubDate>Selasa 15 Mei 2012 23:09 WIB</pubDate><dc:creator>Jaka Samudra</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/05/15/521/629964/D9bcyw2Ixr.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Syamsudin tetap tersenyum meski menahan panas (Foto: Jaka S/Sindo TV)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/05/15/521/629964/D9bcyw2Ixr.jpg</image><title>Syamsudin tetap tersenyum meski menahan panas (Foto: Jaka S/Sindo TV)</title></images><description>PASURUAN- Secara fisik Syamsudin tidak berbeda dengan anak seusianya. Namun siapa yang menyangka bahwa bocah berusia 12 tahun itu tidak memiliki pori-pori.Untuk membiayai pengobatannya, bocah berkepala plontos itu minta dikhitan. Dengan menumpang becak motor warga Dusun Gunungan, Desa Nguling, Kecamatan Nguling, Kabupaten Pasuruan, itu melangsungkan khitan di mantri kesehatan desa setempat pada Selasa (15/5/2012).Saat akan menjalani proses khitanan, Syamsudin tak henti-hentinya mengaku kepanasan. Bahkan dia harus melepas busana muslim dan yang dibelikan oleh orangtuanya Santoso (35) dan sulastri (32).Padahal saat itu akan dilangsungkan walimatul khitan di rumahnya yang sangat sederhana. Untuk menyiasati kondisi tersebut, keluarga memberikan kipas.Namun bocah ini seakan tak kuat dengan panas yang dialami tubuhnya, akhirnya kepalanya harus dibasahi.Itulah cara anggota keluarga untuk membuat kondisi badan Syamsudin nyaman. Syamsudin harus dibasahi dengan air, bahkan dalam sehari bocah itu bisa 17 kali mandi.Siksaan tidak hanya itu, jika akan tidur malam harus telanjang dan harus disiram air karena tak kuat panas.Syamsudin mengalami penderitaan itu sejak lahir, namun semangat hidup bocah 12 tahun tersebut patut diacungi jempol karena mau bersekelolah dan&amp;nbsp; mengaji.Sulastri, ibu Syamsudin, mengaku tidak pernah membawa anaknya berobat ke dokter. Ini lantaran tak punya biaya untuk pengobatan tersebut, ayahnya yang bekerja sebagai buruh tani hanya memiliki penghasilan20 ribu per hari.Belum jelas berapa uang yang diterima dari hasil khitan, apalagi khitanan kali ini tidak dimeriahkan layaknya anak lainnya. Dengan kondisi pas-pasan, orangtua Syamsudin hanya bisa mengundang 15 orang saja.</description><content:encoded>PASURUAN- Secara fisik Syamsudin tidak berbeda dengan anak seusianya. Namun siapa yang menyangka bahwa bocah berusia 12 tahun itu tidak memiliki pori-pori.Untuk membiayai pengobatannya, bocah berkepala plontos itu minta dikhitan. Dengan menumpang becak motor warga Dusun Gunungan, Desa Nguling, Kecamatan Nguling, Kabupaten Pasuruan, itu melangsungkan khitan di mantri kesehatan desa setempat pada Selasa (15/5/2012).Saat akan menjalani proses khitanan, Syamsudin tak henti-hentinya mengaku kepanasan. Bahkan dia harus melepas busana muslim dan yang dibelikan oleh orangtuanya Santoso (35) dan sulastri (32).Padahal saat itu akan dilangsungkan walimatul khitan di rumahnya yang sangat sederhana. Untuk menyiasati kondisi tersebut, keluarga memberikan kipas.Namun bocah ini seakan tak kuat dengan panas yang dialami tubuhnya, akhirnya kepalanya harus dibasahi.Itulah cara anggota keluarga untuk membuat kondisi badan Syamsudin nyaman. Syamsudin harus dibasahi dengan air, bahkan dalam sehari bocah itu bisa 17 kali mandi.Siksaan tidak hanya itu, jika akan tidur malam harus telanjang dan harus disiram air karena tak kuat panas.Syamsudin mengalami penderitaan itu sejak lahir, namun semangat hidup bocah 12 tahun tersebut patut diacungi jempol karena mau bersekelolah dan&amp;nbsp; mengaji.Sulastri, ibu Syamsudin, mengaku tidak pernah membawa anaknya berobat ke dokter. Ini lantaran tak punya biaya untuk pengobatan tersebut, ayahnya yang bekerja sebagai buruh tani hanya memiliki penghasilan20 ribu per hari.Belum jelas berapa uang yang diterima dari hasil khitan, apalagi khitanan kali ini tidak dimeriahkan layaknya anak lainnya. Dengan kondisi pas-pasan, orangtua Syamsudin hanya bisa mengundang 15 orang saja.</content:encoded></item></channel></rss>
