<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Mahfud MD dan Said Agil Nonton Wayang 'Politik&quot; Mbah Tedjo</title><description>Universitas Indonesia menggelar kegiatan seni dan budaya, wayang  bertajuk &quot;Ruwatan untuk Negeri&quot;.&amp;nbsp; Dalam acara tersebut UI sengaja  mengundang anggota Majelis Wali Amanat terpilih dari unsur masyarakat  seperti Machfud MD (Ketua Mahkamah Konstitusi), Said Agil Siraj (Ketua  MWA UI dan PBNU)</description><link>https://news.okezone.com/read/2012/05/18/339/631786/mahfud-md-dan-said-agil-nonton-wayang-politik-mbah-tedjo</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2012/05/18/339/631786/mahfud-md-dan-said-agil-nonton-wayang-politik-mbah-tedjo"/><item><title>Mahfud MD dan Said Agil Nonton Wayang 'Politik&quot; Mbah Tedjo</title><link>https://news.okezone.com/read/2012/05/18/339/631786/mahfud-md-dan-said-agil-nonton-wayang-politik-mbah-tedjo</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2012/05/18/339/631786/mahfud-md-dan-said-agil-nonton-wayang-politik-mbah-tedjo</guid><pubDate>Jum'at 18 Mei 2012 23:35 WIB</pubDate><dc:creator>Marieska Harya Virdhani</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/05/18/339/631786/9O3ljwcpa3.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: (dok okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/05/18/339/631786/9O3ljwcpa3.jpg</image><title>Foto: (dok okezone)</title></images><description>DEPOK - Universitas Indonesia (UI) menggelar kegiatan seni dan budaya, wayang bertajuk &quot;Ruwatan untuk Negeri&quot;.&amp;nbsp; Dalam acara tersebut UI sengaja mengundang anggota Majelis Wali Amanat terpilih dari unsur masyarakat seperti Machfud MD (Ketua Mahkamah Konstitusi), Said Agil Siraj (Ketua MWA UI dan PBNU), serta Endriartono Sutarto (mantan panglima TNI).Berperan sebagai dalang, Mbah Sujiwo Tedjo, membawakan sebuah kisah pandadaran kampus Sokalima. Semangat dari kisah ini ialah menggambarkan sebuah negara yang sedang mengalami konflik akibat berbagai lakon dari masyarakat negeri yang sering ingkar janji, diliputi oleh nafsu kekuasaan, kesombongan, yang bila tidak disikapi dengan kearifan dan keikhlasan akan berujung kepada kehancuran negeri.Kisah yang berisi sembilan segmen ini, diawali dengan lakon pandita durna yang harus menikah dengan kuda. Setting cerita ialah istana kerajaan pancala yang dipimpin oleh Raja Sucitro. Kisah memuncak ketika terjadi peperangan antara Kurawa dan Gundama, karena upaya Kurawa untuk meringkus Prabu Sucitra dan Patih Gandama dengan penuh kebencian.Dalam lakonnya, Sudjiwo Tedjo mengkritik kekuasaan pemerintah saat ini yang tak adil pada rakyatnya. &amp;ldquo;Apa bedanya orang-orang yang hanya bisanya berjanji pada kampanye, apa yang bisa dipercaya, lihat kebunku seperti istana, penuh dengan uang, sehingga istana itu penuh dengan uang dan kekuasaan, meskipun sekokoh itu istana, paspampresnya masih sering kecolongan seperti yang kasus tukang rumput sampai bisa masuk saat presiden pidato,&amp;rdquo; ungkapnya di Perpustakaan UI, Depok, Jumat (18/05/12).Nilai - nilai yang menjadi pesan utama dari acara pewayangan ini ialah ketika Pandawa yang sebenarnya bersama sama dengan Kurawa dipeintahkan oleh Durna untuk Prabu Sucitra justu sukses &quot;meringkus&quot; Prabu dan Patih Gandama, dengan pendekatan &quot;hati&quot;.Filosofi yang ingin disampaikan ialah, bahwa konflik merupakan sebuah hal yang pasti mendera kehidupan manusia namun, konflik akan dapat diakhiri dengan sebuah pendekatan yang humanis tanpa dilumuri oleh aura kebencian.Sudjiwo Tedjo juga sempat mengeluarkan humor lucu terkait korelasi Nahdatul Ulama (NU) dan konser Lady Gaga. &amp;ldquo;Seribu Lady Gaga pun datang tak akan goyahkan iman warga NU, NU itu bagus, Muhamadiyah juga bagus, bahkan ada guyonan bahwa 90 persen warga Indonesia ini NU, sisanya Muhammadiyah. Tapi ini hanya guyon, agama harusnya bikin orang bisa punya pedomannya sendiri,&amp;rdquo; tandasnya. </description><content:encoded>DEPOK - Universitas Indonesia (UI) menggelar kegiatan seni dan budaya, wayang bertajuk &quot;Ruwatan untuk Negeri&quot;.&amp;nbsp; Dalam acara tersebut UI sengaja mengundang anggota Majelis Wali Amanat terpilih dari unsur masyarakat seperti Machfud MD (Ketua Mahkamah Konstitusi), Said Agil Siraj (Ketua MWA UI dan PBNU), serta Endriartono Sutarto (mantan panglima TNI).Berperan sebagai dalang, Mbah Sujiwo Tedjo, membawakan sebuah kisah pandadaran kampus Sokalima. Semangat dari kisah ini ialah menggambarkan sebuah negara yang sedang mengalami konflik akibat berbagai lakon dari masyarakat negeri yang sering ingkar janji, diliputi oleh nafsu kekuasaan, kesombongan, yang bila tidak disikapi dengan kearifan dan keikhlasan akan berujung kepada kehancuran negeri.Kisah yang berisi sembilan segmen ini, diawali dengan lakon pandita durna yang harus menikah dengan kuda. Setting cerita ialah istana kerajaan pancala yang dipimpin oleh Raja Sucitro. Kisah memuncak ketika terjadi peperangan antara Kurawa dan Gundama, karena upaya Kurawa untuk meringkus Prabu Sucitra dan Patih Gandama dengan penuh kebencian.Dalam lakonnya, Sudjiwo Tedjo mengkritik kekuasaan pemerintah saat ini yang tak adil pada rakyatnya. &amp;ldquo;Apa bedanya orang-orang yang hanya bisanya berjanji pada kampanye, apa yang bisa dipercaya, lihat kebunku seperti istana, penuh dengan uang, sehingga istana itu penuh dengan uang dan kekuasaan, meskipun sekokoh itu istana, paspampresnya masih sering kecolongan seperti yang kasus tukang rumput sampai bisa masuk saat presiden pidato,&amp;rdquo; ungkapnya di Perpustakaan UI, Depok, Jumat (18/05/12).Nilai - nilai yang menjadi pesan utama dari acara pewayangan ini ialah ketika Pandawa yang sebenarnya bersama sama dengan Kurawa dipeintahkan oleh Durna untuk Prabu Sucitra justu sukses &quot;meringkus&quot; Prabu dan Patih Gandama, dengan pendekatan &quot;hati&quot;.Filosofi yang ingin disampaikan ialah, bahwa konflik merupakan sebuah hal yang pasti mendera kehidupan manusia namun, konflik akan dapat diakhiri dengan sebuah pendekatan yang humanis tanpa dilumuri oleh aura kebencian.Sudjiwo Tedjo juga sempat mengeluarkan humor lucu terkait korelasi Nahdatul Ulama (NU) dan konser Lady Gaga. &amp;ldquo;Seribu Lady Gaga pun datang tak akan goyahkan iman warga NU, NU itu bagus, Muhamadiyah juga bagus, bahkan ada guyonan bahwa 90 persen warga Indonesia ini NU, sisanya Muhammadiyah. Tapi ini hanya guyon, agama harusnya bikin orang bisa punya pedomannya sendiri,&amp;rdquo; tandasnya. </content:encoded></item></channel></rss>
