<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Anak Zaman Sekarang Lebih Senang Bergaya Lady Gaga</title><description>Wakil Gubernur Jawa Barat Dede Yusuf menilai anak-anak sekarang sudah  kehilangan permainan tradisional, sehingga cenderung lebih memilih  budaya luar negeri.</description><link>https://news.okezone.com/read/2012/05/18/526/631461/anak-zaman-sekarang-lebih-senang-bergaya-lady-gaga</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2012/05/18/526/631461/anak-zaman-sekarang-lebih-senang-bergaya-lady-gaga"/><item><title>Anak Zaman Sekarang Lebih Senang Bergaya Lady Gaga</title><link>https://news.okezone.com/read/2012/05/18/526/631461/anak-zaman-sekarang-lebih-senang-bergaya-lady-gaga</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2012/05/18/526/631461/anak-zaman-sekarang-lebih-senang-bergaya-lady-gaga</guid><pubDate>Jum'at 18 Mei 2012 13:38 WIB</pubDate><dc:creator>Iman Herdiana</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/05/18/526/631461/JZBkvgxc6D.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Dede Yusuf saat berfoto dengan komunitas HONG (Foto: Iman H/okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/05/18/526/631461/JZBkvgxc6D.jpg</image><title>Dede Yusuf saat berfoto dengan komunitas HONG (Foto: Iman H/okezone)</title></images><description>BANDUNG- Wakil Gubernur Jawa Barat Dede Yusuf menilai anak-anak sekarang sudah kehilangan permainan tradisional, sehingga cenderung lebih memilih budaya luar negeri.&quot;Kita hampir banyak kehilangan bentuk, makanya anak lebih bergaya Jepang, Korea, atau gaya Lady Gaga,&quot; kata Dede saat mengunjungi komunitas permainan tradisional HONG di Dago Pakar, Bandung, Jumat (18/5/2012).Karena kehilangan bentuk permainan itulah, anak masa kini jadi terpengaruh budaya atau permainan luar negeri. Untuk itu, anak-anak zaman sekarang perlu dikenalkan kepada permainan tradisional yang hampir punah.Dalam kesempatan itu, Dede mengikuti permainan komunitas HONG. Salah satunya permainan kucing-kucingan yang diiringi lagu dan musik tradisional.Dede mengaku kagum dengan gerakan komunitas HONG yang konsisten mengumpulkan dan mengenalkan permainan tradisional.&quot;Komunita HONG sudah lama. Saya harap ini didukung pemberitaan media massa,&quot; katanya.Komunitas HONG sudah melakukan terobosan dengan menekuni permainan tradisional sebagai inspirasi. Dengan begitu, konotasi permainan tradisional yang cenderung dianggap kuno dan kolot bisa berubah. &quot;Kita memang harus pelan-pelan masukan kultur lokal kepada generasi muda. Sama seperti kultur barat yang masuk lewat musik, tari, atau film,&quot; ujarnya. Menurutnya, anak sangat membutuhkan sarana bermain dan bergerak untuk beradaptasi dengan llingkungannya. Sarana itu adalah permainan tradisional. &quot;Jadi daripada game luar. Mending game kita,&quot; kata dia.Dede menuturkan, bagi anak-anak zaman dulu permainan tradisional dianggap biasa. Maka ketika anak sekarang dikenalkan, permainan yang sudah berusia ratusan tahun itu menjadi sesuatu yang baru.</description><content:encoded>BANDUNG- Wakil Gubernur Jawa Barat Dede Yusuf menilai anak-anak sekarang sudah kehilangan permainan tradisional, sehingga cenderung lebih memilih budaya luar negeri.&quot;Kita hampir banyak kehilangan bentuk, makanya anak lebih bergaya Jepang, Korea, atau gaya Lady Gaga,&quot; kata Dede saat mengunjungi komunitas permainan tradisional HONG di Dago Pakar, Bandung, Jumat (18/5/2012).Karena kehilangan bentuk permainan itulah, anak masa kini jadi terpengaruh budaya atau permainan luar negeri. Untuk itu, anak-anak zaman sekarang perlu dikenalkan kepada permainan tradisional yang hampir punah.Dalam kesempatan itu, Dede mengikuti permainan komunitas HONG. Salah satunya permainan kucing-kucingan yang diiringi lagu dan musik tradisional.Dede mengaku kagum dengan gerakan komunitas HONG yang konsisten mengumpulkan dan mengenalkan permainan tradisional.&quot;Komunita HONG sudah lama. Saya harap ini didukung pemberitaan media massa,&quot; katanya.Komunitas HONG sudah melakukan terobosan dengan menekuni permainan tradisional sebagai inspirasi. Dengan begitu, konotasi permainan tradisional yang cenderung dianggap kuno dan kolot bisa berubah. &quot;Kita memang harus pelan-pelan masukan kultur lokal kepada generasi muda. Sama seperti kultur barat yang masuk lewat musik, tari, atau film,&quot; ujarnya. Menurutnya, anak sangat membutuhkan sarana bermain dan bergerak untuk beradaptasi dengan llingkungannya. Sarana itu adalah permainan tradisional. &quot;Jadi daripada game luar. Mending game kita,&quot; kata dia.Dede menuturkan, bagi anak-anak zaman dulu permainan tradisional dianggap biasa. Maka ketika anak sekarang dikenalkan, permainan yang sudah berusia ratusan tahun itu menjadi sesuatu yang baru.</content:encoded></item></channel></rss>
