<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Indonesia Berhadapan dengan &quot;Monster&quot; Pengancam Kesejahteraan</title><description>Sosiolog Universitas Indonesia (UI), Thamrin Amal Tamagola, mengungkapkan Indonesia sudah dihadapkan pada situasi pengabaian wake up call atau panggilan membangun, yang begitu parah.</description><link>https://news.okezone.com/read/2012/05/21/337/632961/indonesia-berhadapan-dengan-monster-pengancam-kesejahteraan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2012/05/21/337/632961/indonesia-berhadapan-dengan-monster-pengancam-kesejahteraan"/><item><title>Indonesia Berhadapan dengan &quot;Monster&quot; Pengancam Kesejahteraan</title><link>https://news.okezone.com/read/2012/05/21/337/632961/indonesia-berhadapan-dengan-monster-pengancam-kesejahteraan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2012/05/21/337/632961/indonesia-berhadapan-dengan-monster-pengancam-kesejahteraan</guid><pubDate>Senin 21 Mei 2012 19:09 WIB</pubDate><dc:creator>Dina Kusumaningrum</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/05/21/337/632961/yZCn0nGXuB.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Dok Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/05/21/337/632961/yZCn0nGXuB.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: Dok Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Sosiolog Universitas Indonesia (UI), Thamrin Amal Tamagola, mengungkapkan Indonesia sudah dihadapkan pada situasi pengabaian wake up call atau panggilan membangun, yang begitu parah.
&amp;nbsp;
&quot;Tapi banyak orang tidak terlalu sadar, seakan-akan biasa saja, saya kira ini tidak bisa. Saya kira harus dibunyikan alarm bahwa keadaan parah ini sudah masuk jurang atau tenggelam dari budaya,&quot; ujarnya kepada Okezone disela-sela diskusi terbuka Membangun Keindonesiaan Kita di Aula Akbar Tandjung Institute, Jalan Pancoran Indah, Liga Mas Indonesia, Jakarta Selatan, Senin (21/5/2012).
&amp;nbsp;
Menurut Thamrin, keadaan nyata dalam wake up call yang begitu parah adalah hak rakyat terhadap tanah.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Contoh konkret wake up call yang paling parah adalah hak rakyat terhadap tanah. Itu boleh kita bela habis-habisan. Kita harus bela hak rakyat terhadap tanah, karena kita dihadapkan dengan kapital, bisnis, dan modal,&quot; terangnya.
&amp;nbsp;
Dia menambahkan, tantangan terbesar rakyat Indonesia adalah berhadap-hadapan dengan &quot;monster-monster&quot; yang selama ini mengancam kesejahteraan rakyat.
&amp;nbsp;
&quot;Mencoba membela atas tanah rakyat itu, kita dihadapkan dengan peraturan tingkat nasional dan daerah yang membolehkan memberi izin kepada pemodal, sehinnga kita berhadapan dengan para monster-monster yang selama ini mengancam kesejahteraan rakyat,&quot; katanya.</description><content:encoded>JAKARTA - Sosiolog Universitas Indonesia (UI), Thamrin Amal Tamagola, mengungkapkan Indonesia sudah dihadapkan pada situasi pengabaian wake up call atau panggilan membangun, yang begitu parah.
&amp;nbsp;
&quot;Tapi banyak orang tidak terlalu sadar, seakan-akan biasa saja, saya kira ini tidak bisa. Saya kira harus dibunyikan alarm bahwa keadaan parah ini sudah masuk jurang atau tenggelam dari budaya,&quot; ujarnya kepada Okezone disela-sela diskusi terbuka Membangun Keindonesiaan Kita di Aula Akbar Tandjung Institute, Jalan Pancoran Indah, Liga Mas Indonesia, Jakarta Selatan, Senin (21/5/2012).
&amp;nbsp;
Menurut Thamrin, keadaan nyata dalam wake up call yang begitu parah adalah hak rakyat terhadap tanah.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Contoh konkret wake up call yang paling parah adalah hak rakyat terhadap tanah. Itu boleh kita bela habis-habisan. Kita harus bela hak rakyat terhadap tanah, karena kita dihadapkan dengan kapital, bisnis, dan modal,&quot; terangnya.
&amp;nbsp;
Dia menambahkan, tantangan terbesar rakyat Indonesia adalah berhadap-hadapan dengan &quot;monster-monster&quot; yang selama ini mengancam kesejahteraan rakyat.
&amp;nbsp;
&quot;Mencoba membela atas tanah rakyat itu, kita dihadapkan dengan peraturan tingkat nasional dan daerah yang membolehkan memberi izin kepada pemodal, sehinnga kita berhadapan dengan para monster-monster yang selama ini mengancam kesejahteraan rakyat,&quot; katanya.</content:encoded></item></channel></rss>
