<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Reformasi, Negara Represi &amp; Rakyat Main Hakim Sendiri</title><description>Anggota Komisi VI DPR RI, Fahri Hamzah, menilai reformasi yang telah  berjalan selama 14 tahun merupakan kebebasan yang kebablasan, sehingga  negara dan rakyat terkesan tak terkendali.</description><link>https://news.okezone.com/read/2012/05/22/339/633159/reformasi-negara-represi-rakyat-main-hakim-sendiri</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2012/05/22/339/633159/reformasi-negara-represi-rakyat-main-hakim-sendiri"/><item><title>Reformasi, Negara Represi &amp; Rakyat Main Hakim Sendiri</title><link>https://news.okezone.com/read/2012/05/22/339/633159/reformasi-negara-represi-rakyat-main-hakim-sendiri</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2012/05/22/339/633159/reformasi-negara-represi-rakyat-main-hakim-sendiri</guid><pubDate>Selasa 22 Mei 2012 10:09 WIB</pubDate><dc:creator>Fiddy Anggriawan </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/05/22/339/633159/uU27CWPgGh.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Fahri Hamzah/kanan (Foto: dok okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/05/22/339/633159/uU27CWPgGh.jpg</image><title>Fahri Hamzah/kanan (Foto: dok okezone)</title></images><description>JAKARTA - Anggota Komisi VI DPR RI, Fahri Hamzah, menilai reformasi yang telah berjalan selama 14 tahun merupakan kebebasan yang kebablasan, sehingga negara dan rakyat terkesan tak terkendali.&quot;Respon kita atas kebebasan pada dua pendulum (bandul) yang salah. Negara ingin represif dan rakyat ingin main hakim sendiri,&quot; ungkap Fahri saat dihubungi wartawan, Selasa (22/5/2012).Politisi PKS tersebut juga mengatakan transisi reformasi masih belum aman. Dia melihat ada kemungkinan setback dan masyarakat ingin tertib lagi seperti dulu meski harus mengorbankan kebebasan dan demokrasi.Bahkan, Benny K. Harman, Ketua Komisi III DPR RI, mengatakan reformasi di negeri ini secara substansi belum banyak mencapai hasil yang optimal, meskipun dengan reformasi sudah banyak kelembagaan yang dibentuk untuk menjamin penyelenggaraan pemerintahan yang mengacu pada prinsip demokrasi.&quot;Kita sudah ada perbaikan. Ibaratnya kita naik gunung baru 40 persen,&quot; singkat Benny. </description><content:encoded>JAKARTA - Anggota Komisi VI DPR RI, Fahri Hamzah, menilai reformasi yang telah berjalan selama 14 tahun merupakan kebebasan yang kebablasan, sehingga negara dan rakyat terkesan tak terkendali.&quot;Respon kita atas kebebasan pada dua pendulum (bandul) yang salah. Negara ingin represif dan rakyat ingin main hakim sendiri,&quot; ungkap Fahri saat dihubungi wartawan, Selasa (22/5/2012).Politisi PKS tersebut juga mengatakan transisi reformasi masih belum aman. Dia melihat ada kemungkinan setback dan masyarakat ingin tertib lagi seperti dulu meski harus mengorbankan kebebasan dan demokrasi.Bahkan, Benny K. Harman, Ketua Komisi III DPR RI, mengatakan reformasi di negeri ini secara substansi belum banyak mencapai hasil yang optimal, meskipun dengan reformasi sudah banyak kelembagaan yang dibentuk untuk menjamin penyelenggaraan pemerintahan yang mengacu pada prinsip demokrasi.&quot;Kita sudah ada perbaikan. Ibaratnya kita naik gunung baru 40 persen,&quot; singkat Benny. </content:encoded></item></channel></rss>
