<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Megawati: Pemerintah Gagal Berantas Korupsi</title><description>Mantan Presiden Republik Indonesia, Megawati Soekarnoputri,  mengkritik kinerja pemerintah saat ini yang dianggapnya gagal dalam  pemberantasan korupsi.</description><link>https://news.okezone.com/read/2012/05/24/339/634733/megawati-pemerintah-gagal-berantas-korupsi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2012/05/24/339/634733/megawati-pemerintah-gagal-berantas-korupsi"/><item><title>Megawati: Pemerintah Gagal Berantas Korupsi</title><link>https://news.okezone.com/read/2012/05/24/339/634733/megawati-pemerintah-gagal-berantas-korupsi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2012/05/24/339/634733/megawati-pemerintah-gagal-berantas-korupsi</guid><pubDate>Kamis 24 Mei 2012 12:11 WIB</pubDate><dc:creator>Susi Fatimah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/05/24/339/634733/jY5lta2NNp.jpg" expression="full" type="image/jpeg">daylife</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/05/24/339/634733/jY5lta2NNp.jpg</image><title>daylife</title></images><description>JAKARTA - Mantan Presiden Republik Indonesia, Megawati Soekarnoputri, mengkritik kinerja pemerintah saat ini yang dianggapnya gagal dalam pemberantasan korupsi.
&amp;nbsp;
Padahal, kata Mega, pemberantasan korupsi merupakan agenda reformasi, namun kini gagal lantaran maraknya praktek korupsi yang justru berada di pusat kekuasaan itu sendiri.
&amp;nbsp;
Pernyataan itu dilontarkan oleh istri Taufik Kemas saat menjadi keynote speakers dalam seminar nasional bertajuk 'Merindukan Negarawan' di Hotel Grand Melia Jakarta, Kamis (24/5/2012).
&amp;nbsp;
&quot;Agenda reformasi berupa pemberantasan korupsi kini menunjukan kegagalan ditengah maraknya praktek korupsi,&quot; ujar Megawati.
&amp;nbsp;
Selain itu, Megawati melihat saat ini nampak adanya kegelisahan bangsa yang berjalan tanpa arah dan kurang efektif. &quot;Kepemimpinan Indonesia seharusnya visioner dan inspiratif,&quot; katanya.
&amp;nbsp;
Oleh karenanya, sambung Mega, dibutuhkan sosok pemimpin negarawan yang berani mengambil risiko dan berani memikul tanggungjawab.
&amp;nbsp;
&quot;Ia harus sekokoh batu karang dan berani mengatakan 'tidak' pada kekuatan maupun yang menggerogoti kepentingan nasional dan kepentingan kemanusiaan pada umumnya,&quot; tutur Ketua Umum PDI Perjuangan ini.
&amp;nbsp;
Sikap demikian, diakuinya memang tidak mudah ditengah pragmatisme kekuasaan yang begitu kuat, dan ditengah godaan pencitraan serta keinginan mempertahankan kekuasaan melalui politik menghalalkan segala cara sebagaimana yang terjadi akhir-akhir ini.
&amp;nbsp;</description><content:encoded>JAKARTA - Mantan Presiden Republik Indonesia, Megawati Soekarnoputri, mengkritik kinerja pemerintah saat ini yang dianggapnya gagal dalam pemberantasan korupsi.
&amp;nbsp;
Padahal, kata Mega, pemberantasan korupsi merupakan agenda reformasi, namun kini gagal lantaran maraknya praktek korupsi yang justru berada di pusat kekuasaan itu sendiri.
&amp;nbsp;
Pernyataan itu dilontarkan oleh istri Taufik Kemas saat menjadi keynote speakers dalam seminar nasional bertajuk 'Merindukan Negarawan' di Hotel Grand Melia Jakarta, Kamis (24/5/2012).
&amp;nbsp;
&quot;Agenda reformasi berupa pemberantasan korupsi kini menunjukan kegagalan ditengah maraknya praktek korupsi,&quot; ujar Megawati.
&amp;nbsp;
Selain itu, Megawati melihat saat ini nampak adanya kegelisahan bangsa yang berjalan tanpa arah dan kurang efektif. &quot;Kepemimpinan Indonesia seharusnya visioner dan inspiratif,&quot; katanya.
&amp;nbsp;
Oleh karenanya, sambung Mega, dibutuhkan sosok pemimpin negarawan yang berani mengambil risiko dan berani memikul tanggungjawab.
&amp;nbsp;
&quot;Ia harus sekokoh batu karang dan berani mengatakan 'tidak' pada kekuatan maupun yang menggerogoti kepentingan nasional dan kepentingan kemanusiaan pada umumnya,&quot; tutur Ketua Umum PDI Perjuangan ini.
&amp;nbsp;
Sikap demikian, diakuinya memang tidak mudah ditengah pragmatisme kekuasaan yang begitu kuat, dan ditengah godaan pencitraan serta keinginan mempertahankan kekuasaan melalui politik menghalalkan segala cara sebagaimana yang terjadi akhir-akhir ini.
&amp;nbsp;</content:encoded></item></channel></rss>
