<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>PKB Patok President Threshold 25 Persen Suara Nasional</title><description>PKB menginginkan jumlah president threshold 20-25 persen perolehan suara nasional agar presiden terpilih memperoleh dukungan mayoritas di parlemen.</description><link>https://news.okezone.com/read/2012/05/25/339/635633/pkb-patok-president-threshold-25-persen-suara-nasional</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2012/05/25/339/635633/pkb-patok-president-threshold-25-persen-suara-nasional"/><item><title>PKB Patok President Threshold 25 Persen Suara Nasional</title><link>https://news.okezone.com/read/2012/05/25/339/635633/pkb-patok-president-threshold-25-persen-suara-nasional</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2012/05/25/339/635633/pkb-patok-president-threshold-25-persen-suara-nasional</guid><pubDate>Jum'at 25 Mei 2012 16:39 WIB</pubDate><dc:creator>Tegar Arief Fadly</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/05/25/339/635633/auCSHMw1us.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Dok Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/05/25/339/635633/auCSHMw1us.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: Dok Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menginginkan jumlah president threshold pada kisaran 20-25 persen perolehan suara nasional. Sehingga, presiden terpilih memperoleh dukungan mayoritas di parlemen.
&amp;nbsp;
Hal tersebut diungkapkan politikus PKB, Abdul Malik Haramain. &quot;PKB mendukung 20-25 persen. Untuk efektifitas pemerintahan, presiden harus didukung mayoritas parlemen. Jadi, seorang calon presiden harus clear dulu dukungan di parlemen,&quot; tuturnya saat dihubungi wartawan di Gedung DPR, Jakarta, Jumat (25/05/2012).
&amp;nbsp;
Menurut Malik, jika presiden hanya mendapat dukungan dari satu partai, maka akan kesulitan dalam mengendalikan jalannya proses pemerintahan. &quot;Capres harus melalui seleksi ketat, harus benar-benar didukung tidak hanya satu fraksi atau partai. Presiden yang diusung hanya satu fraksi atau partai, akan kesulitan dalam konsolidasi pemerintahannya,&quot; ungkapnya.
&amp;nbsp;
Selain itu, peningkatan jumlah president threshold juga diharapkan mampu membatasi jumlah pasangan Capres-Cawapres yang akan maju dalam Pilpres mendatang.
&amp;nbsp;
&quot;Pembatasan pasangan perlu dilakukan agar masyarakat lebih terukur dalam menentukan pilihan politiknya. President threshold diperlukan agar munculnya pasangan benar-benar dan sungguh-sungguh, serta tidak main-main,&quot; paparnya.
&amp;nbsp;
Sementara itu, Direktur Lembaga Survei Indonesia (LSI), Kuskridho Ambardi, mengatakan keinginan PKB menaikkan jumlah president threshold adalah bagian dari strategi untuk menaikkan daya tawar dalam koalisi mengusung Capres.
&amp;nbsp;
&quot;Mereka melihat usulan PT 20-25 persen itu berkaitan dengan prospek koalisi, bukan prospek pencalonan. Jadi kita bisa membaca kok mereka usul 20-25 persen itu bukan kepentingannya untuk Capres tapi untuk koalisi,&quot; tuturnya.
&amp;nbsp;
Menurut Kuskridho, kenaikan jumlah president threshold tidak akan cukup berpengaruh bagi partai bentukan Gus Dur tersebut. Yang mereka inginkan hanyalah peluang untuk melakukan koalisi dengan parpol pengusung Capres.
&amp;nbsp;
&quot;President threshold tidak punya arti penting buat mereka. Karena mereka bisanya 5 persen. PT tidak akan membuat perbedaan buat mereka. Karena itu kalau mereka bisa kerjasama dengan partai besar dan menjadi koalisi partai besar itu lebih berharga,&quot; tandasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menginginkan jumlah president threshold pada kisaran 20-25 persen perolehan suara nasional. Sehingga, presiden terpilih memperoleh dukungan mayoritas di parlemen.
&amp;nbsp;
Hal tersebut diungkapkan politikus PKB, Abdul Malik Haramain. &quot;PKB mendukung 20-25 persen. Untuk efektifitas pemerintahan, presiden harus didukung mayoritas parlemen. Jadi, seorang calon presiden harus clear dulu dukungan di parlemen,&quot; tuturnya saat dihubungi wartawan di Gedung DPR, Jakarta, Jumat (25/05/2012).
&amp;nbsp;
Menurut Malik, jika presiden hanya mendapat dukungan dari satu partai, maka akan kesulitan dalam mengendalikan jalannya proses pemerintahan. &quot;Capres harus melalui seleksi ketat, harus benar-benar didukung tidak hanya satu fraksi atau partai. Presiden yang diusung hanya satu fraksi atau partai, akan kesulitan dalam konsolidasi pemerintahannya,&quot; ungkapnya.
&amp;nbsp;
Selain itu, peningkatan jumlah president threshold juga diharapkan mampu membatasi jumlah pasangan Capres-Cawapres yang akan maju dalam Pilpres mendatang.
&amp;nbsp;
&quot;Pembatasan pasangan perlu dilakukan agar masyarakat lebih terukur dalam menentukan pilihan politiknya. President threshold diperlukan agar munculnya pasangan benar-benar dan sungguh-sungguh, serta tidak main-main,&quot; paparnya.
&amp;nbsp;
Sementara itu, Direktur Lembaga Survei Indonesia (LSI), Kuskridho Ambardi, mengatakan keinginan PKB menaikkan jumlah president threshold adalah bagian dari strategi untuk menaikkan daya tawar dalam koalisi mengusung Capres.
&amp;nbsp;
&quot;Mereka melihat usulan PT 20-25 persen itu berkaitan dengan prospek koalisi, bukan prospek pencalonan. Jadi kita bisa membaca kok mereka usul 20-25 persen itu bukan kepentingannya untuk Capres tapi untuk koalisi,&quot; tuturnya.
&amp;nbsp;
Menurut Kuskridho, kenaikan jumlah president threshold tidak akan cukup berpengaruh bagi partai bentukan Gus Dur tersebut. Yang mereka inginkan hanyalah peluang untuk melakukan koalisi dengan parpol pengusung Capres.
&amp;nbsp;
&quot;President threshold tidak punya arti penting buat mereka. Karena mereka bisanya 5 persen. PT tidak akan membuat perbedaan buat mereka. Karena itu kalau mereka bisa kerjasama dengan partai besar dan menjadi koalisi partai besar itu lebih berharga,&quot; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
