<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jangan Terjebak pada Isu Primordial Capres</title><description>Kelayakan seseorang untuk dipilih sebagai presiden tergantung pada kapasitas dan kemampuan untuk memimpin negara.</description><link>https://news.okezone.com/read/2012/05/25/339/635704/jangan-terjebak-pada-isu-primordial-capres</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2012/05/25/339/635704/jangan-terjebak-pada-isu-primordial-capres"/><item><title>Jangan Terjebak pada Isu Primordial Capres</title><link>https://news.okezone.com/read/2012/05/25/339/635704/jangan-terjebak-pada-isu-primordial-capres</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2012/05/25/339/635704/jangan-terjebak-pada-isu-primordial-capres</guid><pubDate>Jum'at 25 Mei 2012 17:46 WIB</pubDate><dc:creator>Tegar Arief Fadly</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/05/25/339/635704/eqdiQlwDQE.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Dok Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/05/25/339/635704/eqdiQlwDQE.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: Dok Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Guru Besar Ilmu Politik Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Bahtiar Effendy, mengingatkan kepada seluruh lapisan masyarakat supaya tidak terjebak di dalam isu primordial dalam pemilihan presiden mendatang.
&amp;nbsp;
Karena, menurutnya, kelayakan seseorang untuk dipilih sebagai presiden tergantung pada kapasitas dan kemampuan untuk memimpin negara.
&amp;nbsp;
&quot;Lupakan itu namanya ikatan kedaerahan, persaudaraan. Kalau memang orangnya punya integritas, mampu, dan tidak memperlakukan jabatan sebagai pekerjaan, itulah yang kita pilih,&quot; tuturnya kepada wartawan di Gedung DPR, Jakarta, Jumat (25/05/2012).
&amp;nbsp;
Dia juga berharap masyarakat mampu menentukan pilihan dengan menggunakan pertimbangan akal sehat serta menolak pemberian suap dari masing-masing tim sukses. &quot;Tahun 2014 besok kita memilih dengan hati nurani dan akal pikiran. Dan kita tidak mau ditransaksi dengan uang-uang yang Rp20 ribu atau Rp50 ribu,&quot; imbaunya.
&amp;nbsp;
Sementara itu, menanggapi isu munculnya Capres independen, Bahtiar hanya mengatakan meskipun kesempatan tersebut terbuka, namun sangat sulit untuk direalisasikan. Mengingat, syarat-syarat dukungan minimal yang diperoleh bagi calon independen sangat berat.
&amp;nbsp;
&quot;Tantangan calon independen ini kan berat. Kita lihat saja Pilkada Jakarta, sekian KTP yang harus dikumpulkan. Kemudian bagaimana mereka mendapat dukungan DPRD, atau DPR. Jadi gak apa-apa, walau masih didominasi oleh partai asal kita mau bekerja sedikit, saya kira mungkin hasilnya beda,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Guru Besar Ilmu Politik Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Bahtiar Effendy, mengingatkan kepada seluruh lapisan masyarakat supaya tidak terjebak di dalam isu primordial dalam pemilihan presiden mendatang.
&amp;nbsp;
Karena, menurutnya, kelayakan seseorang untuk dipilih sebagai presiden tergantung pada kapasitas dan kemampuan untuk memimpin negara.
&amp;nbsp;
&quot;Lupakan itu namanya ikatan kedaerahan, persaudaraan. Kalau memang orangnya punya integritas, mampu, dan tidak memperlakukan jabatan sebagai pekerjaan, itulah yang kita pilih,&quot; tuturnya kepada wartawan di Gedung DPR, Jakarta, Jumat (25/05/2012).
&amp;nbsp;
Dia juga berharap masyarakat mampu menentukan pilihan dengan menggunakan pertimbangan akal sehat serta menolak pemberian suap dari masing-masing tim sukses. &quot;Tahun 2014 besok kita memilih dengan hati nurani dan akal pikiran. Dan kita tidak mau ditransaksi dengan uang-uang yang Rp20 ribu atau Rp50 ribu,&quot; imbaunya.
&amp;nbsp;
Sementara itu, menanggapi isu munculnya Capres independen, Bahtiar hanya mengatakan meskipun kesempatan tersebut terbuka, namun sangat sulit untuk direalisasikan. Mengingat, syarat-syarat dukungan minimal yang diperoleh bagi calon independen sangat berat.
&amp;nbsp;
&quot;Tantangan calon independen ini kan berat. Kita lihat saja Pilkada Jakarta, sekian KTP yang harus dikumpulkan. Kemudian bagaimana mereka mendapat dukungan DPRD, atau DPR. Jadi gak apa-apa, walau masih didominasi oleh partai asal kita mau bekerja sedikit, saya kira mungkin hasilnya beda,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
