<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>DPR Minta Pemerintah Mengalah Terkait Keistimewaan DIY</title><description>Rancangan Undang-Undang (RUU) Keistimewaan Yogyakarta hingga kini belum kunjung diselesaikan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2012/05/25/339/635837/dpr-minta-pemerintah-mengalah-terkait-keistimewaan-diy</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2012/05/25/339/635837/dpr-minta-pemerintah-mengalah-terkait-keistimewaan-diy"/><item><title>DPR Minta Pemerintah Mengalah Terkait Keistimewaan DIY</title><link>https://news.okezone.com/read/2012/05/25/339/635837/dpr-minta-pemerintah-mengalah-terkait-keistimewaan-diy</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2012/05/25/339/635837/dpr-minta-pemerintah-mengalah-terkait-keistimewaan-diy</guid><pubDate>Jum'at 25 Mei 2012 19:38 WIB</pubDate><dc:creator>Tegar Arief Fadly</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/05/25/339/635837/IZi8JDXvsh.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Priyo (Foto: Dok Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/05/25/339/635837/IZi8JDXvsh.jpg</image><title>Priyo (Foto: Dok Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Rancangan Undang-Undang (RUU) Keistimewaan Yogyakarta hingga kini belum kunjung diselesaikan. Untuk itu, Wakil Ketua DPR, Priyo Budi Santosa mendesak UU tersebut segera dirampungkan.
&amp;nbsp;
Priyo menyarankan pemerintah, baik Presiden maupun Menteri Dalam Negeri bersedia mengalah dan menerima aspirasi masyarakat Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
&amp;nbsp;
&quot;RUU Keistimewaan DIY harus diselesaikan. Saya mohon Presiden dan Mendagri khususnya untuk mencari jalan keluar yang terbaik. Mundur satu langkah mengalah untuk kebaikan yang lebih besar, tidak masalah,&quot; ujarnya kepada wartawan di Gedung DPR, Jakarta, Jumat (25/05/2012).
&amp;nbsp;
Politikus Partai Golkar ini juga mengakui bahwa selama ini terjadi tarik-menarik antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Alhasil, pembahasan RUUK DIY tak kunjung selesai.
&amp;nbsp;
&quot;Pusat dan Gubernur. Ya nyatanya seperti itu. Yogya itu khas dari sejarah yang kita tahu. Wajar saja. Kalau menteri pusat melalui Mendagri saya rasa selesai,&quot; sambungnya.
&amp;nbsp;
DPR sendiri, lanjut Priyo, telah mencoba untuk menjadi jembatan di antara kedua belah pihak. Kendati demikian, keputusan tetap ada di tangan pemerintah. &quot;Posisi kami di parlemen sudah minta pemerintah pusat untuk mundur selangkah demi kepentingan lebih besar,&quot; tandasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Rancangan Undang-Undang (RUU) Keistimewaan Yogyakarta hingga kini belum kunjung diselesaikan. Untuk itu, Wakil Ketua DPR, Priyo Budi Santosa mendesak UU tersebut segera dirampungkan.
&amp;nbsp;
Priyo menyarankan pemerintah, baik Presiden maupun Menteri Dalam Negeri bersedia mengalah dan menerima aspirasi masyarakat Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
&amp;nbsp;
&quot;RUU Keistimewaan DIY harus diselesaikan. Saya mohon Presiden dan Mendagri khususnya untuk mencari jalan keluar yang terbaik. Mundur satu langkah mengalah untuk kebaikan yang lebih besar, tidak masalah,&quot; ujarnya kepada wartawan di Gedung DPR, Jakarta, Jumat (25/05/2012).
&amp;nbsp;
Politikus Partai Golkar ini juga mengakui bahwa selama ini terjadi tarik-menarik antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Alhasil, pembahasan RUUK DIY tak kunjung selesai.
&amp;nbsp;
&quot;Pusat dan Gubernur. Ya nyatanya seperti itu. Yogya itu khas dari sejarah yang kita tahu. Wajar saja. Kalau menteri pusat melalui Mendagri saya rasa selesai,&quot; sambungnya.
&amp;nbsp;
DPR sendiri, lanjut Priyo, telah mencoba untuk menjadi jembatan di antara kedua belah pihak. Kendati demikian, keputusan tetap ada di tangan pemerintah. &quot;Posisi kami di parlemen sudah minta pemerintah pusat untuk mundur selangkah demi kepentingan lebih besar,&quot; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
