<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pesawat SSJ-100 yang Datang Tidak Sesuai Dengan Ijin</title><description>Kemenhub melalui Dirjen  Perhubungan Udara, tidak mengetahui kalau pesawat Sukhoi Superjet 100  (SSJ-100) ternyata pesawat yang datang ke Indonesia tidak sesuai dengan  surat ijin.</description><link>https://news.okezone.com/read/2012/05/28/337/637215/pesawat-ssj-100-yang-datang-tidak-sesuai-dengan-ijin</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2012/05/28/337/637215/pesawat-ssj-100-yang-datang-tidak-sesuai-dengan-ijin"/><item><title>Pesawat SSJ-100 yang Datang Tidak Sesuai Dengan Ijin</title><link>https://news.okezone.com/read/2012/05/28/337/637215/pesawat-ssj-100-yang-datang-tidak-sesuai-dengan-ijin</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2012/05/28/337/637215/pesawat-ssj-100-yang-datang-tidak-sesuai-dengan-ijin</guid><pubDate>Senin 28 Mei 2012 21:30 WIB</pubDate><dc:creator>Catur Nugroho Saputra</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/05/28/337/637215/KHOTwBuCL0.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Duyeh/Relawan 37 Cidahu)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/05/28/337/637215/KHOTwBuCL0.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: Duyeh/Relawan 37 Cidahu)</title></images><description>JAKARTA - Kementrian Perhubungan (Kemenhub) melalui Direktorat Jenderal (Dirjen) Perhubungan Udara, tidak mengetahui kalau pesawat Sukhoi Superjet 100 (SSJ-100) ternyata pesawat yang datang ke Indonesia tidak sesuai dengan surat ijin.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;
&quot;Pesawat SSJ-100 yang ada di surat ijin adalah 97005, namun yang datang 97004,&quot; ujar Dirjen Perhubungan Udara, Harry Bakti, saat Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi V DPR RI, Senin (28/5/2012).
&amp;nbsp;
Kata dia, dirinya baru mengetahui kalau nomor Pesawat SSJ-100 itu berbeda dengan surat ijin, setelah jatuh di Gunung Salak, Bogor, Jawa Barat, pada 9 Mei 2012 lalu.
&amp;nbsp;
&quot;Saya baru mengetahui waktu pesawat itu jatuh,&quot; tuturnya.
&amp;nbsp;
Menurutnya selain itu, saat Pesawat SSJ-100 pengganti dengan nomor 97004, pihaknya tidak mengecek lagi apakah pesawat itu layak atau tidak.
&amp;nbsp;
&quot;Pesawat tidak kita cek lagi, karena sudah memiliki sertifikat penerbangan,&quot; terangnya.
&amp;nbsp;
Lebih jauh, Harry mengatakan berdasarkan keterangan PT Trimarga Rekatama, tidak ada perbedaan antara Pesawat SSJ-100 bernomor 97005 dan 97004, karena mempunyai misi yang sama.
&amp;nbsp;
&quot;Karena mempunyai misi yang sama jadi kami tidak mengecek kondisi pesawat itu lagi,&quot; tegasnya.
&amp;nbsp;
Sebelumnya, Dirjen Perhubungan Udara, Harry Bakti, menjelaskan pihaknya tidak berwenang mengeluarkan izin kelaikan terbang pesawat Sukhoi SSJ 100, karena yang memiliki otoritas adalah pihak penerbangan Rusia.
&amp;nbsp;
Menurutnya bahwa kedua izin, yakni izin masuk dan izin untuk melakukan demo terbang telah dipenuhi oleh produsen pesawat Sukhoi.</description><content:encoded>JAKARTA - Kementrian Perhubungan (Kemenhub) melalui Direktorat Jenderal (Dirjen) Perhubungan Udara, tidak mengetahui kalau pesawat Sukhoi Superjet 100 (SSJ-100) ternyata pesawat yang datang ke Indonesia tidak sesuai dengan surat ijin.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;
&quot;Pesawat SSJ-100 yang ada di surat ijin adalah 97005, namun yang datang 97004,&quot; ujar Dirjen Perhubungan Udara, Harry Bakti, saat Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi V DPR RI, Senin (28/5/2012).
&amp;nbsp;
Kata dia, dirinya baru mengetahui kalau nomor Pesawat SSJ-100 itu berbeda dengan surat ijin, setelah jatuh di Gunung Salak, Bogor, Jawa Barat, pada 9 Mei 2012 lalu.
&amp;nbsp;
&quot;Saya baru mengetahui waktu pesawat itu jatuh,&quot; tuturnya.
&amp;nbsp;
Menurutnya selain itu, saat Pesawat SSJ-100 pengganti dengan nomor 97004, pihaknya tidak mengecek lagi apakah pesawat itu layak atau tidak.
&amp;nbsp;
&quot;Pesawat tidak kita cek lagi, karena sudah memiliki sertifikat penerbangan,&quot; terangnya.
&amp;nbsp;
Lebih jauh, Harry mengatakan berdasarkan keterangan PT Trimarga Rekatama, tidak ada perbedaan antara Pesawat SSJ-100 bernomor 97005 dan 97004, karena mempunyai misi yang sama.
&amp;nbsp;
&quot;Karena mempunyai misi yang sama jadi kami tidak mengecek kondisi pesawat itu lagi,&quot; tegasnya.
&amp;nbsp;
Sebelumnya, Dirjen Perhubungan Udara, Harry Bakti, menjelaskan pihaknya tidak berwenang mengeluarkan izin kelaikan terbang pesawat Sukhoi SSJ 100, karena yang memiliki otoritas adalah pihak penerbangan Rusia.
&amp;nbsp;
Menurutnya bahwa kedua izin, yakni izin masuk dan izin untuk melakukan demo terbang telah dipenuhi oleh produsen pesawat Sukhoi.</content:encoded></item></channel></rss>
