<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Waspada, Perempuan Lebih Berpotensi Kena HIV/AIDS</title><description>HIV/AIDS cenderung menyerang melalui tiga media, yakni darah, cairan sperma, serta vagina.</description><link>https://news.okezone.com/read/2012/05/29/340/637702/waspada-perempuan-lebih-berpotensi-kena-hiv-aids</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2012/05/29/340/637702/waspada-perempuan-lebih-berpotensi-kena-hiv-aids"/><item><title>Waspada, Perempuan Lebih Berpotensi Kena HIV/AIDS</title><link>https://news.okezone.com/read/2012/05/29/340/637702/waspada-perempuan-lebih-berpotensi-kena-hiv-aids</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2012/05/29/340/637702/waspada-perempuan-lebih-berpotensi-kena-hiv-aids</guid><pubDate>Selasa 29 Mei 2012 22:07 WIB</pubDate><dc:creator>Dearwiaty</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/05/29/340/637702/FkRwzBy1tL.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi peringatan Hari AIDS sedunia (Dok: Sindo TV)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/05/29/340/637702/FkRwzBy1tL.jpg</image><title>Ilustrasi peringatan Hari AIDS sedunia (Dok: Sindo TV)</title></images><description>PAREPARE - Perempuan dinilai paling berpotensi terserang HIV/AIDS ketimbang pria. HIV/AIDS cenderung menyerang melalui tiga media, yakni darah, cairan sperma, serta cairan vagina.&amp;nbsp;&amp;ldquo;Mengingat perempuan paling rentan terhadap serangan HIV/AIDS, tentu kaum perempuan harus lebih safety. Karena HIV/AIDS bisa saja dibawa dari pasangan dan tentu dapat pula menular pada bayi dalam kandungan,&amp;rdquo; jelas anggota Komisi Pemberdayaan AIDS (KPA) Kota Parepare, Sulawesi Selatan, Andi Nila Ridha.HIV/AIDS lanjut dia, kali pertama ditemukan pada 1981 di Amerika. Di Indonsia saja, virus yang menyerang kekebalan tubuh itu muncul di Bali pada 1987.&amp;ldquo;Bali sendiri merupakan benang merah yang bukan lagi bersifat endemik atau hanya menyerang sekelompok orang saja,&amp;rdquo; sambung Nila.Nila mengimbau kepada masyarakat untuk berperan serta menanggulangi penyebaran HIV/AIDS. Dengan peran serta masyarakat, pertumbuhan HIV/AIDS bisa diminimalisasi.Selain itu, sosialisasi juga gencar dilakukan KPA untuk memberikan pemahaman  terhadap pelajar dan mahasiswa tentang bahayanya penularan HIV/AIDS, terutama melalui seks bebas.&amp;ldquo;Melalui sosialisasi yang gencar, kami berharap masyarakat lebih yakin dalam memerangi HIV/AIDS serta pencegahannya,&amp;rdquo; tandasnya.</description><content:encoded>PAREPARE - Perempuan dinilai paling berpotensi terserang HIV/AIDS ketimbang pria. HIV/AIDS cenderung menyerang melalui tiga media, yakni darah, cairan sperma, serta cairan vagina.&amp;nbsp;&amp;ldquo;Mengingat perempuan paling rentan terhadap serangan HIV/AIDS, tentu kaum perempuan harus lebih safety. Karena HIV/AIDS bisa saja dibawa dari pasangan dan tentu dapat pula menular pada bayi dalam kandungan,&amp;rdquo; jelas anggota Komisi Pemberdayaan AIDS (KPA) Kota Parepare, Sulawesi Selatan, Andi Nila Ridha.HIV/AIDS lanjut dia, kali pertama ditemukan pada 1981 di Amerika. Di Indonsia saja, virus yang menyerang kekebalan tubuh itu muncul di Bali pada 1987.&amp;ldquo;Bali sendiri merupakan benang merah yang bukan lagi bersifat endemik atau hanya menyerang sekelompok orang saja,&amp;rdquo; sambung Nila.Nila mengimbau kepada masyarakat untuk berperan serta menanggulangi penyebaran HIV/AIDS. Dengan peran serta masyarakat, pertumbuhan HIV/AIDS bisa diminimalisasi.Selain itu, sosialisasi juga gencar dilakukan KPA untuk memberikan pemahaman  terhadap pelajar dan mahasiswa tentang bahayanya penularan HIV/AIDS, terutama melalui seks bebas.&amp;ldquo;Melalui sosialisasi yang gencar, kami berharap masyarakat lebih yakin dalam memerangi HIV/AIDS serta pencegahannya,&amp;rdquo; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
