<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Inggris: Kelompok Minoritas Harus Dapat Kedudukan Sama</title><description>Menteri Urusan Keutuhan Masyarakat Inggris Baroness Warsi mengatakan,  Masyarakat Islam di negara Barat secara harus mampu merefleksikan  tantangan isu minoritas.</description><link>https://news.okezone.com/read/2012/05/29/411/637761/inggris-kelompok-minoritas-harus-dapat-kedudukan-sama</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2012/05/29/411/637761/inggris-kelompok-minoritas-harus-dapat-kedudukan-sama"/><item><title>Inggris: Kelompok Minoritas Harus Dapat Kedudukan Sama</title><link>https://news.okezone.com/read/2012/05/29/411/637761/inggris-kelompok-minoritas-harus-dapat-kedudukan-sama</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2012/05/29/411/637761/inggris-kelompok-minoritas-harus-dapat-kedudukan-sama</guid><pubDate>Selasa 29 Mei 2012 18:04 WIB</pubDate><dc:creator>Marieska Harya Virdhani</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/05/29/411/637761/dH2qlo11Jr.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto : Baroness Warsi (Skynews)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/05/29/411/637761/dH2qlo11Jr.jpg</image><title>Foto : Baroness Warsi (Skynews)</title></images><description>DEPOK - Menteri Urusan Keutuhan Masyarakat Inggris Baroness Warsi mengatakan, Masyarakat Islam di negara Barat secara harus mampu merefleksikan tantangan isu minoritas.Menurut Warsi, sebagai bangsa memiliki hak untuk mendapatkan perlindungan dan perlakuan yang sama. Setiap masyarakat terutama yang termasuk dalam kelompok mayoritas harus mampu menahan ego agar tak menindas kelompok lain, seperti halnya kelompok minoritas.&amp;ldquo;Sebagai bangsa memiliki hak dapat perlindungan dan kedudukan yang sama, itu adalah hubungan wajib antara manusia, jangan tonjolkan ego, misalnya di Barat kelompok Kristen menjadi mayoritas, harus berbagi kebersamaan dan menjaga solidaritas,&amp;rdquo; tegasnya dalam sambutannya di Perpustakaan Universitas Indonesia (UI), Selasa (29/05/12).Selain itu, isu kebebasan perempuan muslim juga penting untuk terus digaungkan. Hal itu terkait dengan isu Hak Asasi Manusia (HAM) yang harus dijunjung tinggi setiap bangsa.&amp;ldquo;Buktikan poin penting itu sebagai isu HAM, kebebasan perempuan muslim sebenarnya sudah terjadi dalam sejarah Islam sejak 400 tahun lalu,&amp;rdquo; paparnya.Terkait masalah Islam liberal, Warsi menilai, hal itu adalah masalah keyakinan masing &amp;ndash; masing manusia. Warsi mencontohkan banyak aliran di Indonesia seperti Sunni, Syiah, dan aliran lainnya yang terkait dengan kepercayaan.&amp;ldquo;Itu masalah ideologi, banyak hal terkait teologi, dan sejumlah alirannya, ayah saya menyikapinya dengan bijak, bukan masalah setuju atau tidak setuju, tetapi itu masalah kepercayaan,&amp;rdquo; tandasnya.</description><content:encoded>DEPOK - Menteri Urusan Keutuhan Masyarakat Inggris Baroness Warsi mengatakan, Masyarakat Islam di negara Barat secara harus mampu merefleksikan tantangan isu minoritas.Menurut Warsi, sebagai bangsa memiliki hak untuk mendapatkan perlindungan dan perlakuan yang sama. Setiap masyarakat terutama yang termasuk dalam kelompok mayoritas harus mampu menahan ego agar tak menindas kelompok lain, seperti halnya kelompok minoritas.&amp;ldquo;Sebagai bangsa memiliki hak dapat perlindungan dan kedudukan yang sama, itu adalah hubungan wajib antara manusia, jangan tonjolkan ego, misalnya di Barat kelompok Kristen menjadi mayoritas, harus berbagi kebersamaan dan menjaga solidaritas,&amp;rdquo; tegasnya dalam sambutannya di Perpustakaan Universitas Indonesia (UI), Selasa (29/05/12).Selain itu, isu kebebasan perempuan muslim juga penting untuk terus digaungkan. Hal itu terkait dengan isu Hak Asasi Manusia (HAM) yang harus dijunjung tinggi setiap bangsa.&amp;ldquo;Buktikan poin penting itu sebagai isu HAM, kebebasan perempuan muslim sebenarnya sudah terjadi dalam sejarah Islam sejak 400 tahun lalu,&amp;rdquo; paparnya.Terkait masalah Islam liberal, Warsi menilai, hal itu adalah masalah keyakinan masing &amp;ndash; masing manusia. Warsi mencontohkan banyak aliran di Indonesia seperti Sunni, Syiah, dan aliran lainnya yang terkait dengan kepercayaan.&amp;ldquo;Itu masalah ideologi, banyak hal terkait teologi, dan sejumlah alirannya, ayah saya menyikapinya dengan bijak, bukan masalah setuju atau tidak setuju, tetapi itu masalah kepercayaan,&amp;rdquo; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
