<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Membusuk, DVI Kesulitan Ambil DNA Korban Sukhoi</title><description>Kendati demikian, DVI tetap berupaya mencari DNA korban dengan cara  mengambil dari tulang potongan tubuh yang ditemukan warga sekitar Gunung  Salak, Bogor, Jawa Barat itu.</description><link>https://news.okezone.com/read/2012/05/30/337/638358/membusuk-dvi-kesulitan-ambil-dna-korban-sukhoi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2012/05/30/337/638358/membusuk-dvi-kesulitan-ambil-dna-korban-sukhoi"/><item><title>Membusuk, DVI Kesulitan Ambil DNA Korban Sukhoi</title><link>https://news.okezone.com/read/2012/05/30/337/638358/membusuk-dvi-kesulitan-ambil-dna-korban-sukhoi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2012/05/30/337/638358/membusuk-dvi-kesulitan-ambil-dna-korban-sukhoi</guid><pubDate>Rabu 30 Mei 2012 15:18 WIB</pubDate><dc:creator>Catur Nugroho Saputra</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/05/30/337/638358/Dkoz7FFkU8.jpg" expression="full" type="image/jpeg">foto: dok Okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/05/30/337/638358/Dkoz7FFkU8.jpg</image><title>foto: dok Okezone</title></images><description>JAKARTA - Tim Disaster Victim Identification (DVI) Mabes Polri kesulitan mengenali dua kantong potongan tubuh korban tewas jatuhnya pesawat Sukhoi lantaran sudah membusuk. Ini berpengaruh pada pencocokan DNA korban.&quot;Secara visual kita tidak bisa melihat itu apa, karena sudah tiga minggu dan kondisinya membusuk, jadi sangat sulit mengambil DNA,&quot; kata Kepala Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Brigjen Pol Agus Prayitno  di RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu (30/5/2012).Kendati demikian, DVI tetap berupaya mencari DNA korban dengan cara mengambil dari tulang potongan tubuh yang ditemukan warga sekitar Gunung Salak, Bogor, Jawa Barat itu. &quot;Kalau masih ada tulangnya, DNA akan diambil dari tulang,&quot; ungkapnya.Agus menuturkan jika sampel DNA dapat diambil dari tulang, maka proses identifikasi mencocokkan DNA korban dengan keluarganya akan memakan waktu paling cepat dua pekan.&quot;Saat ini pengambilan sampel sedang dalam proses, itu pun kalau bisa,&quot; terangnya.Menurutnya jika pihak keluarga tidak ada yang mau mengambil jenazah ini, RS Polri berencana mengubur sendiri. &quot;Hingga saat ini, belum ada pihak keluarga yang dihubungi,&quot; jelasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Tim Disaster Victim Identification (DVI) Mabes Polri kesulitan mengenali dua kantong potongan tubuh korban tewas jatuhnya pesawat Sukhoi lantaran sudah membusuk. Ini berpengaruh pada pencocokan DNA korban.&quot;Secara visual kita tidak bisa melihat itu apa, karena sudah tiga minggu dan kondisinya membusuk, jadi sangat sulit mengambil DNA,&quot; kata Kepala Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Brigjen Pol Agus Prayitno  di RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu (30/5/2012).Kendati demikian, DVI tetap berupaya mencari DNA korban dengan cara mengambil dari tulang potongan tubuh yang ditemukan warga sekitar Gunung Salak, Bogor, Jawa Barat itu. &quot;Kalau masih ada tulangnya, DNA akan diambil dari tulang,&quot; ungkapnya.Agus menuturkan jika sampel DNA dapat diambil dari tulang, maka proses identifikasi mencocokkan DNA korban dengan keluarganya akan memakan waktu paling cepat dua pekan.&quot;Saat ini pengambilan sampel sedang dalam proses, itu pun kalau bisa,&quot; terangnya.Menurutnya jika pihak keluarga tidak ada yang mau mengambil jenazah ini, RS Polri berencana mengubur sendiri. &quot;Hingga saat ini, belum ada pihak keluarga yang dihubungi,&quot; jelasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
