<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Basarnas Tak Pernah Ngaku Temukan Semua Jenazah Korban Sukhoi</title><description>Badan Search And Rescue Nasional (Basarnas) dituding tidak berhasil  dalam mengevakuasi korban kecelakaan Pesawat Sukhoi Superjet 100  (SSJ-100). Hal ini menyusul ditemukannya tiga potongan yang diduga tubuh  tidak jauh dari serpihan pesawat di Gunung Salak, Bogor, Jawa Barat,  oleh warga.</description><link>https://news.okezone.com/read/2012/05/30/501/638277/basarnas-tak-pernah-ngaku-temukan-semua-jenazah-korban-sukhoi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2012/05/30/501/638277/basarnas-tak-pernah-ngaku-temukan-semua-jenazah-korban-sukhoi"/><item><title>Basarnas Tak Pernah Ngaku Temukan Semua Jenazah Korban Sukhoi</title><link>https://news.okezone.com/read/2012/05/30/501/638277/basarnas-tak-pernah-ngaku-temukan-semua-jenazah-korban-sukhoi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2012/05/30/501/638277/basarnas-tak-pernah-ngaku-temukan-semua-jenazah-korban-sukhoi</guid><pubDate>Rabu 30 Mei 2012 13:50 WIB</pubDate><dc:creator>Catur Nugroho Saputra</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/05/30/501/638277/9QcwZdRtKW.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Dokumentasi Okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/05/30/501/638277/9QcwZdRtKW.jpg</image><title>Dokumentasi Okezone</title></images><description>JAKARTA - Badan Search And Rescue Nasional (Basarnas) dituding tidak berhasil dalam mengevakuasi korban kecelakaan Pesawat Sukhoi Superjet 100 (SSJ-100). Hal ini menyusul ditemukannya tiga potongan yang diduga tubuh tidak jauh dari serpihan pesawat di Gunung Salak, Bogor, Jawa Barat, oleh warga.
&amp;nbsp;
Tudingan tersebut dibantah tegas Kepala Basarnas, Marsekal Madya Daryatmo. Dia menjelaskan, kalau dirinya tidak pernah berbicara telah berhasil mengevakuasi seluruh korban Pesawat Sukhoi Superjet 100 (SSJ-100).
&amp;nbsp;
&quot;Saya hanya mengatakan bahwa setelah diadakan penyisiran tidak ada tanda-tanda adanya korban maka operasi kami tutup,&quot; kata Daryatmo, kepada wartawan, melalui pesan singkatnya, Rabu (30/5/2012).
&amp;nbsp;
Menurutnya, bila suatu saat ditemukannya tanda-tanda adanya korban, maka operasi kami akan dilanjutkan kembali.
&amp;nbsp;
Kata Daryatmo, Basarnas hanya bekerja menyisir dan mengevakuasi untuk mencari korban Pesawat SSJ-100, untuk selanjutnya diserahkan kepada Tim Disaster Victim Identification (DVI) Mabes Polri.
&amp;nbsp;
&quot;Berapa dan siapa (korban) yang telah dievakuasi ada di tangan Tim DVI. Lebih jelasnya silahkan ke DVI saja,&quot; tambahnya.
&amp;nbsp;
Sebagaimana diketahui, evakuasi terhadap korban kecelakaan Pesawat SSJ-100 di Gunung Salak, Bogor, Jawa Barat, dihentikan oleh Basarnas pada 18 Mei 2012 lalu atau hari kesepuluh pasca jatuhnya pesawat.
&amp;nbsp;
Penghentian ini, sesuai dengan PP nomor 36 tahun 2006 tentang masa operasi SAR yang hanya berlangsung satu minggu, dan jika ditemukannya lagi tanda-tanda adanya korban maka operasi dapat dilanjutkan.
&amp;nbsp;
Namun pada Senin 28 Mei 2012 lalu, warga kembali menemukan 3 potongan tubuh korban SSJ-100 tidak jauh dari lokasi serpihan pesawat di Gunung Salak, Bogor, Jawa Barat.
&amp;nbsp;</description><content:encoded>JAKARTA - Badan Search And Rescue Nasional (Basarnas) dituding tidak berhasil dalam mengevakuasi korban kecelakaan Pesawat Sukhoi Superjet 100 (SSJ-100). Hal ini menyusul ditemukannya tiga potongan yang diduga tubuh tidak jauh dari serpihan pesawat di Gunung Salak, Bogor, Jawa Barat, oleh warga.
&amp;nbsp;
Tudingan tersebut dibantah tegas Kepala Basarnas, Marsekal Madya Daryatmo. Dia menjelaskan, kalau dirinya tidak pernah berbicara telah berhasil mengevakuasi seluruh korban Pesawat Sukhoi Superjet 100 (SSJ-100).
&amp;nbsp;
&quot;Saya hanya mengatakan bahwa setelah diadakan penyisiran tidak ada tanda-tanda adanya korban maka operasi kami tutup,&quot; kata Daryatmo, kepada wartawan, melalui pesan singkatnya, Rabu (30/5/2012).
&amp;nbsp;
Menurutnya, bila suatu saat ditemukannya tanda-tanda adanya korban, maka operasi kami akan dilanjutkan kembali.
&amp;nbsp;
Kata Daryatmo, Basarnas hanya bekerja menyisir dan mengevakuasi untuk mencari korban Pesawat SSJ-100, untuk selanjutnya diserahkan kepada Tim Disaster Victim Identification (DVI) Mabes Polri.
&amp;nbsp;
&quot;Berapa dan siapa (korban) yang telah dievakuasi ada di tangan Tim DVI. Lebih jelasnya silahkan ke DVI saja,&quot; tambahnya.
&amp;nbsp;
Sebagaimana diketahui, evakuasi terhadap korban kecelakaan Pesawat SSJ-100 di Gunung Salak, Bogor, Jawa Barat, dihentikan oleh Basarnas pada 18 Mei 2012 lalu atau hari kesepuluh pasca jatuhnya pesawat.
&amp;nbsp;
Penghentian ini, sesuai dengan PP nomor 36 tahun 2006 tentang masa operasi SAR yang hanya berlangsung satu minggu, dan jika ditemukannya lagi tanda-tanda adanya korban maka operasi dapat dilanjutkan.
&amp;nbsp;
Namun pada Senin 28 Mei 2012 lalu, warga kembali menemukan 3 potongan tubuh korban SSJ-100 tidak jauh dari lokasi serpihan pesawat di Gunung Salak, Bogor, Jawa Barat.
&amp;nbsp;</content:encoded></item></channel></rss>
