<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>DPR: Jangan biarkan Sukhoi terbang di Indonesia</title><description>Politikus Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Akbar Faisal meminta  pemerintah tidak memberikan izin terbang kepada seluruh pesawat Sukhoi  di Indonesia, sebelum ada kejelasan terkait kecelakaan Sukhoi Superjet  100 di Gunung Salak, Bogor, Jawa Barat.</description><link>https://news.okezone.com/read/2012/05/31/435/639102/dpr-jangan-biarkan-sukhoi-terbang-di-indonesia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2012/05/31/435/639102/dpr-jangan-biarkan-sukhoi-terbang-di-indonesia"/><item><title>DPR: Jangan biarkan Sukhoi terbang di Indonesia</title><link>https://news.okezone.com/read/2012/05/31/435/639102/dpr-jangan-biarkan-sukhoi-terbang-di-indonesia</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2012/05/31/435/639102/dpr-jangan-biarkan-sukhoi-terbang-di-indonesia</guid><pubDate>Kamis 31 Mei 2012 15:19 WIB</pubDate><dc:creator>Slamet Riadi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/05/31/435/639102/L6jjpVVeq9.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (dok:Istimewa)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/05/31/435/639102/L6jjpVVeq9.jpg</image><title>Ilustrasi (dok:Istimewa)</title></images><description>Sindonews.com - Politikus Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Akbar Faisal meminta pemerintah tidak memberikan izin terbang kepada seluruh pesawat Sukhoi di Indonesia, sebelum ada kejelasan terkait kecelakaan Sukhoi Superjet 100 di Gunung Salak, Bogor, Jawa Barat.&quot;Tidak membiarkan Sukhoi terbang di Indonesia, sebelum Sukhoi ini jelas,&quot; ujar Akbar saat diskusi &quot;Buat Apa Panja Sukhoi Dibentuk&quot; di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (31/5/2012).Selain itu, Akbar meminta harus ada pihak yang bertanggung jawab dalam kecelakaan tersebut. &quot;Kalau Rusia termasuk PT Trimarga tidak mau bertangung jawab, berarti mereka tidak mau mengikuti aturan negara kita. Jangan pernah membiarkan Sukhoi terbang di wilayah Indonesia,&quot; terangnya.Anggota Komisi II DPR ini juga meminta Rusia untuk menghormati undang-undang penerbangan yang berlaku di Indonesia. &quot;Kamu (Rusia) harus menghormati, dan bertanggung jawab,&quot; ungkapnya. Tak hanya itu, Akbar juga menyoroti keberadaan PT Trimarga Rekatama yang masih belum jelas. Menurutnya, pihak kepolisian harus mencari tahu latar belakang perusahaan tersebut. &quot;Kita harus diberikan penjelasan yang rinci siapa sebenarnya Trimarga ini,&quot; desaknya. (san)</description><content:encoded>Sindonews.com - Politikus Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Akbar Faisal meminta pemerintah tidak memberikan izin terbang kepada seluruh pesawat Sukhoi di Indonesia, sebelum ada kejelasan terkait kecelakaan Sukhoi Superjet 100 di Gunung Salak, Bogor, Jawa Barat.&quot;Tidak membiarkan Sukhoi terbang di Indonesia, sebelum Sukhoi ini jelas,&quot; ujar Akbar saat diskusi &quot;Buat Apa Panja Sukhoi Dibentuk&quot; di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (31/5/2012).Selain itu, Akbar meminta harus ada pihak yang bertanggung jawab dalam kecelakaan tersebut. &quot;Kalau Rusia termasuk PT Trimarga tidak mau bertangung jawab, berarti mereka tidak mau mengikuti aturan negara kita. Jangan pernah membiarkan Sukhoi terbang di wilayah Indonesia,&quot; terangnya.Anggota Komisi II DPR ini juga meminta Rusia untuk menghormati undang-undang penerbangan yang berlaku di Indonesia. &quot;Kamu (Rusia) harus menghormati, dan bertanggung jawab,&quot; ungkapnya. Tak hanya itu, Akbar juga menyoroti keberadaan PT Trimarga Rekatama yang masih belum jelas. Menurutnya, pihak kepolisian harus mencari tahu latar belakang perusahaan tersebut. &quot;Kita harus diberikan penjelasan yang rinci siapa sebenarnya Trimarga ini,&quot; desaknya. (san)</content:encoded></item></channel></rss>
