<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>RUU Keistimewaan DIY Masih Buntu</title><description>Rancangan Undang-Undang (RUU) Keistimewaaan Yogyakarta hingga kini masih  belum menemukan hasil. </description><link>https://news.okezone.com/read/2012/06/01/339/639467/ruu-keistimewaan-diy-masih-buntu</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2012/06/01/339/639467/ruu-keistimewaan-diy-masih-buntu"/><item><title>RUU Keistimewaan DIY Masih Buntu</title><link>https://news.okezone.com/read/2012/06/01/339/639467/ruu-keistimewaan-diy-masih-buntu</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2012/06/01/339/639467/ruu-keistimewaan-diy-masih-buntu</guid><pubDate>Jum'at 01 Juni 2012 09:41 WIB</pubDate><dc:creator>Tegar Arief Fadly</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/06/01/339/639467/7EaYI8WxjD.jpg" expression="full" type="image/jpeg">(Foto: koran SI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/06/01/339/639467/7EaYI8WxjD.jpg</image><title>(Foto: koran SI)</title></images><description>JAKARTA - Rancangan Undang-Undang (RUU) Keistimewaaan Yogyakarta hingga kini masih belum menemukan hasil. Menurut Wakil Ketua Komisi II dari fraksi PDI Perjuangan, Ganjar Pranowo, hal ini disebabkan karena proses negosiasi masih alot.&quot;Hal ini karena negosiasi politik yang belum menuai titik temu. Sikap politik pemerintah masih tidak menginginkan Sultan untuk ditetapkan tetapi melalui pemilihan,&quot; tuturnya kepada wartawan di DPR, Jakarta, Jumat (01/06/2012).Di Yogyakarta, menurut Ganjar, seluruh anggota DPRD, kecuali Partai Demokrat, telah menyetujui bahwa posisi Gubernur DIY dijabat oleh Sultan.&quot;Kalau di Yogyakarta semua DPRD sudah setuju semua kecuali Partai Demokrar, bahwa Sultan itu ditetapkan sebagai gubernur DIY. Tidak melalui pemilihan,&quot; imbuhnya.Sementara itu, di DPR pusat terkaji sebuah kejutan bahwa Partai Amanat Nasional (PAN) yang sebelumnya mendukung justru menolak penetapan Sultan sebagai Gubernur.&quot;Di DPR pusat juga peta politiknya juga seperti itu (DPRD Yogyakarta). Namun, kabar terakhir PAN berbelok arah dan berubah pikiran merapat ke partai Demokrat,&quot; terangnya.Lebih lanjut, Ganjar menambahkan, dalam pembahasan masalah ini Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Sri Sultan hendaknya dilibatkan. Kedua pemimpin tersebut harus melakukan sebuah negosiasi yang diharapkan bisa mencapai jalan keluar.&quot;Seharusnya sikap politik dari masing-masing pemimpin baik itu Sultan yang memimpin di DIY dan SBY yang menjadi Presiden duduk satu meja untuk menentukan negosiasi politik. Harusnya melibatkan kedua pemimpin tersebut,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Rancangan Undang-Undang (RUU) Keistimewaaan Yogyakarta hingga kini masih belum menemukan hasil. Menurut Wakil Ketua Komisi II dari fraksi PDI Perjuangan, Ganjar Pranowo, hal ini disebabkan karena proses negosiasi masih alot.&quot;Hal ini karena negosiasi politik yang belum menuai titik temu. Sikap politik pemerintah masih tidak menginginkan Sultan untuk ditetapkan tetapi melalui pemilihan,&quot; tuturnya kepada wartawan di DPR, Jakarta, Jumat (01/06/2012).Di Yogyakarta, menurut Ganjar, seluruh anggota DPRD, kecuali Partai Demokrat, telah menyetujui bahwa posisi Gubernur DIY dijabat oleh Sultan.&quot;Kalau di Yogyakarta semua DPRD sudah setuju semua kecuali Partai Demokrar, bahwa Sultan itu ditetapkan sebagai gubernur DIY. Tidak melalui pemilihan,&quot; imbuhnya.Sementara itu, di DPR pusat terkaji sebuah kejutan bahwa Partai Amanat Nasional (PAN) yang sebelumnya mendukung justru menolak penetapan Sultan sebagai Gubernur.&quot;Di DPR pusat juga peta politiknya juga seperti itu (DPRD Yogyakarta). Namun, kabar terakhir PAN berbelok arah dan berubah pikiran merapat ke partai Demokrat,&quot; terangnya.Lebih lanjut, Ganjar menambahkan, dalam pembahasan masalah ini Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Sri Sultan hendaknya dilibatkan. Kedua pemimpin tersebut harus melakukan sebuah negosiasi yang diharapkan bisa mencapai jalan keluar.&quot;Seharusnya sikap politik dari masing-masing pemimpin baik itu Sultan yang memimpin di DIY dan SBY yang menjadi Presiden duduk satu meja untuk menentukan negosiasi politik. Harusnya melibatkan kedua pemimpin tersebut,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
